Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pembelajaran Aktif: Mendorong Partisipasi Siswa

View through CrossRef
Konteks pentingnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melibatkan pemahaman akan peran aktif siswa dalam proses belajar. Guru dituntut untuk mampu berinovasi karena pandemi mengubah pola pembelajaran (Zulhafizh, 2022). Untuk sukses dalam mentransformasi informasi dan pengalaman, guru harus memiliki banyak strategi dan pengalaman (Zulhafizh, 2021). Tradisionalnya, pendekatan pembelajaran cenderung berpusat pada guru, dengan siswa sebagai penerima informasi yang pasif. Namun, pendekatan tersebut telah mengalami pergeseran dengan adanya penekanan yang lebih besar pada partisipasi dan keterlibatan siswa (Harmanto, 2016). Ketika siswa secara aktif terlibat dalam pembelajaran, mereka merasa lebih termotivasi dan tertarik pada materi yang dipelajari. Partisipasi dan keterlibatan siswa memungkinkan mereka untuk memiliki pengalaman langsung, merasa lebih terlibat, dan melihat relevansi materi dalam konteks kehidupan mereka sendiri. Melalui partisipasi aktif, siswa berkesempatan untuk menjelajahi konsep dan ide-ide secara lebih mendalam. Mereka dapat mengajukan pertanyaan, berdiskusi, menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata, dan membangun pemahaman yang lebih konstruktif dan mendalam (SYAPARUDDIN et al., 2020).Dengan partisipasi yang aktif, siswa diajak untuk berpikir secara kritis dan menganalisis informasi. Mereka diajak untuk menyusun argumen, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan yang baik. Hal ini membantu mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang penting untuk kehidupan sehari-hari dan masa depan siswa. Partisipasi aktif melibatkan siswa dalam kerja kelompok, diskusi, dan interaksi sosial. Ini memungkinkan mereka untuk belajar bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, membangun komunikasi efektif, dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif, siswa didorong untuk mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Mereka diberikan kesempatan untuk memecahkan masalah, mencari sumber daya, dan mengelola waktu mereka. Hal ini membantu memupuk kemandirian dan keterampilan pemecahan masalah yang esensial dalam kehidupan siswa (Surayya et al., 2014).
Center for Open Science
Title: Pembelajaran Aktif: Mendorong Partisipasi Siswa
Description:
Konteks pentingnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melibatkan pemahaman akan peran aktif siswa dalam proses belajar.
Guru dituntut untuk mampu berinovasi karena pandemi mengubah pola pembelajaran (Zulhafizh, 2022).
Untuk sukses dalam mentransformasi informasi dan pengalaman, guru harus memiliki banyak strategi dan pengalaman (Zulhafizh, 2021).
Tradisionalnya, pendekatan pembelajaran cenderung berpusat pada guru, dengan siswa sebagai penerima informasi yang pasif.
Namun, pendekatan tersebut telah mengalami pergeseran dengan adanya penekanan yang lebih besar pada partisipasi dan keterlibatan siswa (Harmanto, 2016).
Ketika siswa secara aktif terlibat dalam pembelajaran, mereka merasa lebih termotivasi dan tertarik pada materi yang dipelajari.
Partisipasi dan keterlibatan siswa memungkinkan mereka untuk memiliki pengalaman langsung, merasa lebih terlibat, dan melihat relevansi materi dalam konteks kehidupan mereka sendiri.
Melalui partisipasi aktif, siswa berkesempatan untuk menjelajahi konsep dan ide-ide secara lebih mendalam.
Mereka dapat mengajukan pertanyaan, berdiskusi, menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata, dan membangun pemahaman yang lebih konstruktif dan mendalam (SYAPARUDDIN et al.
, 2020).
Dengan partisipasi yang aktif, siswa diajak untuk berpikir secara kritis dan menganalisis informasi.
Mereka diajak untuk menyusun argumen, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan yang baik.
Hal ini membantu mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang penting untuk kehidupan sehari-hari dan masa depan siswa.
Partisipasi aktif melibatkan siswa dalam kerja kelompok, diskusi, dan interaksi sosial.
Ini memungkinkan mereka untuk belajar bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, membangun komunikasi efektif, dan mengembangkan keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif, siswa didorong untuk mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri.
Mereka diberikan kesempatan untuk memecahkan masalah, mencari sumber daya, dan mengelola waktu mereka.
Hal ini membantu memupuk kemandirian dan keterampilan pemecahan masalah yang esensial dalam kehidupan siswa (Surayya et al.
, 2014).

Related Results

Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses kegiatan pembelajaran daring yang berlangsung di lapangan serta upaya yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran daring ...
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...
Penerapan Model Pembelajaran ARIAS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Penerapan Model Pembelajaran ARIAS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa. Tujuan dan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil bela...
Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 05 Lebong
Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 05 Lebong
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran aktif terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 05 Leb...
Efektivitas Penerapan Metode Round Table dan Ekspositori Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal
Efektivitas Penerapan Metode Round Table dan Ekspositori Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal
Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui adakah perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran Round Table dengan metode pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar mate...
Hubungan Aksebilitas Sarana, Dukungan Sosial, Norma Olahraga Kelompok dan Partisipasi Aktif Olahraga Siswa SMK di Indonesia
Hubungan Aksebilitas Sarana, Dukungan Sosial, Norma Olahraga Kelompok dan Partisipasi Aktif Olahraga Siswa SMK di Indonesia
Terdapat fakta bahwa rendahnya tingkat kebugaran jasmani masyarakat Indonesia disebabkan oleh kurangnya partisipasi gerak secara aktif dalam berolahraga. Tujuan dari penelitian ini...
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 Tapin melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 Tapin melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match
Pembelajaran tematik dalam Kurikulum 2013 harus didesain semenarik mungkin dan sedekat mungkin dengan lingkungan siswa untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga dapat me...
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2024
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2024
Penelitian ini berfokus pada partisipasi politik masyarakat pada pemilu legislatif di kabupaten lombok tengah 2024. Partisipasi penting untuk dikaji mengingat keberhasilan suatu pe...

Back to Top