Javascript must be enabled to continue!
Gereja Musafir Sebagai Antisipasi Hidup Eskatologis
View through CrossRef
Tujuan tulisan ini ialah untuk menggali kekayaan kazanah teologi Katolik tentang Gereja secara khusus yang akan digali dalam tulisan ini tentang Gereja musafir. Kata Musafir mau mengatakan sebuah “perjalanan”. Gereja Katolik yang sedang berziarah di dunia ini menjadi tanda kehadiran Gereja eskatologis atau Gereja jaya. Gereja Musafir dikatakan sebagai tanda karena ia (Gereja) sudah mengantisipasi hidup eskatologis. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah studi literer dokumen Gereja mengenai “Lumen Gentium”. Berdasarkan telaah isi dokumen ini, penulis menemukan nilai-nilai dan kekayaan yang luar biasa mengenai gagasan Gereja musafir dalam hubungannya dengan Gereja jaya. Ada hubungan yang begitu mendalam dan erat antara Gereja musafir dengan Gereja menderita dan Gereja jaya. Ketiganya berada dalam persekutuan yang mendalam berkat iman akan Kristus. Dasar persekutuan sudah dibangun di atas, dalam, dengan dan bersama Yesus melalui rahmat Sakramen Pembaptisan. Oleh karena itu, meskipun suadara-saudari kita sudah meninggal, tetapi persekutuan antara orang hidup dan yang mati tidak berakhir dan putus oleh peristiwa kematian, melainkan tetap bersekutu dalam Kristus. Baik yang hidup maupun yang mati tetap milik Kristus. Panggilan persekutuan antara orang hidup dan mati sudah mulai sejak di dunia ini. Sifat eskatologis yang diperlihatkan oleh Gereja musafir antara lain paguyupan, kudus, Sakramen keselamatan dan tanda harapan. Oleh karena itu, Gereja musafir memberikan harapan baru bagi manusia yang masih hidup akan kehidupan eskatologis.
Title: Gereja Musafir Sebagai Antisipasi Hidup Eskatologis
Description:
Tujuan tulisan ini ialah untuk menggali kekayaan kazanah teologi Katolik tentang Gereja secara khusus yang akan digali dalam tulisan ini tentang Gereja musafir.
Kata Musafir mau mengatakan sebuah “perjalanan”.
Gereja Katolik yang sedang berziarah di dunia ini menjadi tanda kehadiran Gereja eskatologis atau Gereja jaya.
Gereja Musafir dikatakan sebagai tanda karena ia (Gereja) sudah mengantisipasi hidup eskatologis.
Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah studi literer dokumen Gereja mengenai “Lumen Gentium”.
Berdasarkan telaah isi dokumen ini, penulis menemukan nilai-nilai dan kekayaan yang luar biasa mengenai gagasan Gereja musafir dalam hubungannya dengan Gereja jaya.
Ada hubungan yang begitu mendalam dan erat antara Gereja musafir dengan Gereja menderita dan Gereja jaya.
Ketiganya berada dalam persekutuan yang mendalam berkat iman akan Kristus.
Dasar persekutuan sudah dibangun di atas, dalam, dengan dan bersama Yesus melalui rahmat Sakramen Pembaptisan.
Oleh karena itu, meskipun suadara-saudari kita sudah meninggal, tetapi persekutuan antara orang hidup dan yang mati tidak berakhir dan putus oleh peristiwa kematian, melainkan tetap bersekutu dalam Kristus.
Baik yang hidup maupun yang mati tetap milik Kristus.
Panggilan persekutuan antara orang hidup dan mati sudah mulai sejak di dunia ini.
Sifat eskatologis yang diperlihatkan oleh Gereja musafir antara lain paguyupan, kudus, Sakramen keselamatan dan tanda harapan.
Oleh karena itu, Gereja musafir memberikan harapan baru bagi manusia yang masih hidup akan kehidupan eskatologis.
Related Results
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang menjalankan tugas utamanya terhadap penginjilan. Tugas penginjilan adalah tugas semua orang percaya tanpa terkecuali. Dipertajamkan langsun...
Peran Akuntansi Informasi Akuntansi dalam Keuangan Gereja
Peran Akuntansi Informasi Akuntansi dalam Keuangan Gereja
Gereja merupalcan institusi rohtqni dan duniawi. secara rohani gereja adalah bagian dari Kerajaan Allah di dunia, sedangkan ospek duniawi gereja adalah organisosiformal yang terdir...
Kajian Peran Gereja Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja Di GKII Long Peso Kalimantan Utara
Kajian Peran Gereja Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja Di GKII Long Peso Kalimantan Utara
Peranan gereja sangat menolong anggota jemaat untuk menghadapi masalah hidup termasuk masalah kenakalan remaja. Kajian Peran Gereja Di GKII Long Peso Kalimantan Utara. Tujuan dari ...
Kepemimpinan Rasul Paulus dan Relevansinya Bagi Pimpinan Gereja
Kepemimpinan Rasul Paulus dan Relevansinya Bagi Pimpinan Gereja
Jurnal ini menjelaskan tentang kepemimpinan Rasul Paulus dan relevensinya bagi pemimpin gereja di jemaat musafir langgikima. Yang lebih khusus yaitu bagaimana menerapkan nilai-nila...
Hospitalitas Pemimpin Rohani Dalam Gereja
Hospitalitas Pemimpin Rohani Dalam Gereja
Artikel ini membahas tentang hospitalitas peran pemimpin dalam gereja berdasarkan prinsip orang Kristen. Penulis melakukan analisis berbagai sumber pustaka baik buku maupun jurnal ...
GEREJA YANG BERDAMPAK DI TENGAH PANDEMI
GEREJA YANG BERDAMPAK DI TENGAH PANDEMI
Gereja yang berdampak adalah gereja yang melakukan pengajaran Firman Tuhan dengan konsisten. Ketika pandemi melanda bangsa Indonesia, gereja menghadapi tantangan yang besar, karena...


