Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH DI DENPASAR DENGAN PENDEKATAN DESAIN BIOFILIK

View through CrossRef
Bali menjadi daerah yang cukup strategis sebagai tempat dibangunnya Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah. Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation menyatakan bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah seperti stroke, jantung iskemik, penyakit jantung hipertensi masih berada di posisi 10 besar penyakit yang memiliki jumlah kematian terbanyak tahun 2009-2019. Berdasarkan hasil sensus penduduk di Bali yang berjumlah 4,32 juta jiwa dengan jumlah kunjungan ke pelayanan jantung dan pembuluh darah mencapai angka 28.043 jiwa di tahun 2016 dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya, maka sangat diperlukan adanya Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah Bali, serta tidak menutup kemungkinan pelayanan kesehatan untuk wilayah Indonesia bagian timur. Lokasi rumah sakit ini dipilih di Denpasar, dengan tema yang diangkat dalam perancangan Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah ini adalah ‘Desain Biofilik’ yang didasari atas konsep ‘Wellness and Healing Architecture.’ Diawali dengan pengumpulan data dari hasil observasi di lapangan, dilanjutkan dengan studi literatur yang terkait dengan rumah sakit, kemudian dilakukan studi preseden pada arsitektur rumah sakit jantung dan pembuluh darah. Metode yang digunakan dalam pengolahan data berupa analisa data, sintesa, dan transformasi. Hasil rancangan rumah sakit jantung dan pembuluh darah dengan penerapan tiga kategori biofilik dijelaskan ke dalam empat belas kriteria pola desain biofilik. Kategori biofilik yang pertama yaitu Nature in the space, merupakan koneksi langsung dengan alam. Kedua natural analogues, merupakan kehadiran elemen alam pada bangunan. Terakhir nature of the space, mengidentifikasi suatu hal berbahaya pada alam atau yang tidak diketahui.   Bali is a strategic area as a place for the construction of a Special Heart and Blood Vessel Hospital. Based on data from the Institute for Health Metrics and Evaluation, it states that heart and blood vessel diseases such as stroke, ischemic heart disease, hypertensive heart disease are still in the top 10 diseases with the highest number of deaths in 2009-2019. Based on the results of the population census in Bali which amounted to 4.32 million people with the number of visits to heart and blood vessel services reaching 28,043 people in 2016 and continuing to increase in the following years, it is very necessary to have a Special Heart and Blood Vessel Hospital for improve public health in the Bali region, and do not rule out the possibility of health services for the eastern part of Indonesia. The location of this hospital was chosen in Denpasar, with the theme raised in the design namely 'Biophilic Design' which is based on the concept of 'Wellness and Healing Architecture.' It begins with collecting data from observations in the field, followed by literature study related to the hospital, then conducted a precedent study on the hospital architecture of the heart and blood vessels. The method used in data processing is in the form of data analysis, synthesis, and transformation. The results of the design of a heart and blood vessel hospital with the application of three biophilic categories are explained into fourteen criteria for a biophilic design pattern. The first biophilic category, Nature in the space, is a direct connection with nature. The two natural analogues are the presence of natural elements in the building. Finally, nature of the space, identifying something dangerous in nature or the unknown.
Title: PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH DI DENPASAR DENGAN PENDEKATAN DESAIN BIOFILIK
Description:
Bali menjadi daerah yang cukup strategis sebagai tempat dibangunnya Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah.
Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation menyatakan bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah seperti stroke, jantung iskemik, penyakit jantung hipertensi masih berada di posisi 10 besar penyakit yang memiliki jumlah kematian terbanyak tahun 2009-2019.
Berdasarkan hasil sensus penduduk di Bali yang berjumlah 4,32 juta jiwa dengan jumlah kunjungan ke pelayanan jantung dan pembuluh darah mencapai angka 28.
043 jiwa di tahun 2016 dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya, maka sangat diperlukan adanya Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah Bali, serta tidak menutup kemungkinan pelayanan kesehatan untuk wilayah Indonesia bagian timur.
Lokasi rumah sakit ini dipilih di Denpasar, dengan tema yang diangkat dalam perancangan Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah ini adalah ‘Desain Biofilik’ yang didasari atas konsep ‘Wellness and Healing Architecture.
’ Diawali dengan pengumpulan data dari hasil observasi di lapangan, dilanjutkan dengan studi literatur yang terkait dengan rumah sakit, kemudian dilakukan studi preseden pada arsitektur rumah sakit jantung dan pembuluh darah.
Metode yang digunakan dalam pengolahan data berupa analisa data, sintesa, dan transformasi.
Hasil rancangan rumah sakit jantung dan pembuluh darah dengan penerapan tiga kategori biofilik dijelaskan ke dalam empat belas kriteria pola desain biofilik.
Kategori biofilik yang pertama yaitu Nature in the space, merupakan koneksi langsung dengan alam.
Kedua natural analogues, merupakan kehadiran elemen alam pada bangunan.
Terakhir nature of the space, mengidentifikasi suatu hal berbahaya pada alam atau yang tidak diketahui.
  Bali is a strategic area as a place for the construction of a Special Heart and Blood Vessel Hospital.
Based on data from the Institute for Health Metrics and Evaluation, it states that heart and blood vessel diseases such as stroke, ischemic heart disease, hypertensive heart disease are still in the top 10 diseases with the highest number of deaths in 2009-2019.
Based on the results of the population census in Bali which amounted to 4.
32 million people with the number of visits to heart and blood vessel services reaching 28,043 people in 2016 and continuing to increase in the following years, it is very necessary to have a Special Heart and Blood Vessel Hospital for improve public health in the Bali region, and do not rule out the possibility of health services for the eastern part of Indonesia.
The location of this hospital was chosen in Denpasar, with the theme raised in the design namely 'Biophilic Design' which is based on the concept of 'Wellness and Healing Architecture.
' It begins with collecting data from observations in the field, followed by literature study related to the hospital, then conducted a precedent study on the hospital architecture of the heart and blood vessels.
The method used in data processing is in the form of data analysis, synthesis, and transformation.
The results of the design of a heart and blood vessel hospital with the application of three biophilic categories are explained into fourteen criteria for a biophilic design pattern.
The first biophilic category, Nature in the space, is a direct connection with nature.
The two natural analogues are the presence of natural elements in the building.
Finally, nature of the space, identifying something dangerous in nature or the unknown.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT KORBAN HENTI JANTUNG DI LUAR RUMAH SAKIT DI KELURAHAN MARGA RAHAYU KOTA LUBUKLINGGAU
PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT KORBAN HENTI JANTUNG DI LUAR RUMAH SAKIT DI KELURAHAN MARGA RAHAYU KOTA LUBUKLINGGAU
ABSTRAKKasus henti jantung bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Berdasarkan data statistik, sebagian besar serangan jantung terjadi di luar rumah sakit. Akan tetapi pengetahuan...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Gambaran X-Ray Penyakit Jantung Bawaan
Gambaran X-Ray Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan baik pada struktur jantung atau pembuluh darah besar maupun fungsi jantung yang didapat sejak masih berada dalam kandungan. PJB ter...
BALANCED SCORECARD (BSC) : REKAYASA PADA ENTITAS RUMAH SAKIT
BALANCED SCORECARD (BSC) : REKAYASA PADA ENTITAS RUMAH SAKIT
Kesuksesan Rumah Sakit tidak dapat dimotivasi atau diukur dalam jangka pendek dengan model manajemen keuangan tradisional saja. Balanced Scorecard merupakan kerangka kerja baru unt...
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...
Upaya Pencegahan Penyakit Jantung pada Wanita Usia Subur dengan Senam Jantung Sehat
Upaya Pencegahan Penyakit Jantung pada Wanita Usia Subur dengan Senam Jantung Sehat
Mempunyai jantung sehat merupakan impian semua orang, karena dengan jantung sehat akan terhidar dari penyakit jantung dan penyakit berbahaya lainnya. Senam jantung merupakan olahra...
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang diakibatkan tidak mencukupinya suplai darah dan oksigen pada lapisan miokardium jantung akibat penyempitan pembuluh darah kor...

Back to Top