Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KRIOPRESERVASI MATA TUNAS UBI KAYU LOKAL INDONESIA: FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN

View through CrossRef
Kriopreservasi (penyimpanan dalam -198ºC) merupakan pilihan untuk menyimpan dalam jangka panjang bahan tanaman ubi kayu yang selama ini menggunakan “shoot tips” atau “axilary buds” dari planlet in vitro. Penggunaan mata tunas dari batang ubi kayu merupakan yang pertama dan berhasil diregenerasikan menjadi tanaman setelah penyimpanan di tangki nitrogen. Beragam faktor yang mempengaruhi keberhasilan kriopreservasi yaitu jenis bahan tanaman ubi kayu (stek super mini, mata tunas tanpa atau dengan bagian batang, mata tunas belum merekah atau merekah) empat genotip ubi kayu lokal Indonesia (Manggu, Mentega 2, Kristal Merah, Nangka), komposisi larutan krioprotektan 87% gliserol, 5% DMSO atau 10% DMSO sendiri atau dikombinasikan, metoda pencairan (thawing), lama penyimpanan dalam nitrogen cair (45 menit atau 3 minggu) serta metode dan media regenerasi (secara in vitro dengan media MS, di tissue yang dibasahi air atau larutan hara makro MS). Daya hidup tertinggi (40%) adalah mata tunas merekah tanpa bagian batang genotip Manggu dan Nangka yang direndam dalam larutan kombinasi 87% gliserol dan 5% DMSO yang yang dicairkan cepat dalam water bath, dibiakkan pada tissue lembab setelah disimpan dalam nitrogen cair 3 minggu. Hasil penelitian ini mempermudah dan mempersingkat prosedur kriopreservasi bagian tanaman ubi kayu sehingga dapat mendukung pelestarian plasma nutfah dalam jangka panjang.
Title: KRIOPRESERVASI MATA TUNAS UBI KAYU LOKAL INDONESIA: FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN
Description:
Kriopreservasi (penyimpanan dalam -198ºC) merupakan pilihan untuk menyimpan dalam jangka panjang bahan tanaman ubi kayu yang selama ini menggunakan “shoot tips” atau “axilary buds” dari planlet in vitro.
Penggunaan mata tunas dari batang ubi kayu merupakan yang pertama dan berhasil diregenerasikan menjadi tanaman setelah penyimpanan di tangki nitrogen.
Beragam faktor yang mempengaruhi keberhasilan kriopreservasi yaitu jenis bahan tanaman ubi kayu (stek super mini, mata tunas tanpa atau dengan bagian batang, mata tunas belum merekah atau merekah) empat genotip ubi kayu lokal Indonesia (Manggu, Mentega 2, Kristal Merah, Nangka), komposisi larutan krioprotektan 87% gliserol, 5% DMSO atau 10% DMSO sendiri atau dikombinasikan, metoda pencairan (thawing), lama penyimpanan dalam nitrogen cair (45 menit atau 3 minggu) serta metode dan media regenerasi (secara in vitro dengan media MS, di tissue yang dibasahi air atau larutan hara makro MS).
Daya hidup tertinggi (40%) adalah mata tunas merekah tanpa bagian batang genotip Manggu dan Nangka yang direndam dalam larutan kombinasi 87% gliserol dan 5% DMSO yang yang dicairkan cepat dalam water bath, dibiakkan pada tissue lembab setelah disimpan dalam nitrogen cair 3 minggu.
Hasil penelitian ini mempermudah dan mempersingkat prosedur kriopreservasi bagian tanaman ubi kayu sehingga dapat mendukung pelestarian plasma nutfah dalam jangka panjang.

Related Results

ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
Kulit ubi kayu sangat berpotensi dimanfaatkan menjadi pakan dalam rangka pengembangan ternak potensialterutama kelinci. Setiap kilogram ubi kayu dapat menghasilkan 15–20 % kulit um...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Lamongan merupakan daerah yang cukup subur sebagai penghasil polo pendem. Salah satu polo pendem yang cukup banyak di hasilkan di lamongan yaitu ubi jalar. Ubi jalar yang dikenal d...
PENGARUH KLON TERHADAP INTENSITAS HAMA DAN PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) DI LAMPUNG TENGAH
PENGARUH KLON TERHADAP INTENSITAS HAMA DAN PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) DI LAMPUNG TENGAH
Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan tanaman pangan penting di Indonesia, namun setiap tahunnya produksi ubi kayu cenderung menurun yang dapat terjadi akibat faktor hama m...
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
Ubi jalar ungu atau Ipomea batatas var Ayamurasaki merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yang sukses dikembangkan di Indonesia sebagai tanaman pangan. Umbi...
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
ABSTRAK Ubi jalar juga termasuk komoditas yang dapat meningkatkan petani. Ubi jalar juga merupakan kebutuhan pangan yang bersumber karbohidrat dan sumber protein nabati sehingga ...
Pengaruh Jenis Katalis Asam Terhadap Studi Kinetika Proses Hidrolisis Pati Dalam Ubi Kayu
Pengaruh Jenis Katalis Asam Terhadap Studi Kinetika Proses Hidrolisis Pati Dalam Ubi Kayu
Salah satu jenis tanaman pangan yang dikenal di Indonesia diantaranya adalah ubi kayu. Ubi kayu atausingkong merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat (sumber energi). ...

Back to Top