Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbandingan Algoritma K-Means dan K-Medoids untuk Pengelompokan Wilayah pada Pelanggaran Lalu Lintas

View through CrossRef
Dengan banyaknya jumlah kendaraan yang terus meningkat dapat bertambahnya angka tingkat kemacetan. Semakin meningkatnya kemacetan suatu wilayah maka dapat menyebabkan peningkatan pelanggaran, seperti pelanggaran rambu lalu lintas, tidak memakai helm, surat berkendara yang tidak lengkap, melawan arah, dan lainnya. Berbagai cara untuk menertibkan lalu lintas terus dilakukan kepolisian dan dinas perhubungan agar terciptanya kenyamanan dan keselamatan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pola pengelompokan data pelanggaran lalu lintas, memudahkan untuk analisa wilayah mana yang memiliki pelanggaran paling banyak sehingga dapat membuat kebijakan atau aturan untuk mengurangi pelanggaran dan tingkat kecelakaan pun menjadi menurun. Dengan menggunakan tahap Knowledge Discovery in Database (KDD) dalam konsep data mining sebagai metode penelitian. Penelitian ini membandingkan metode algoritma k-means dengan algoritma k-medoids, dengan pengukuran performance menggunakan Dalvies Bouldin Index (DBI). Hasil dari penelitian ini, memiliki kesamaan kelompok cluster yaitu dua, dengan cluster 0 wilayah pelanggaran lalu lintas Menteng, Sawah Besar, Senen, Tanah Abang, Cempaka Putih, Gambir, Johar Baru, dan Pal Merah, serta cluster 1 dengan wilayah Kemayoran. Hasil performance dari kedu metode tersebut, pada model kmedoids memiliki hasil lebih besar disbanding model k-means, sehingga model k-means memiliki hasil yang mendekati 0, yaitu sebesar -0,197  
Title: Perbandingan Algoritma K-Means dan K-Medoids untuk Pengelompokan Wilayah pada Pelanggaran Lalu Lintas
Description:
Dengan banyaknya jumlah kendaraan yang terus meningkat dapat bertambahnya angka tingkat kemacetan.
Semakin meningkatnya kemacetan suatu wilayah maka dapat menyebabkan peningkatan pelanggaran, seperti pelanggaran rambu lalu lintas, tidak memakai helm, surat berkendara yang tidak lengkap, melawan arah, dan lainnya.
Berbagai cara untuk menertibkan lalu lintas terus dilakukan kepolisian dan dinas perhubungan agar terciptanya kenyamanan dan keselamatan lalu lintas.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pola pengelompokan data pelanggaran lalu lintas, memudahkan untuk analisa wilayah mana yang memiliki pelanggaran paling banyak sehingga dapat membuat kebijakan atau aturan untuk mengurangi pelanggaran dan tingkat kecelakaan pun menjadi menurun.
Dengan menggunakan tahap Knowledge Discovery in Database (KDD) dalam konsep data mining sebagai metode penelitian.
Penelitian ini membandingkan metode algoritma k-means dengan algoritma k-medoids, dengan pengukuran performance menggunakan Dalvies Bouldin Index (DBI).
Hasil dari penelitian ini, memiliki kesamaan kelompok cluster yaitu dua, dengan cluster 0 wilayah pelanggaran lalu lintas Menteng, Sawah Besar, Senen, Tanah Abang, Cempaka Putih, Gambir, Johar Baru, dan Pal Merah, serta cluster 1 dengan wilayah Kemayoran.
Hasil performance dari kedu metode tersebut, pada model kmedoids memiliki hasil lebih besar disbanding model k-means, sehingga model k-means memiliki hasil yang mendekati 0, yaitu sebesar -0,197  .

Related Results

PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
<p><em>Aktivitas pasar mempengaruhi kondisi lalu lintas di sekitarnya. Karakteristik lalu lintas pada ruas jalan dan lingkungan yang pada kasus penelitian ini adalah in...
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
Algoritma merupakan akar dari sebuah sistem yang terbentuk dalam dunia pemrograman.Melalui serangkaian cara yang masuk akal dan teratur, sebuah algoritma dapat menyelesaikan suatu ...
Kajian Karakteristik Lalu-Lintas Di Jalan Tol Serta Korelasi Dengan Pola Kecelakaan
Kajian Karakteristik Lalu-Lintas Di Jalan Tol Serta Korelasi Dengan Pola Kecelakaan
Penelitian ini dilakukan dengan membagi rumusan masalah menjadi 2 bagian yaitu bagaimana karakteristik lalu lintas (arus, kecepatan, dan kepadatan) di jalan Tol Jagorawi arah Bogor...
Analisis Klaster terhadap Aktivitas Bongkar Muat Kendaraan di Pelabuhan Patimban Menggunakan K-Means dan K-Medoids
Analisis Klaster terhadap Aktivitas Bongkar Muat Kendaraan di Pelabuhan Patimban Menggunakan K-Means dan K-Medoids
Abstract. Patimban Port is a national strategic port that plays a vital role in supporting vehicle import-export activities in Indonesia. However, variations in the intensity of lo...
Pengaruh Gerak U-Turn pada Bukaan Median terhadap Karakteristik Arus Lalu Lintas di Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani Kabupaten Ketapang
Pengaruh Gerak U-Turn pada Bukaan Median terhadap Karakteristik Arus Lalu Lintas di Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani Kabupaten Ketapang
Jalan Jenderal Ahmad Yani Kabupaten Ketapang merupakan jalan arteri dengan tipe lingkungan yaitu komersial dan terdapat hambatan samping yang berdampak terhadap kinerja lalu lintas...
ANALISIS BANGKITAN PERGERAKAN LALU LINTAS PADA TATA GUNA LAHAN KAWASAN JALAN BOULEVARD MAKASSAR
ANALISIS BANGKITAN PERGERAKAN LALU LINTAS PADA TATA GUNA LAHAN KAWASAN JALAN BOULEVARD MAKASSAR
Pesatnya perkembangan atau pertumbuhan kota Makassar telah mendorong munculnya berbagai bisnis, baik yang dilakukan pribadi maupun kelompok (perusahaan), apabila tumbuh dan tidak t...
PERAN KEPOLISIAN DALAM PENYELESAIAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN MEDIASI PENAL DI WILAYAH KABUPATEN BULELENG
PERAN KEPOLISIAN DALAM PENYELESAIAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN MEDIASI PENAL DI WILAYAH KABUPATEN BULELENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran kepolisian dalam penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas dengan mediasi penal dan faktor-faktor yang menghambat p...

Back to Top