Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rumah adat keraton tanjung raya belitang: eksplorasi etnomatematika

View through CrossRef
Salah satu materi matematika yang wajib dipelajari di sekolah ialah geometri. Namun, masih banyak siswa yang menganggap geometri sulit, sebab jauh dari budaya sekitar. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan hal tersebut yaitu dengan mengaitkan geometri dengan budaya sekitar, salah satunya dengan Rumah adat Keraton Tanjung Raya Belitang. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mendeskripsikan ornamen yang terdapat pada struktur bangunan Rumah Adat Keraton Tanjung Raya Belitang yang mengandung konsep geometri dengan pembelajaran berbasis etnomatematika. Metode penelitian yang digunakan ialah eksploratif deskriptif. Instrumen pegumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh infomasi bahwa Rumah Adat Keraton Tanjung Raya Belitang pada struktur bangunannya mengandung konsep-konsep geometris yang terdiri dari: (1) konsep geometri yang terdiri dari bangun datar 2 dimensi yaitu (persegi, persegi panjang, segitiga), bangun 3 dimensi yaitu (limas, tabung, kerucut, balok) dan besaran sudut, (2) konsep refleksi. Kesimpulannya pembelajaran matematika yang mengintegrasikan budaya lokal menjadikannya lebih bermakna, karena tidak hanya menjadi kebaharuan pembelajaran matematika tetapi juga menumbuhkan apresiasi yang mendalam terhadap warisan budaya sekitar.
Title: Rumah adat keraton tanjung raya belitang: eksplorasi etnomatematika
Description:
Salah satu materi matematika yang wajib dipelajari di sekolah ialah geometri.
Namun, masih banyak siswa yang menganggap geometri sulit, sebab jauh dari budaya sekitar.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan hal tersebut yaitu dengan mengaitkan geometri dengan budaya sekitar, salah satunya dengan Rumah adat Keraton Tanjung Raya Belitang.
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mendeskripsikan ornamen yang terdapat pada struktur bangunan Rumah Adat Keraton Tanjung Raya Belitang yang mengandung konsep geometri dengan pembelajaran berbasis etnomatematika.
Metode penelitian yang digunakan ialah eksploratif deskriptif.
Instrumen pegumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara.
Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian diperoleh infomasi bahwa Rumah Adat Keraton Tanjung Raya Belitang pada struktur bangunannya mengandung konsep-konsep geometris yang terdiri dari: (1) konsep geometri yang terdiri dari bangun datar 2 dimensi yaitu (persegi, persegi panjang, segitiga), bangun 3 dimensi yaitu (limas, tabung, kerucut, balok) dan besaran sudut, (2) konsep refleksi.
Kesimpulannya pembelajaran matematika yang mengintegrasikan budaya lokal menjadikannya lebih bermakna, karena tidak hanya menjadi kebaharuan pembelajaran matematika tetapi juga menumbuhkan apresiasi yang mendalam terhadap warisan budaya sekitar.

Related Results

KAJIAN TERITORIALITAS KERATON KANOMAN
KAJIAN TERITORIALITAS KERATON KANOMAN
Abstrak - Keraton Kanoman merupakan salah satu bangunan yang penting dalam sejarah terbentuknya Kota Cirebon. Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1678, keraton berfungsi sebagai b...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
FUNGSI SOSIOBUDAYA RUMAH ADAT TONGKONAN SUKU TORAJA DI LALIKAN PANGALA’, TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN, INDONESIA
FUNGSI SOSIOBUDAYA RUMAH ADAT TONGKONAN SUKU TORAJA DI LALIKAN PANGALA’, TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN, INDONESIA
  ABSTRAK Rumah Adat Tongkonan merupakan warisan budaya yang dimiliki Suku Toraja di Indonesia dimana ianya menjadi pusat kehidupan sebagai rumah adat yang multifungsi. Secara um...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN ELEMEN FISIK PERMUKIMAN KAWASAN KERATON KANOMAN PADA 1695-2019
PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN ELEMEN FISIK PERMUKIMAN KAWASAN KERATON KANOMAN PADA 1695-2019
Abstrak - Cirebon merupakan salah satu kota yang telah berdiri sejak lama di Nusantara. Kota Cirebon telah ada sebelum Belanda datang. Kota yang ada sejak lama ini mengalami proses...
Pengembangan Minat dan Bakat Siswa di Desa Perkebunan Tanjung Kasau (SDN 10 Perkebunan Tanjung Kasau dan MTS Islamiyah Tanjung Kasau)
Pengembangan Minat dan Bakat Siswa di Desa Perkebunan Tanjung Kasau (SDN 10 Perkebunan Tanjung Kasau dan MTS Islamiyah Tanjung Kasau)
Di Desa Perkebunan Tanjung Kasau, banyak para siswa yang tidak tahu minat dan bakat mereka masing-masing serta sekolah yang kurang aktif dalam melakukan kegiatan pengembangan minat...

Back to Top