Javascript must be enabled to continue!
MEMBELA INTEGRITAS SAHABAT TAFSIR KOMPARATIF KISAH TSA’LABAH IBN HATIB DALAM QS. AL-TAUBAH:75-78
View through CrossRef
Tersebar sebuah kisah populer di masyarakat Islam tentang Tsa’labah ibn Hatib, seorang sahabat Nabi yang menjadi kikir dan munafik saat doanya dikabulkan Allah. Tsa’labah dituduh sebagaisebab turunnya ayat 75 hingga 78 Surah al-Taubah. Kisah ini kerap dimuat di kitab-kitab tafsir dan beberapa kitab hadis. Banyak penulis tidak menanggapi sosok Tsa’labah, melainkan hanyameneruskan riwayat yang terlanjur menyebar. Padahal sahabat Nabi adalah generasi yang dipuji langsung oleh Allah dan rasul-Nya. Serta sosok Tsa’labah memiliki nama baik sebagai pejuangPerang Badr, yang telah dijamin surga oleh Nabi. Artikel singkat ini mencoba mengkritisi diamnya para penulis riwayat dan mengkaji kisah ini dari segi transmisi hikayatnya. Ternyata ditemukanfakta bahwa kisah ini tidaklah benar. Substansi tuduhan kisah ini tidak tepat ditujukan pada Tsa’labah, melainkan membicarakan status munafik secara keseluruhan. Selain itu, analisis inimencoba menyingkap secara sistematis status sahabat sebagai manusia biasa dan batasan keterjagaan kredibilitas mereka di hadapan syariat. Artikel ini juga berusaha membantah pendapatOuzon yang menempatkan para sahabat perawi hadis sebagai manusia biasa yang bisa saja berbuat dosa.
Title: MEMBELA INTEGRITAS SAHABAT TAFSIR KOMPARATIF KISAH TSA’LABAH IBN HATIB DALAM QS. AL-TAUBAH:75-78
Description:
Tersebar sebuah kisah populer di masyarakat Islam tentang Tsa’labah ibn Hatib, seorang sahabat Nabi yang menjadi kikir dan munafik saat doanya dikabulkan Allah.
Tsa’labah dituduh sebagaisebab turunnya ayat 75 hingga 78 Surah al-Taubah.
Kisah ini kerap dimuat di kitab-kitab tafsir dan beberapa kitab hadis.
Banyak penulis tidak menanggapi sosok Tsa’labah, melainkan hanyameneruskan riwayat yang terlanjur menyebar.
Padahal sahabat Nabi adalah generasi yang dipuji langsung oleh Allah dan rasul-Nya.
Serta sosok Tsa’labah memiliki nama baik sebagai pejuangPerang Badr, yang telah dijamin surga oleh Nabi.
Artikel singkat ini mencoba mengkritisi diamnya para penulis riwayat dan mengkaji kisah ini dari segi transmisi hikayatnya.
Ternyata ditemukanfakta bahwa kisah ini tidaklah benar.
Substansi tuduhan kisah ini tidak tepat ditujukan pada Tsa’labah, melainkan membicarakan status munafik secara keseluruhan.
Selain itu, analisis inimencoba menyingkap secara sistematis status sahabat sebagai manusia biasa dan batasan keterjagaan kredibilitas mereka di hadapan syariat.
Artikel ini juga berusaha membantah pendapatOuzon yang menempatkan para sahabat perawi hadis sebagai manusia biasa yang bisa saja berbuat dosa.
Related Results
Avoiding Despicable Morals, namely Miserliness and Hypocrisy Through the Story of Tsa'labah Ibn Hatib Al-Ansari
Avoiding Despicable Morals, namely Miserliness and Hypocrisy Through the Story of Tsa'labah Ibn Hatib Al-Ansari
A popular story spread in Islamic society about Tsa'labah ibn Hatib, a companion of the prophet who became miserly and hypocritical when His prayer was granted by Allah Almighty. T...
Kisah Nabi Adam dan Hawa Prespektif Tafsir Al-Qurthubi
Kisah Nabi Adam dan Hawa Prespektif Tafsir Al-Qurthubi
Abstract: The story of the Qur'an is a medium for conveying moral messages in the context of forming a people who have noble character. The stories in the Al-Qur'an are a method fo...
Treasury Single Account (TSA) and Economicdevelopment in Nigeria: Accounting & Ethical Issues
Treasury Single Account (TSA) and Economicdevelopment in Nigeria: Accounting & Ethical Issues
Economic development indicators with regard to Nigeria as a nation have not been favourable as development indicators of Nigeria in recent times and over the years has shown. The s...
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Implikasi Pendidikan dari Qs. At-Taubah Ayat 122 terhadap Konsep Kampus Mengajar
Implikasi Pendidikan dari Qs. At-Taubah Ayat 122 terhadap Konsep Kampus Mengajar
Abstract. Indonesia is predominantly Muslim, but many people are indifferent to education. This kind of thinking is certainly not in line with the Islamic perspective on education....
ZAKAT DAN FUNGSINYA BAGI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT: KAJIAN TAFSIR EKOMOMI QS. AL-TAUBAH AYAT 103
ZAKAT DAN FUNGSINYA BAGI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT: KAJIAN TAFSIR EKOMOMI QS. AL-TAUBAH AYAT 103
Abstrak
Salah satu ayat yang menjelaskan fungsi zakat adalah Surah al-Taubah ayat 103. Penelitian ini mencoba mengkaji makna dari lafaz ṣadaqah di dalam ayat tersebut serta perban...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
[Muhammad Ibn Abi ‘Amir’s Political Involvement According to The Chronicle Of Ibn Hayyan Al-Qurtubi] Penglibatan Politik Muhammad Ibn Abi ‘Amir Menurut Catatan Ibn Hayyan Al-Qurtubi
[Muhammad Ibn Abi ‘Amir’s Political Involvement According to The Chronicle Of Ibn Hayyan Al-Qurtubi] Penglibatan Politik Muhammad Ibn Abi ‘Amir Menurut Catatan Ibn Hayyan Al-Qurtubi
Abstract
Muhammad ibn Abi ‘Amir was a de facto leader of al-Andalus during the Umayyad rule based in Cordoba. Caliph al-Hakam II had appointed him to hold some political posi...

