Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP CEMARANMIKROBIOLOGIS PADA ABON PINDANG TONGKOL (Euthynnus affinis)

View through CrossRef
Pengolahan ikan pindang menjadi abon merupakan teknologi pangan bertujuan memperpanjang masa simpan. Penambahan kitosan pada abon berfungsi untuk mencegah berkembangnya bakteri Vibrio sp., Proteus sp., dan Pseudomonas sp. Bakteri-bakteri ini hidup di lingkungan berkadar garam tinggi, seperti pada produk ikan pindang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek penambahan kitosan terhadap kuantitas Vibrio sp., Proteus sp., dan Pseudomonas sp. pada olahan ikan pindang tongkol. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap sampel ikan pindang tongkol, abon tanpa kitosan dan abon dengan penambahan 50 mg kitosan. Total plate count (TPC) pada ikan pindang dilaporkan terlalu banyak untuk dihitung (TBUD). TPC pada abon tanpa kitosan dan abon berkitosan adalah kurang dari 2,5 × 102 koloni/ml (g). Nilai ini memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 7690.1:2013 dan hasil ini menunjukkan bahwa pengolahan ikan pindang tongkol menjadi abon serta penambahan kitosan dapat mengurangi cemaran bakteri. Identifikasi bakteri menggunakan media Thiosulfate Citrate Bile Salt Sucrose (TCBS), pengecatan gram dan kit API 20E. Bakteri yang teridentifikasi pada ikan pindang adalah Proteus vulgaris, sedangkan Pseudomonas luteola teridentifikasi pada abon tanpa kitosan. Penambahan kitosan 50 mg didalam abon terbukti mencegah perkembangan bakteri halofilik seperti Vibrio sp., Proteus sp., dan Pseudomonas sp.
Title: PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP CEMARANMIKROBIOLOGIS PADA ABON PINDANG TONGKOL (Euthynnus affinis)
Description:
Pengolahan ikan pindang menjadi abon merupakan teknologi pangan bertujuan memperpanjang masa simpan.
Penambahan kitosan pada abon berfungsi untuk mencegah berkembangnya bakteri Vibrio sp.
, Proteus sp.
, dan Pseudomonas sp.
Bakteri-bakteri ini hidup di lingkungan berkadar garam tinggi, seperti pada produk ikan pindang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek penambahan kitosan terhadap kuantitas Vibrio sp.
, Proteus sp.
, dan Pseudomonas sp.
pada olahan ikan pindang tongkol.
Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap sampel ikan pindang tongkol, abon tanpa kitosan dan abon dengan penambahan 50 mg kitosan.
Total plate count (TPC) pada ikan pindang dilaporkan terlalu banyak untuk dihitung (TBUD).
TPC pada abon tanpa kitosan dan abon berkitosan adalah kurang dari 2,5 × 102 koloni/ml (g).
Nilai ini memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 7690.
1:2013 dan hasil ini menunjukkan bahwa pengolahan ikan pindang tongkol menjadi abon serta penambahan kitosan dapat mengurangi cemaran bakteri.
Identifikasi bakteri menggunakan media Thiosulfate Citrate Bile Salt Sucrose (TCBS), pengecatan gram dan kit API 20E.
Bakteri yang teridentifikasi pada ikan pindang adalah Proteus vulgaris, sedangkan Pseudomonas luteola teridentifikasi pada abon tanpa kitosan.
Penambahan kitosan 50 mg didalam abon terbukti mencegah perkembangan bakteri halofilik seperti Vibrio sp.
, Proteus sp.
, dan Pseudomonas sp.

Related Results

Karakteristik Mutu Dan Pemasaran Ikan Pindang Tongkol di Kota Bogor
Karakteristik Mutu Dan Pemasaran Ikan Pindang Tongkol di Kota Bogor
Pemikiran dasar yang digunakan dalam kajian ini adalah apakah ikan pindang yang selama ini dikonsumsi di wilayah Bogor, masih tergolong ikan pindang yang memiliki mutu baik sesuai ...
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Kil/Organokil-Kitosan ve Kil/Organokil-Trietil Kitosan Nanokompozit Sentezi ve Karakterizasyonu
Bu çalışmada montmorillonite (Mt) kili kullanılarak kil-kitosan, organokil-kitosan, kil-trietil kitosan ve organokil-trietil kitosan nanokompozitleri sentezlenmiş ve karakterizasyo...
Review: Potensi Biopolimer Kitosan Dalam Sistem Penghantaran Obat
Review: Potensi Biopolimer Kitosan Dalam Sistem Penghantaran Obat
Kitosan merupakan polisakarida alami yang bersifat kationik sehingga dapat melekat pada jaringan keras dan lunak. Kitosan diperoleh dari kitin melalui proses deasetilasi dan berasa...
Pemanfaatan Kitosan Cangkang Bekicot Sebagai Adsorben Logam Tembaga (Cu)
Pemanfaatan Kitosan Cangkang Bekicot Sebagai Adsorben Logam Tembaga (Cu)
Cangkang bekicot merupakan limbah yang dapat mencemari lingkungan, salah satu cara untuk mengurangi limbah tersebut adalah dengan mengolahnya menjadi kitosan yang dapat menyerap lo...
Kualitas Sensori Snack Bar dengan Perbedaan Proporsi Kelapa Parut dan Pindang Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis)
Kualitas Sensori Snack Bar dengan Perbedaan Proporsi Kelapa Parut dan Pindang Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis)
Snack bars are bar-shaped products that contain carbohydrates and proteins from flour, nuts, dried fruits, and other ingredients that are processed into whole pieces and combined i...
EFEKTIVITAS KITOSAN CANGKANG KEONG MAS DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT YANG DISEBAKAN VIRUS PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L)
EFEKTIVITAS KITOSAN CANGKANG KEONG MAS DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT YANG DISEBAKAN VIRUS PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L)
Cabai merupakan tanaman perdu dari Famili Solanaceae . Cabaiikaya vitaminiA daniC, niacin,iriboflavin danithiamin, cabai dimanfaatkan sebagai salah satu bumbu masak dan obat –obata...

Back to Top