Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik audiometri pada pasien dengan otitis media supuratif kronis di Poliklinik THT-KL RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah periode Januari 2018–Desember 2019

View through CrossRef
Background: Chronic suppurative otitis media (CSOM) is one of the causes of ear disorders in various countries, especially developing countries. The prevalence of CSOM in Indonesia is 3.8% or an estimated 6.6 million Indonesian population. The purpose of this study was to determine the audiometric characteristics of CSOM patients at the ENT Polyclinic, Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Hospital in the period of 2018-2019. Methods: This research used a retrospective descriptive study design. Sampling was carried out by total sampling, namely every patient who met the research inclusion criteria was included in the research sample. The number of samples used are all descriptive data collected on a predetermined period scale in the research design where the study obtained 70 research samples. Results: There were 33 (47.14%) female and 37 (52.86%) male with CSOM. There were 4 people (5.71%) of CSOM aged ≤ 10 years, 10 (14.29%) aged 11-20 years, 8 (11.43%) aged 21-30 years, 9 (12.86%) aged 31-40 years, 19 (27.14%) aged 41-50 years, 11 (15.71%) aged 51-60 years, 5 (7.14%) aged 61-70 years, 4 (5.71%) aged more than 70 years. Furthermore, 42 people (60%) with CSOM had conductive hearing loss (CHL). 12.86% of patients had sensorineural hearing loss (SNHL), 13 people with CSOM had mild deafness (22.86%), 13 people had moderate deafness (34.29%), 24 people had moderate-severe deafness (28.57%), 20 people had severe deafness (28.6%), 8 people had very severe deafness (11.46%). Conclusion: The proportion of CSOM patients in the ENT polyclinic at RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah from 2018 to 2019, there were more males than females and the highest distribution of CSOM was in the age range of 41-50 years. Conductive deafness is the highest type of hearing loss and judging from the degree of deafness, most people with CSOM have moderate to severe deafness.   Latar Belakang:  Otitis media supuratif kronis (OMSK) merupakan salah satu penyebab gangguan telinga di berbagai negara, terutama negara berkembang. Prevalensi OMSK di Indonesia adalah 3,8% atau diperkirakan sekitar 6,6 juta penduduk Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik audiometri pada penderita OMSK di Poliklinik THT-KL RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah periode 2018-2019. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling yaitu setiap penderita yang memenuhi kriteria inklusi penelitian dimasukkan dalam sampel penelitian. Jumlah sampel yang dipergunakan adalah semua data deskriptif yang terkumpul pada skala periode yang telah ditentukan pada rancangan penelitian dimana pada penelitian didapatkan 70 sampel penelitian. Hasil: Penderita OMSK perempuan sebanyak 33 orang (47,14%) dan penderita OMSK laki-laki sebanyak 37 orang (52,86%). Terdapat 4 orang (5,71%) OMSK berusia ≤ 10 tahun, 10 (14,29%) berusia 11-20 tahun, 8 (11,43%) berusia 21-30 tahun, 9 (12,86%) berusia 31-40 tahun, 19 (27,14%) berusia 41-50 tahun, 11 (15,71%) berusia 51-60 tahun, 5 (7,14%) berusia 61-70 tahun, 4 (5,71%) berusia lebih dari 70 tahun. Lebih lanjut, 42 pasien (60%) dengan OMSK mengalami gangguan pendengaran konduktif. 12,86% pasien mengalami gangguan pendengaran sensorineural, OMSK dengan tuli ringan sebanyak 13 orang (22,86%), tuli sedang 13 orang (34,29%), tuli sedang-berat 24 orang (28,57%), tuli berat 20 orang, tuli berat (28,6%), tuli sangat berat 8 orang (11,46%). Simpulan: Proporsi penderita OMSK di poliklinik THT KL RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2019, laki-laki lebih besar dari pada penderita perempuan dan distribusi OMSK tertinggi pada rentang usia 41-50 tahun. Tuli konduktif merupakan tipe gangguan pendengaran yang paling tinggi dan dilihat dari derajat ketuliannya, penderita OMSK sebagian besar memiliki derajat ketulian sedang-berat.
Title: Karakteristik audiometri pada pasien dengan otitis media supuratif kronis di Poliklinik THT-KL RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah periode Januari 2018–Desember 2019
Description:
Background: Chronic suppurative otitis media (CSOM) is one of the causes of ear disorders in various countries, especially developing countries.
The prevalence of CSOM in Indonesia is 3.
8% or an estimated 6.
6 million Indonesian population.
The purpose of this study was to determine the audiometric characteristics of CSOM patients at the ENT Polyclinic, Prof.
Dr.
I.
G.
N.
G.
Ngoerah Hospital in the period of 2018-2019.
Methods: This research used a retrospective descriptive study design.
Sampling was carried out by total sampling, namely every patient who met the research inclusion criteria was included in the research sample.
The number of samples used are all descriptive data collected on a predetermined period scale in the research design where the study obtained 70 research samples.
Results: There were 33 (47.
14%) female and 37 (52.
86%) male with CSOM.
There were 4 people (5.
71%) of CSOM aged ≤ 10 years, 10 (14.
29%) aged 11-20 years, 8 (11.
43%) aged 21-30 years, 9 (12.
86%) aged 31-40 years, 19 (27.
14%) aged 41-50 years, 11 (15.
71%) aged 51-60 years, 5 (7.
14%) aged 61-70 years, 4 (5.
71%) aged more than 70 years.
Furthermore, 42 people (60%) with CSOM had conductive hearing loss (CHL).
12.
86% of patients had sensorineural hearing loss (SNHL), 13 people with CSOM had mild deafness (22.
86%), 13 people had moderate deafness (34.
29%), 24 people had moderate-severe deafness (28.
57%), 20 people had severe deafness (28.
6%), 8 people had very severe deafness (11.
46%).
Conclusion: The proportion of CSOM patients in the ENT polyclinic at RSUP Prof.
Dr.
I.
G.
N.
G.
Ngoerah from 2018 to 2019, there were more males than females and the highest distribution of CSOM was in the age range of 41-50 years.
Conductive deafness is the highest type of hearing loss and judging from the degree of deafness, most people with CSOM have moderate to severe deafness.
  Latar Belakang:  Otitis media supuratif kronis (OMSK) merupakan salah satu penyebab gangguan telinga di berbagai negara, terutama negara berkembang.
Prevalensi OMSK di Indonesia adalah 3,8% atau diperkirakan sekitar 6,6 juta penduduk Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik audiometri pada penderita OMSK di Poliklinik THT-KL RSUP Prof.
Dr.
I.
G.
N.
G.
Ngoerah periode 2018-2019.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif retrospektif.
Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling yaitu setiap penderita yang memenuhi kriteria inklusi penelitian dimasukkan dalam sampel penelitian.
Jumlah sampel yang dipergunakan adalah semua data deskriptif yang terkumpul pada skala periode yang telah ditentukan pada rancangan penelitian dimana pada penelitian didapatkan 70 sampel penelitian.
Hasil: Penderita OMSK perempuan sebanyak 33 orang (47,14%) dan penderita OMSK laki-laki sebanyak 37 orang (52,86%).
Terdapat 4 orang (5,71%) OMSK berusia ≤ 10 tahun, 10 (14,29%) berusia 11-20 tahun, 8 (11,43%) berusia 21-30 tahun, 9 (12,86%) berusia 31-40 tahun, 19 (27,14%) berusia 41-50 tahun, 11 (15,71%) berusia 51-60 tahun, 5 (7,14%) berusia 61-70 tahun, 4 (5,71%) berusia lebih dari 70 tahun.
Lebih lanjut, 42 pasien (60%) dengan OMSK mengalami gangguan pendengaran konduktif.
12,86% pasien mengalami gangguan pendengaran sensorineural, OMSK dengan tuli ringan sebanyak 13 orang (22,86%), tuli sedang 13 orang (34,29%), tuli sedang-berat 24 orang (28,57%), tuli berat 20 orang, tuli berat (28,6%), tuli sangat berat 8 orang (11,46%).
Simpulan: Proporsi penderita OMSK di poliklinik THT KL RSUP Prof.
Dr.
I.
G.
N.
G.
Ngoerah dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2019, laki-laki lebih besar dari pada penderita perempuan dan distribusi OMSK tertinggi pada rentang usia 41-50 tahun.
Tuli konduktif merupakan tipe gangguan pendengaran yang paling tinggi dan dilihat dari derajat ketuliannya, penderita OMSK sebagian besar memiliki derajat ketulian sedang-berat.

Related Results

Hubungan antara SNP rs3761863 terhadap kejadian reaksi reversal pada pasien MH tipe borderline di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah
Hubungan antara SNP rs3761863 terhadap kejadian reaksi reversal pada pasien MH tipe borderline di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah
Introduction: Reversal reaction (RR) is one of the morbidity burdens for Hansen's disease (MH) patients undergoing multi-drug therapy. Some risk factors for RR include age, stress,...
Profil klinikopatologi karsinoma prostat di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar periode tahun 2017-2020
Profil klinikopatologi karsinoma prostat di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar periode tahun 2017-2020
Background: Prostate cancer or prostate carcinoma is a malignancy that occurs in the cells of the prostate gland and is associated with chronic problems with sexual function, urina...
Mutasi Gen KRAS Ekson 2 Kodon 12 dan 13 Pada Pasien Kanker Kolorektal di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Tahun 2018-2019
Mutasi Gen KRAS Ekson 2 Kodon 12 dan 13 Pada Pasien Kanker Kolorektal di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Tahun 2018-2019
Background: Colorectal cancer is commonly found to be regulated by the KRAS gene mutation. Studies reporting the occurrence of mutations in the KRAS gene in Indonesia are still lim...
Karakteristik Pasien Otitis Media Supuratif Kronik
Karakteristik Pasien Otitis Media Supuratif Kronik
Otitis media supuratif kronis (OMSK) merupakan kondisi inflamasi kronik pada telinga tengah yang ditandai oleh perforasi dari membran timpani dengan keluarnya cairan atau sekret mu...
Hubungan Otitis Media Supuratif Kronik dengan Gangguan Pendengaran
Hubungan Otitis Media Supuratif Kronik dengan Gangguan Pendengaran
Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan salah satu penyebab terjadinya gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran pada OMSK disebabkan karena adanya perforasi pada membran t...
Karakteristik Tatalaksana Pasien Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Benign di RS Sayang Rakyat Makassar
Karakteristik Tatalaksana Pasien Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Benign di RS Sayang Rakyat Makassar
Otitis Media Supuratif Kronik adalah penyakit yang sering ditemukan baik pada orang dewasa maupun anak-anak, terutama tipe benign. Beberapa kasus dapat menyebabkan abses cerebri da...
Prevalensi Krakteristik Pasien OMSK Dewasa dan Anak di RSUD Sayang Rakyat Periode Januari-Desember 2021
Prevalensi Krakteristik Pasien OMSK Dewasa dan Anak di RSUD Sayang Rakyat Periode Januari-Desember 2021
Studi dilakukan di RSUD Sayang Rakyat untuk menyelidiki karakteristik pasien OMSK pada periode Januari-Desember 2021. Penelitian ini ialah penelitian cross-sectional retrospektif d...

Back to Top