Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pelatihan kesehatan jiwa terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien dengan skizofrenia

View through CrossRef
Family work with patients suffering from schizophrenia: the impact of training on psychiatric family’s attitude and knowledgeBackground: Based on data from Puskesmas Sidorejo, in 2015 had 16 cases with 14 people (87.5%) with schizophrenia and 2 people (12.5%) with dementia. In 2016 found 14 cases with schizophrenics, and developed in 2017 into 35 cases with 34 people (97.1%) with schizophrenia and 1 person (2.9%) with dementia, and in 2018 based on the latest data 42 cases with 41 people (97.6%) with Schizophrenia sufferers and 1 person (2.3%) with dementia sufferers.Purpose: To examine family work with patients suffering from schizophrenia: the impact of training on psychiatric family’s attitude and knowledgeMethods: The type of research was quantitative with a quasi-experimental design. The objects in this study are families with mental patients, subjects in this study were knowledge and attitudes before and after health education. The sample were 20 respondent and data collection by questionnaires.Results: The group after being given health education had increase in the level of knowledge with a different of 7,7, with statistical results obtained t-test > t table, 23.106> 1.684, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05), and the group after being given health education had increase in attitude with a different of 26,7, with statistical results obtained t-test > t table, 23.106> 1.684, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05).Conclusion: There was family work with patients suffering from schizophrenia: the impact of training on psychiatric attitude and knowledge.Keywords: Mental health training; Family; Knowledge; Attitude; SchizophreniaLatar Belakang: Berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Sidorejo, pada tahun 2015 ada 16 kasus dengan 14 orang (87,5%) penderita Skizofrenia dan 2 orang (12,5%) dengan dimensia. Tahun 2016 ditemukan 14 kasus dengan penderita Skizofrenia. Pada tahun 2017 berkembang menjadi 35 kasus dengan 34 orang (97,1%) penderita Skizofrenia dan 1 orang (2,9%) dengan dimensia, dan di tahun 2018 berdasarkan data terakhir sebanyak 42 kasus dengan 41 orang (97,6%) dengan penderita Skizofrenia dan 1 orang (2,3%) dengan penderita dimensia.Tujuan: Diketahui pelatihan kesehatan jiwa terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien skizofrenia.Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan jenis rancangan quasi eksperimen, objek dalam penelitian ini keluarga dengan pasien gangguan jiwa, subjek dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah dilakukan pelatihan kesehatan. Sampel sebanyak 20 responden dan pengambilan data dengan kuesioner.Hasil: Berdasarkan hasil diketahui pada kelompok sesudah diberikan pelatihan kesehatan memiliki kenaikan tingkat pengetahuan dengan selisih 7.7, dengan hasil uji statistik didapatkan t-test> t tabel, 23.106> 1.684, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05). Serta pada kelompok sesudah diberikan pelatihan kesehatan memiliki kenaikan sikap dengan selisih 26.7. Hasil uji statistik didapatkan t-test> t tabel, 23.106> 1.684, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05).Simpulan: Ada pengaruh pelatihan kesehatan jiwa terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien skizofrenia. 
Title: Pelatihan kesehatan jiwa terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien dengan skizofrenia
Description:
Family work with patients suffering from schizophrenia: the impact of training on psychiatric family’s attitude and knowledgeBackground: Based on data from Puskesmas Sidorejo, in 2015 had 16 cases with 14 people (87.
5%) with schizophrenia and 2 people (12.
5%) with dementia.
In 2016 found 14 cases with schizophrenics, and developed in 2017 into 35 cases with 34 people (97.
1%) with schizophrenia and 1 person (2.
9%) with dementia, and in 2018 based on the latest data 42 cases with 41 people (97.
6%) with Schizophrenia sufferers and 1 person (2.
3%) with dementia sufferers.
Purpose: To examine family work with patients suffering from schizophrenia: the impact of training on psychiatric family’s attitude and knowledgeMethods: The type of research was quantitative with a quasi-experimental design.
The objects in this study are families with mental patients, subjects in this study were knowledge and attitudes before and after health education.
The sample were 20 respondent and data collection by questionnaires.
Results: The group after being given health education had increase in the level of knowledge with a different of 7,7, with statistical results obtained t-test > t table, 23.
106> 1.
684, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05), and the group after being given health education had increase in attitude with a different of 26,7, with statistical results obtained t-test > t table, 23.
106> 1.
684, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05).
Conclusion: There was family work with patients suffering from schizophrenia: the impact of training on psychiatric attitude and knowledge.
Keywords: Mental health training; Family; Knowledge; Attitude; SchizophreniaLatar Belakang: Berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Sidorejo, pada tahun 2015 ada 16 kasus dengan 14 orang (87,5%) penderita Skizofrenia dan 2 orang (12,5%) dengan dimensia.
Tahun 2016 ditemukan 14 kasus dengan penderita Skizofrenia.
Pada tahun 2017 berkembang menjadi 35 kasus dengan 34 orang (97,1%) penderita Skizofrenia dan 1 orang (2,9%) dengan dimensia, dan di tahun 2018 berdasarkan data terakhir sebanyak 42 kasus dengan 41 orang (97,6%) dengan penderita Skizofrenia dan 1 orang (2,3%) dengan penderita dimensia.
Tujuan: Diketahui pelatihan kesehatan jiwa terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien skizofrenia.
Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan jenis rancangan quasi eksperimen, objek dalam penelitian ini keluarga dengan pasien gangguan jiwa, subjek dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah dilakukan pelatihan kesehatan.
Sampel sebanyak 20 responden dan pengambilan data dengan kuesioner.
Hasil: Berdasarkan hasil diketahui pada kelompok sesudah diberikan pelatihan kesehatan memiliki kenaikan tingkat pengetahuan dengan selisih 7.
7, dengan hasil uji statistik didapatkan t-test> t tabel, 23.
106> 1.
684, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05).
Serta pada kelompok sesudah diberikan pelatihan kesehatan memiliki kenaikan sikap dengan selisih 26.
7.
Hasil uji statistik didapatkan t-test> t tabel, 23.
106> 1.
684, p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05).
Simpulan: Ada pengaruh pelatihan kesehatan jiwa terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien skizofrenia.
 .

Related Results

PSIKOEDUKASI KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN MASALAH HALUSINASI DI PUSKESMAS KEDUNGDORO DAN PUSKESMAS ASEMROWO SURABAYA
PSIKOEDUKASI KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN MASALAH HALUSINASI DI PUSKESMAS KEDUNGDORO DAN PUSKESMAS ASEMROWO SURABAYA
Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau p...
PENGARUH TERAPI KELUARGA TERHADAP DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN DENGAN MASALAH PERILAKU KEKERASAN DI KOTA SURABAYA
PENGARUH TERAPI KELUARGA TERHADAP DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN DENGAN MASALAH PERILAKU KEKERASAN DI KOTA SURABAYA
Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain quasy eksperimen dengan rancangan pre-post test with control group desaign yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi keluarg...
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang bersifat kompleks dan sering kali disertai dengan halusinasi, delusi, serta disfungsi sosial. Meski faktor biologis d...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN
Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena adanya kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku di mana individu tidak mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri...
Pengalaman Perawat Merawat Pasien ODGJ dengan Covid-19 di RSJ Sambang Lihum
Pengalaman Perawat Merawat Pasien ODGJ dengan Covid-19 di RSJ Sambang Lihum
COVID-19 merupakan penyakit menular sehingga diperlukan perawatan khusus terlebih pada pasien ODGJ dengan COVID-19. Penelitian bertujuan mengekplorasi pengalaman perawat dalam mera...
Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Denga Penyakit Jantung Koroner
Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Denga Penyakit Jantung Koroner
PJK adalah penyakit yang terjadi sebagai manifestasi dari penurunan suplai oksigen ke otot jantung sebagai akibat penyempitan atau penyumbatan aliran darah arteri koronaria yang ma...

Back to Top