Javascript must be enabled to continue!
Efektivitas Penyerapan Amonia dalam Metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation
View through CrossRef
Penggunaan metode soybean crude urease calcite precipitation (SCU-CP) untuk perbaikan tanah menghasilkan produk sampingan berupa amonia, yang jika nilainya tinggi dapat memberikan dampak buruk pada lingkungan. Penelitian ini menggunakan zeolite, arang aktif, dan karang sebagai bahan penyerap amonia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bahan yang paling efektif dalam penyerapan amonia dan pengaruhnya saat diaplikasikan pada tanah. Pengujian dilakukan menggunakan dua konsentrasi dan tiga waktu pengadukan untuk semua bahan penyerap. Hasil pengujian menunjukkan penyerapan amonia terbesar terjadi pada arang aktif dengan konsentrasi 0,1 g/ml dan waktu pengadukan 20 menit, dengan nilai penyerapan 62%. Arang aktif disimpulkan memiliki efektivitas penyerapan amonia terbaik dibandingkan dengan zeolite dan karang. Penyiraman larutan aquades sebanyak 5 PV pada sampel dengan arang aktif menghasilkan nilai konsentrasi amonia terkecil sebesar 0,00001500 g/ml yang belum memenuhi baku mutu. Efektivitas penyerapan total yang terukur setelah dilakukan penyiraman pada tanah adalah sebesar 99% dari konsentrasi amonia kontrol. Penggunaan arang aktif terbukti efektif untuk mengurangi konsentrasi amonia saat larutan SCU-CP diaplikasikan pada tanah, meskipun nilainya belum memenuhi baku mutu.
Title: Efektivitas Penyerapan Amonia dalam Metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation
Description:
Penggunaan metode soybean crude urease calcite precipitation (SCU-CP) untuk perbaikan tanah menghasilkan produk sampingan berupa amonia, yang jika nilainya tinggi dapat memberikan dampak buruk pada lingkungan.
Penelitian ini menggunakan zeolite, arang aktif, dan karang sebagai bahan penyerap amonia.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bahan yang paling efektif dalam penyerapan amonia dan pengaruhnya saat diaplikasikan pada tanah.
Pengujian dilakukan menggunakan dua konsentrasi dan tiga waktu pengadukan untuk semua bahan penyerap.
Hasil pengujian menunjukkan penyerapan amonia terbesar terjadi pada arang aktif dengan konsentrasi 0,1 g/ml dan waktu pengadukan 20 menit, dengan nilai penyerapan 62%.
Arang aktif disimpulkan memiliki efektivitas penyerapan amonia terbaik dibandingkan dengan zeolite dan karang.
Penyiraman larutan aquades sebanyak 5 PV pada sampel dengan arang aktif menghasilkan nilai konsentrasi amonia terkecil sebesar 0,00001500 g/ml yang belum memenuhi baku mutu.
Efektivitas penyerapan total yang terukur setelah dilakukan penyiraman pada tanah adalah sebesar 99% dari konsentrasi amonia kontrol.
Penggunaan arang aktif terbukti efektif untuk mengurangi konsentrasi amonia saat larutan SCU-CP diaplikasikan pada tanah, meskipun nilainya belum memenuhi baku mutu.
Related Results
Crude Oil Characterization For Micellar Enhanced Oil Recovery
Crude Oil Characterization For Micellar Enhanced Oil Recovery
Abstract
Chemically enhanced oil recovery depends on the phase and interfacial properties of the crude phase and interfacial properties of the crude Oil-brine-sur...
A novel urease gene structure of Sporosarcina pasteurii with double operons
A novel urease gene structure of Sporosarcina pasteurii with double operons
Abstract
Sporosarcina pasteurii(S. pasteurii) is a soil-derived Gram-positive bacterium that has been used to develop a variety of application scenarios using its efficient...
Soil urease inhibition by various plant extracts
Soil urease inhibition by various plant extracts
Urea is the most popular and widely used nitrogenous fertilizer. High soil urease activity rapidly hydrolyses applied urea to ammonia which contributes to soil nitrogen (N) losses ...
Soybean relay‐cropped with winter camelina reduces biological nitrogen fixation
Soybean relay‐cropped with winter camelina reduces biological nitrogen fixation
AbstractThe contribution of biological nitrogen fixation (BNF) in soybean [Glycine max (L.) Merr.] to plant nutrition and its N credit for the next crop is significant. The amount ...
Kinetics and Mechanism Study of Competitive Inhibition of Jack‐Bean Urease by Baicalin
Kinetics and Mechanism Study of Competitive Inhibition of Jack‐Bean Urease by Baicalin
Baicalin (BA) is the principal component of Radix Scutellariae responsible for its pharmacological activity. In this study, kinetics and mechanism of inhibition by BA against jack‐...
ANALISIS STATISTIK HASIL UJI BANDING NITRIT (NO2-N) DAN AMONIA (NH3-N) DENGAN MENGGUNAKAN UJI DIXON DAN Z-SCORE
ANALISIS STATISTIK HASIL UJI BANDING NITRIT (NO2-N) DAN AMONIA (NH3-N) DENGAN MENGGUNAKAN UJI DIXON DAN Z-SCORE
Keabsahan pengujian dapat dinilai salah satunya melalui uji banding antar laboratorium penguji. Pada kegiatan ini dilakukan pengelolaan data hasil uji banding dalam pengukuran kons...
A Comparative Study on the Modelling of Soybean Particles Based on the Discrete Element Method
A Comparative Study on the Modelling of Soybean Particles Based on the Discrete Element Method
To solve the poor universality in the existing modelling approaches of soybean particles, we proposed a soybean particle modelling approach by combining five, nine, and 13 balls. T...
Transcriptomal dissection of soybean circadian rhythmicity in two geographically, phenotypically and genetically distinct cultivars
Transcriptomal dissection of soybean circadian rhythmicity in two geographically, phenotypically and genetically distinct cultivars
Abstract
Background
In soybean, some circadian clock genes have been identified as loci for maturity traits. However, the effects of these genes on ...

