Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kebutuhan Kelas Menengah terhadap Desain Tas Berbasis Kain Tenun Gedog
View through CrossRef
Abstract— Indonesian society is diverse with various segments. One of the segments relevant to the design of fashion products is the division of the social class structure along with the mapping that accompanies each class. The theory that is often used related to social structure is trickle down, where fashion is considered to originate from the upper class society and is then adopted by the middle and lower classes. Trickle down is applied as a theoretical basis in this research based on the dominance of the upper class as consumers of weaving and weaving-based fashion products, especially Tuban gedog weaving in Indonesia. The methods used are interviews, questionnaires, and visual form experiments through the ATUMICS method. The method above produces bag designs that adopts design trends for the upper class, but with some adjustments for the middle class regarding shape, style, color, detail, and decorative elements. The adjustment is intended to answer the needs of middle class consumers in terms of bag design and function, as well as product selling prices. A survey of bag designs at the end of the study shows that the middle class in Indonesia has a different trend from the upper class so that trickle down is not suitable for consumers in Indonesia.
Keywords: middle class, bag design, gedog weaving
Abstrak— Masyarakat di Indonesia bersifat majemuk dengan beragam segmentasi. Salah satu segmentasi yang relevan dengan desain produk mode adalah adanya pembagian struktur kelas sosial beserta pemetaan yang menyertai masing-masing kelas. Teori yang sering digunakan berkaitan dengan struktur sosial adalah trickle down, dimana mode dianggap berasal dari masyarakat kelas atas kemudian diadopsi oleh kelas menengah dan bawah. Trickle down diterapkan sebagai landasan teori dalam penelitian ini berdasarkan dominasi kelas atas sebagai konsumen tenun dan produk mode berbasis tenun, khususnya tenun gedog Tuban di Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara, kuesioner, dan eksperimen bentuk visual melalui metode ATUMICS. Metode diatas menghasilkan rancangan tas yang mengadopsi tren desain bagi kelas atas, namun dengan beberapa penyesuaian untuk kelas menengah terkait bentuk, gaya, warna, detil, dan elemen dekoratif. Penyesuaian tersebut dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan konsumen kelas menengah dari segi rancangan dan fungsi tas, serta harga jual produk. Survei terhadap rancangan tas pada akhir penelitian menunjukkan bahwa kelas menengah di Indonesia memiliki kecenderungan tren yang berbeda dengan kelas atas sehingga trickle down menjadi kurang sesuai apabila diterapkan untuk konsumen di Indonesia.
Kata kunci: kelas menengah, desain tas, tenun gedog
Title: Analisis Kebutuhan Kelas Menengah terhadap Desain Tas Berbasis Kain Tenun Gedog
Description:
Abstract— Indonesian society is diverse with various segments.
One of the segments relevant to the design of fashion products is the division of the social class structure along with the mapping that accompanies each class.
The theory that is often used related to social structure is trickle down, where fashion is considered to originate from the upper class society and is then adopted by the middle and lower classes.
Trickle down is applied as a theoretical basis in this research based on the dominance of the upper class as consumers of weaving and weaving-based fashion products, especially Tuban gedog weaving in Indonesia.
The methods used are interviews, questionnaires, and visual form experiments through the ATUMICS method.
The method above produces bag designs that adopts design trends for the upper class, but with some adjustments for the middle class regarding shape, style, color, detail, and decorative elements.
The adjustment is intended to answer the needs of middle class consumers in terms of bag design and function, as well as product selling prices.
A survey of bag designs at the end of the study shows that the middle class in Indonesia has a different trend from the upper class so that trickle down is not suitable for consumers in Indonesia.
Keywords: middle class, bag design, gedog weaving
Abstrak— Masyarakat di Indonesia bersifat majemuk dengan beragam segmentasi.
Salah satu segmentasi yang relevan dengan desain produk mode adalah adanya pembagian struktur kelas sosial beserta pemetaan yang menyertai masing-masing kelas.
Teori yang sering digunakan berkaitan dengan struktur sosial adalah trickle down, dimana mode dianggap berasal dari masyarakat kelas atas kemudian diadopsi oleh kelas menengah dan bawah.
Trickle down diterapkan sebagai landasan teori dalam penelitian ini berdasarkan dominasi kelas atas sebagai konsumen tenun dan produk mode berbasis tenun, khususnya tenun gedog Tuban di Indonesia.
Metode yang digunakan adalah wawancara, kuesioner, dan eksperimen bentuk visual melalui metode ATUMICS.
Metode diatas menghasilkan rancangan tas yang mengadopsi tren desain bagi kelas atas, namun dengan beberapa penyesuaian untuk kelas menengah terkait bentuk, gaya, warna, detil, dan elemen dekoratif.
Penyesuaian tersebut dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan konsumen kelas menengah dari segi rancangan dan fungsi tas, serta harga jual produk.
Survei terhadap rancangan tas pada akhir penelitian menunjukkan bahwa kelas menengah di Indonesia memiliki kecenderungan tren yang berbeda dengan kelas atas sehingga trickle down menjadi kurang sesuai apabila diterapkan untuk konsumen di Indonesia.
Kata kunci: kelas menengah, desain tas, tenun gedog.
Related Results
PPPUD DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN TENUN CORAK INSANG DI KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA
PPPUD DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN TENUN CORAK INSANG DI KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA
PPPUD of Product Diversification of Corak Insang Weaving at Kampung Wisata Tenun KhatulistiwaAbstact. Since established on 16th of November 2018 as a woven tourist village area, th...
Kerajinan Kain Tenun Pewarna Alam di Kabupaten Buton (Suatu Strategi Pengembangan)
Kerajinan Kain Tenun Pewarna Alam di Kabupaten Buton (Suatu Strategi Pengembangan)
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data leb...
OTIF KAIN TAIS TIMOR SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN BUSANA PESTA
OTIF KAIN TAIS TIMOR SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN BUSANA PESTA
Kain tenun bagi masyarakat Timor dapat menunjukkan suatu status sosial yang tinggi.Kaum bangsawan Pemilikan biasanya mewariskan kain tenun kepada generasi berikutnya.Kainkain tenun...
Kain Tenun Ikat Sutera dalam Pembuatan Uniform Karyawan Hotel Favor Makassar
Kain Tenun Ikat Sutera dalam Pembuatan Uniform Karyawan Hotel Favor Makassar
ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Desain Uniform Kain Tenun Ikat Sutera Karyawan Hotel Favor Makassar, (2) Teknik pembuatan Uniform Kain Tenun Ikat Sutera Ka...
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
ROJA HAMA-HAMA? TINJAUAN LINGUISTIK TRADISI TENUN ENDE DAN PALU'E (Roja Hama-hama? A Linguistic Review of The Ende and Palu'e Weaving Traditions)
The study of loom technology and textile design structure can reveal connections between weaving traditions similarly to how comparative linguistics reveal connections between ling...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
KARAKTERISTIK DAN PROBLEMATIK PERLINDUNGAN MOTIF LUBENG TENUN TROSO
KARAKTERISTIK DAN PROBLEMATIK PERLINDUNGAN MOTIF LUBENG TENUN TROSO
Motif lubeng merupakan salah satu motif tenun troso yang perlu untuk mendapatkan perhatian dan perlindungan nyata. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan problema...
KAJIAN KAIN TENUN ATBM DENIM INDIGO SASHI-ORI KREASI CRAFT COLLECT PEKALONGAN
KAJIAN KAIN TENUN ATBM DENIM INDIGO SASHI-ORI KREASI CRAFT COLLECT PEKALONGAN
Pengetahuan mengenai tenun di Indonesia sudah sejak lama telah hadir di dalam masyarakat berabad-abad lamanya, pengetahuan yang diadaptasi dari tahapan membuat barang kerajinan den...

