Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Experimential Marketing dan Sosial Media Marketing Sebagai Pengembangan Bisnis Naama Florist

View through CrossRef
Abstract. The handicraft industry is growing rapidly due to the influence of technology and secondary needs that are increasingly becoming a concern. Now handicrafts do not only include gifts and parcels, but can reflect a person's lifestyle and identity. Naama Florist, a business brand in the field of handicrafts, especially flower arrangement products, prioritizes its products, namely flower arrangements from plastic bag waste that have artistic value and the use of waste that has sales value. In developing its products, Naama Florist uses marketing through social media as a strategy to introduce products to the market. Experiential marketing is also used as a strategy to build purchasing interest by arousing customer emotions through the creation of positive experiences through several events. Naama Florist uses the SWOT Analysis method, Porter's Five Forces, Balance Scorecard, Target and Performance, and Boston Consulting Group (BCG) Matrix in evaluating and creating business development strategies.   Abstrak. Industri kerajinan tangan berkembang pesat karena pengaruh teknologi dan kebutuhan sekunder yang kian menjadi perhatian. Kini kerajinan tangan tidak hanya meliputi bingkisan dan hadiah, tetapi dapat mencerminkan gaya hidup dan identitas seseorang. Naama Florist yang merupakan brand usaha di bidang kerajinan tangan khususnya produk bouquet mengutamakan produknya yaitu bouquet bunga limbah kantung plastik yang memiliki nilai seni dan pemanfaatan limbah yang memiliki nilai jual. Dalam pengembangan produknya, Naama Florist menggunakan social media marketing sebagai strategi untuk memperkenalkan produk kepada pasar. Experiential marketing juga digunakan sebagai strategi untuk membangun minat beli dengan menginspirasi emosi pelanggan melalui penciptaan pengalaman positif melalui beberapa event. Naama Florist menggunakan metode SWOT Analysis, Porter’s Five Forces, Balance Scorecard, Target and Perfomance, dan Boston Consulting Group (BCG) Matrix dalam mengevaluasi dan membuat strategi pengembangan bisnis.  
Title: Implementasi Experimential Marketing dan Sosial Media Marketing Sebagai Pengembangan Bisnis Naama Florist
Description:
Abstract.
The handicraft industry is growing rapidly due to the influence of technology and secondary needs that are increasingly becoming a concern.
Now handicrafts do not only include gifts and parcels, but can reflect a person's lifestyle and identity.
Naama Florist, a business brand in the field of handicrafts, especially flower arrangement products, prioritizes its products, namely flower arrangements from plastic bag waste that have artistic value and the use of waste that has sales value.
In developing its products, Naama Florist uses marketing through social media as a strategy to introduce products to the market.
Experiential marketing is also used as a strategy to build purchasing interest by arousing customer emotions through the creation of positive experiences through several events.
Naama Florist uses the SWOT Analysis method, Porter's Five Forces, Balance Scorecard, Target and Performance, and Boston Consulting Group (BCG) Matrix in evaluating and creating business development strategies.
  Abstrak.
Industri kerajinan tangan berkembang pesat karena pengaruh teknologi dan kebutuhan sekunder yang kian menjadi perhatian.
Kini kerajinan tangan tidak hanya meliputi bingkisan dan hadiah, tetapi dapat mencerminkan gaya hidup dan identitas seseorang.
Naama Florist yang merupakan brand usaha di bidang kerajinan tangan khususnya produk bouquet mengutamakan produknya yaitu bouquet bunga limbah kantung plastik yang memiliki nilai seni dan pemanfaatan limbah yang memiliki nilai jual.
Dalam pengembangan produknya, Naama Florist menggunakan social media marketing sebagai strategi untuk memperkenalkan produk kepada pasar.
Experiential marketing juga digunakan sebagai strategi untuk membangun minat beli dengan menginspirasi emosi pelanggan melalui penciptaan pengalaman positif melalui beberapa event.
Naama Florist menggunakan metode SWOT Analysis, Porter’s Five Forces, Balance Scorecard, Target and Perfomance, dan Boston Consulting Group (BCG) Matrix dalam mengevaluasi dan membuat strategi pengembangan bisnis.
 .

Related Results

Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Pemasaran Sosial Bagi Remaja
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Pemasaran Sosial Bagi Remaja
Adolescent face very vulnerable period of transition from childhood to adulthood. Because adolescents do not have enough knowledge and awareness to get through this transition, ado...
Dampak Media Sosial Dikalangan Remaja
Dampak Media Sosial Dikalangan Remaja
Media sosial menjadi sangat identik dengan kehidupan remaja masa kini. Kehadiran media sosial sendiri telah mengubah gaya hidup remaja saat ini mulai dari pergaulan,gaya hidup dan...
Aplikasi Digital Marketing Public Relations Miracle Mates
Aplikasi Digital Marketing Public Relations Miracle Mates
Abstract. Digital marketing is currently one of the most popular Marketing media to support various activities. The goal is to use advertising to promote and sell products through ...
BUSINESS MODEL CANVAS
BUSINESS MODEL CANVAS
model bisnis berfokus pada akuisisi nilai, sementara strategi bisnis menekankan pada pelestarian keunggulan bersaing yang lebih luas. Di perusahaan, model bisnis merupakan arsitekt...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...

Back to Top