Javascript must be enabled to continue!
DARI WUJUDIYAH KE MA’RIFAH: GENEOLOGI TASAWUF HAMZAH FANSURI
View through CrossRef
Secara umum, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri disebut sebagai ajaran Wujǔdiyah. Secara geneologi, kata wujǔdiyah tidak ditemukan dalam karya-karya Hamzah Fansuri. Kata tersebut justru pertama sekali disebutkan dalam tulisan-tulisan Nũr Al-Dîn Al-Rânirî sebagai “tudingan sesat” atas ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Secara ontologi, kata wujǔdiyah justru sering dikaitkan dengan ajaran waḥdatul wujúd-nya Ibnu Arabi. Terakhir, kata wujǔdiyah kemudian menjadi “terma baku” yang digunakan oleh para pengkaji Hamzah Fansuri, baik yang mendukung maupun yang menolak ajarannya. Hanya saja dalam artikel ini penulis mencoba menolak menyematkan kata wujǔdiyah dan menawarkan kata ma’rifah bagi ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Menurut penulis, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri lebih layak disebut sebagai ma’rifah, daripada wujǔdiyah. Karena kata wujǔdiyah tidak ditemukan basis geneologi, maupun terma ontologi, epistemologi dan aksiologi-nya dalam ajaran tasawuf Hamzah Fansuri.
Title: DARI WUJUDIYAH KE MA’RIFAH: GENEOLOGI TASAWUF HAMZAH FANSURI
Description:
Secara umum, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri disebut sebagai ajaran Wujǔdiyah.
Secara geneologi, kata wujǔdiyah tidak ditemukan dalam karya-karya Hamzah Fansuri.
Kata tersebut justru pertama sekali disebutkan dalam tulisan-tulisan Nũr Al-Dîn Al-Rânirî sebagai “tudingan sesat” atas ajaran tasawuf Hamzah Fansuri.
Secara ontologi, kata wujǔdiyah justru sering dikaitkan dengan ajaran waḥdatul wujúd-nya Ibnu Arabi.
Terakhir, kata wujǔdiyah kemudian menjadi “terma baku” yang digunakan oleh para pengkaji Hamzah Fansuri, baik yang mendukung maupun yang menolak ajarannya.
Hanya saja dalam artikel ini penulis mencoba menolak menyematkan kata wujǔdiyah dan menawarkan kata ma’rifah bagi ajaran tasawuf Hamzah Fansuri.
Menurut penulis, ajaran tasawuf Hamzah Fansuri lebih layak disebut sebagai ma’rifah, daripada wujǔdiyah.
Karena kata wujǔdiyah tidak ditemukan basis geneologi, maupun terma ontologi, epistemologi dan aksiologi-nya dalam ajaran tasawuf Hamzah Fansuri.
Related Results
Perspektif Hamka Tentang Urgensi Pendidikan Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern
Perspektif Hamka Tentang Urgensi Pendidikan Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian penulis terkait beragamnya nestapa yang dialami masyarakat modern, di mana masyarakat dewasa ini telah mengalami kehampaan spiritual ...
A Newly Discovered Manuscript: Second Version of Syarh Rubai of Hamzah Fansuri Written by Syamsuddin Al Sumatrani
A Newly Discovered Manuscript: Second Version of Syarh Rubai of Hamzah Fansuri Written by Syamsuddin Al Sumatrani
In the paper we provide a report on the discovery of a manuscript containing Syarh Rubai of Hamzah Fansuri written by his disciple Syamsuddin Al Sumatrani, which was found in the M...
Hamzah Fansuri’s Philosophical Sufism: <i>Wujūdiyyah</i>, the Metaphysics of Creation, and Mystical <i>Taraqqī </i>as an Integrated System of Thought
Hamzah Fansuri’s Philosophical Sufism: <i>Wujūdiyyah</i>, the Metaphysics of Creation, and Mystical <i>Taraqqī </i>as an Integrated System of Thought
This article explores the philosophical Sufism of Hamzah Fansuri by examining the internal coherence of his thought rather than treating its elements as isolated doctrines. The dis...
TASAWUF DALAM SOROTAN EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI
TASAWUF DALAM SOROTAN EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI
Aspek ajaran Islam seringkali dibagi secara dikotomis menjadi aspek syari’at dan hakikat. Aspek syari’at adalah ajaran yang bersumber dari al-Qur’an dan sunnah berkenaan deng...
Semantic Domain of Being in Hamzah Fansuri’s “Sidang Fakir Empunya Kata” Poem
Semantic Domain of Being in Hamzah Fansuri’s “Sidang Fakir Empunya Kata” Poem
Writing poetry is inseparable from the field of meaning contained in each word used by the author. Among the many types of meaning fields, ‘being’ is one of most often used by Hamz...
Urgensi Ilmu Tasawuf di Indonesia
Urgensi Ilmu Tasawuf di Indonesia
Kajian penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa gejolak konflik tentang perkembangan tasawuf di Indonesia. Banyak yang bilang perkembangan tasawuf dimulai dari India, d...
EKSPRESI AMIR HAMZAH DAN CHAIRIL ANWAR DALAM PUISI-PUISI PERCINTAAN (The Expression of Amir Hamzah and Chairil Anwar in Romantic-Poetry)
EKSPRESI AMIR HAMZAH DAN CHAIRIL ANWAR DALAM PUISI-PUISI PERCINTAAN (The Expression of Amir Hamzah and Chairil Anwar in Romantic-Poetry)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kekasih dalam puisi Amir Hamzah “Dalam Matamu” dan puisi Chairil Anwar “Sajak Putih” serta konsep pengkhianatan kekasih dalam puisi...
Epistemologi Tasawuf Hamzah Fansuri dalam Kitab Sharb Al-Ashîqîn
Epistemologi Tasawuf Hamzah Fansuri dalam Kitab Sharb Al-Ashîqîn
The highest knowledge of the Sufis is ma'rifah which is obtained through disciplinary practice, through riyadhah and mujahada which are here referred to as Sufi epistemology. These...

