Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Faktor-Faktor yang Berperan terhadap Terjadinya Lipodistrofi pada Pasien HIV yang Mendapatkan Terapi Antiretroviral Lini Pertama

View through CrossRef
Pendahuluan. Seiring dengan perkembangan antiretroviral, harapan hidup pasien HIV terus meningkat namun menjadi rentan terhadap efek samping pengobatan. Salah satu efek samping pengobatan adalah sindrom lipodistrofi, meliputi lipoatrofi, lipohipertrofi, atau gabungan keduanya. Faktor risiko yang dikaitkan dengan lipodistrofi pada HIV adalah usia, jenis kelamin, lama terapi antiretroviral, CD4 awal, Stadium HIV, dan pemakaian Stavudin. Belum ada publikasi di Indonesia yang meneliti kejadian lipodistrofi pada populasi pasien HIV yang mendapat terapi ARV lini pertama serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kejadian lipodistrofi pada pasien HIV dalam terapi ARV lini pertama berbasis Stavudin dan Zidovudin minimal 6 bulan serta faktor-faktor yang memengaruhinya yang berobat di Pokdisus RSCM.Metode. Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang dan kasus kontrol untuk mengetahui prevalensi lipodistrofi pada pasien HIV dengan ARV lini pertama serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Analisis statistik menggunakan uji chi square atau uji Kolmogrof Smirnoff untuk mendapatkan hubungan antara masing-masing faktor risiko dengan terjadinya lipodistrofi. Analisis multivariat dilakukan dengan regresi logistik.Hasil. Sebanyak 346 pasien terlibat dalam penelitian ini. Didapatkan prevalensi lipodistrofi sebesar 27,5%, dengan rincian 70,5% lipoatrofi, 8,4% lipohipertrofi, dan 21,1% gabungan keduanya. Lokasi lipoatrofi terbanyak di daerah wajah. Prevalensi lipodistrofi pada subjek yang menggunakan Stavudin sebesar 43.3%, dan Zidovudin sebesar 10,7%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian lipodistrofi adalah penggunaan Stavudin [p= <0,001; adjusted OR 5,34 IK95% (2,59 – 10.98)].Simpulan. Didapatkan prevalensi Lipodistrofi pada pasien HIV yang mendapatkan terapi ARV lini pertama adalah 27.5%, dan didapatkan hubungan antara kejadian lipodistrofi pada pasien HIV dengan penggunaan Stavudin.
Title: Faktor-Faktor yang Berperan terhadap Terjadinya Lipodistrofi pada Pasien HIV yang Mendapatkan Terapi Antiretroviral Lini Pertama
Description:
Pendahuluan.
Seiring dengan perkembangan antiretroviral, harapan hidup pasien HIV terus meningkat namun menjadi rentan terhadap efek samping pengobatan.
Salah satu efek samping pengobatan adalah sindrom lipodistrofi, meliputi lipoatrofi, lipohipertrofi, atau gabungan keduanya.
Faktor risiko yang dikaitkan dengan lipodistrofi pada HIV adalah usia, jenis kelamin, lama terapi antiretroviral, CD4 awal, Stadium HIV, dan pemakaian Stavudin.
Belum ada publikasi di Indonesia yang meneliti kejadian lipodistrofi pada populasi pasien HIV yang mendapat terapi ARV lini pertama serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kejadian lipodistrofi pada pasien HIV dalam terapi ARV lini pertama berbasis Stavudin dan Zidovudin minimal 6 bulan serta faktor-faktor yang memengaruhinya yang berobat di Pokdisus RSCM.
Metode.
Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang dan kasus kontrol untuk mengetahui prevalensi lipodistrofi pada pasien HIV dengan ARV lini pertama serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Analisis statistik menggunakan uji chi square atau uji Kolmogrof Smirnoff untuk mendapatkan hubungan antara masing-masing faktor risiko dengan terjadinya lipodistrofi.
Analisis multivariat dilakukan dengan regresi logistik.
Hasil.
Sebanyak 346 pasien terlibat dalam penelitian ini.
Didapatkan prevalensi lipodistrofi sebesar 27,5%, dengan rincian 70,5% lipoatrofi, 8,4% lipohipertrofi, dan 21,1% gabungan keduanya.
Lokasi lipoatrofi terbanyak di daerah wajah.
Prevalensi lipodistrofi pada subjek yang menggunakan Stavudin sebesar 43.
3%, dan Zidovudin sebesar 10,7%.
Faktor yang berhubungan dengan kejadian lipodistrofi adalah penggunaan Stavudin [p= <0,001; adjusted OR 5,34 IK95% (2,59 – 10.
98)].
Simpulan.
Didapatkan prevalensi Lipodistrofi pada pasien HIV yang mendapatkan terapi ARV lini pertama adalah 27.
5%, dan didapatkan hubungan antara kejadian lipodistrofi pada pasien HIV dengan penggunaan Stavudin.

Related Results

Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Pendahuluan. Pada negara dengan keterbatasan sumber daya, pengukuran viral load (VL) sebagai prediktor efektivitas terapi antiretroviral (ARV) tidak selalu mudah untuk diakses oleh...
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
Capítulo 6 – HIV-AIDS, como tratar, o que fazer e o que não fazer durante o tratamento?
A infecção pelo vírus do HIV pode ocorrer de diversas maneiras, tendo sua principal forma a via sexual por meio do sexo desprotegido. O vírus do HIV fica em um período de incubação...
Laboratory-based Evaluation of Wondfo HIV1/2 Rapid Test Kits in the Gambia, December 2020
Laboratory-based Evaluation of Wondfo HIV1/2 Rapid Test Kits in the Gambia, December 2020
Background: HIV rapid diagnosis in The Gambia is mainly done using Determine HIV-1/2 and First Response HIV 1.2.0 or SD Bioline HIV-1/2 3.0 for screening and sero-typing of HIV res...
Impact of HIV/AIDS scale-up on non-HIV priority services in Nyanza Province, Kenya
Impact of HIV/AIDS scale-up on non-HIV priority services in Nyanza Province, Kenya
Background: The HIV pandemic has attracted unprecedented scale-up in resources to curb its escalation and manage those afflicted. Although evidence from developing countries sugges...
Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat Ribka Saktiana Pasaribu
Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat Ribka Saktiana Pasaribu
Latar belakang Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan anal...
EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ANTIDIABETIK ORAL PASIEN DMT 2 DI RS X KOTA BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2022
EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ANTIDIABETIK ORAL PASIEN DMT 2 DI RS X KOTA BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2022
Tingginya jumlah pasien diabetes melitus tipe 2 menimbulkan beban biaya yang sangat besar. Berdasarkan data laporan tahunan Rumah Sakit X, diabetes melitus tipe 2 termasuk dalam 10...

Back to Top