Javascript must be enabled to continue!
Konstruksi Gender Pada Film Perempuan Berkalung Sorban
View through CrossRef
Film Perempuan berkalung sorban ialah film drama romantis yang bertema nuansa Islami dari Indonesia yang ditayangkan pada tahun 2009, disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini bersumber pada novel bertajuk pada tahun 2001 yang ditulis oleh Abidah El Khalieqy, perempuan asal Jombang, Jawa Timur. Novel tersebut diadaptasikan menjadi suatu naskah film oleh Ginatri S. Noer serta Hanung Bramantyo. Film ini menyajikan latar tradisi suatu sekolah pesantren di Jawa Timur yang cenderung mempraktikkan tradisi konservatif terhadap perempuan serta kehidupan modern. Film ini dibawakan dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa, serta pula terkadang bahasa Arab yang kerap digunakan disekolah pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha mengungkapkan fakta-fakta tentang konstruksi dan pemaknaan gender yang dikaitkan dengan budaya jawa yang ditemukan pada saat itu dengan film perempuan berkalung sorban tanpa menggunakan statistika. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan konstruksi gender dalam film tersebut. Rumah bukanlah kodrat perempuan akan tetapi tradisi semua orang. Bertanggung jawab tidaklah harus melakukan pekerjaan itu sendiri urusan rumah tangga banyak sekali dan tangan perempuan hanya dua, kiri dan kanan. Tradisi menghadiahi budak kepada istri adalah budaya umum, mungkin di jaman sekarang, seorang suami harus menghadiahi seorang atau beberapa pekerja rumah tangga untuk istrinya. Jika suami tidak mampu memberinya seorang pembantu rumah tangga, maka suami harus mau turun tangann sendri membantu istrinya, seperti memasak, mencuci dan mengurus anak, termasuk sebagian dari nafkah yang harus dipenuhi suami.
CV. Pusdikra Mitra Jaya
Title: Konstruksi Gender Pada Film Perempuan Berkalung Sorban
Description:
Film Perempuan berkalung sorban ialah film drama romantis yang bertema nuansa Islami dari Indonesia yang ditayangkan pada tahun 2009, disutradarai oleh Hanung Bramantyo.
Film ini bersumber pada novel bertajuk pada tahun 2001 yang ditulis oleh Abidah El Khalieqy, perempuan asal Jombang, Jawa Timur.
Novel tersebut diadaptasikan menjadi suatu naskah film oleh Ginatri S.
Noer serta Hanung Bramantyo.
Film ini menyajikan latar tradisi suatu sekolah pesantren di Jawa Timur yang cenderung mempraktikkan tradisi konservatif terhadap perempuan serta kehidupan modern.
Film ini dibawakan dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa, serta pula terkadang bahasa Arab yang kerap digunakan disekolah pesantren.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha mengungkapkan fakta-fakta tentang konstruksi dan pemaknaan gender yang dikaitkan dengan budaya jawa yang ditemukan pada saat itu dengan film perempuan berkalung sorban tanpa menggunakan statistika.
Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan konstruksi gender dalam film tersebut.
Rumah bukanlah kodrat perempuan akan tetapi tradisi semua orang.
Bertanggung jawab tidaklah harus melakukan pekerjaan itu sendiri urusan rumah tangga banyak sekali dan tangan perempuan hanya dua, kiri dan kanan.
Tradisi menghadiahi budak kepada istri adalah budaya umum, mungkin di jaman sekarang, seorang suami harus menghadiahi seorang atau beberapa pekerja rumah tangga untuk istrinya.
Jika suami tidak mampu memberinya seorang pembantu rumah tangga, maka suami harus mau turun tangann sendri membantu istrinya, seperti memasak, mencuci dan mengurus anak, termasuk sebagian dari nafkah yang harus dipenuhi suami.
.
Related Results
ANALISIS WACANA KRITIS NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN: KAJIAN FEMINISME
ANALISIS WACANA KRITIS NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN: KAJIAN FEMINISME
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan lebih detil tentang profil gender dan identitas gender, peran gender dan relasi gender, dan jenis ideologi gender dan ketidakadilan gender. P...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
<p>Penelitian berjudul “Mitos Tokoh Perempuan Lakon Abdulmuluk Jauhari Teater Dulmuluk Tunas Harapan” ini menganalisis tentang tokoh perempuan yang dimainkan oleh aktor laki-...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER DALAM PRAKTIK PERDAGANGAN PEREMPUAN PADA NOVEL MIMI LAN MINTUNA [Representation of Gender Injustice in Women's Trafficking Practices in the Mimi lan Mintuna Novel]
REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER DALAM PRAKTIK PERDAGANGAN PEREMPUAN PADA NOVEL MIMI LAN MINTUNA [Representation of Gender Injustice in Women's Trafficking Practices in the Mimi lan Mintuna Novel]
The practice of trafficking in women is still a phenomenon in various countries, including Indonesia. In fact, this problem has been raised into the literary work, Remi Silado's Mi...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Perubahan Peran Perempuan pada Sektor Pertanian di Desa Tandawang
Perubahan Peran Perempuan pada Sektor Pertanian di Desa Tandawang
Sektor pertanian identik dengan kekuatan fisik laki-laki. Namun, dengan berjalannya waktu banyak perempuan yang bekerja di sektor pertanian. Padahal, perempuan mendapat stereotype ...
POWER PEREMPUAN DALAM TRADISI MUSIK BECANANG DI BENER MERIAH
POWER PEREMPUAN DALAM TRADISI MUSIK BECANANG DI BENER MERIAH
This study aims to identify and examine the existence and role of women in the bronze musical tradition: becanang in Bener Meriah. The extent of the role of men in Aceh, including ...

