Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penguat Kelas D tanpa Tapis untuk Subwoofer

View through CrossRef
Pada penelitian ini dirancang penguat kelas D tanpa tapis untuk subwoofer berdasarkan teori-teori dan perhitungan-perhitungan elektronika. Penguat kelas D tanpa tapis mempunyai rugi-rugi daya lebih kecil dan dimensi rangkaian lebih kecil daripada penguat kelas D tradisional. Penguat ini terdiri dari untai pembanding, pembangkit gelombang segitiga, dan penguat daya yang bekerja sebagai pensakelaran. Subwoofer mempunyai kemampuan menghasilkan gelombang suara yang sangat rendah dan membutuhkan daya penggerak cukup besar. Penguat kelas D tanpa tapis untuk subwoofer ini dirancang untuk mempunyai tanggapan frekuensi 20 Hz-200 Hz dengan daya ±35 W dan mempunyai penguatan tegangan sebesar 15 kali pada beban 8 ?. Hasil perancangan diukur dengan menggunakan Circuit Maker. Hasil pengukuran menunjukkan daya penguat sebesar 35,9 W saat arus masukan 1,7 A dan penguatan tegangan 14,9 kali pada masukan maksimal 2 V dan mampu menghasilkan gelombang suara 200 Hz ke bawah.
Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Title: Penguat Kelas D tanpa Tapis untuk Subwoofer
Description:
Pada penelitian ini dirancang penguat kelas D tanpa tapis untuk subwoofer berdasarkan teori-teori dan perhitungan-perhitungan elektronika.
Penguat kelas D tanpa tapis mempunyai rugi-rugi daya lebih kecil dan dimensi rangkaian lebih kecil daripada penguat kelas D tradisional.
Penguat ini terdiri dari untai pembanding, pembangkit gelombang segitiga, dan penguat daya yang bekerja sebagai pensakelaran.
Subwoofer mempunyai kemampuan menghasilkan gelombang suara yang sangat rendah dan membutuhkan daya penggerak cukup besar.
Penguat kelas D tanpa tapis untuk subwoofer ini dirancang untuk mempunyai tanggapan frekuensi 20 Hz-200 Hz dengan daya ±35 W dan mempunyai penguatan tegangan sebesar 15 kali pada beban 8 ?.
Hasil perancangan diukur dengan menggunakan Circuit Maker.
Hasil pengukuran menunjukkan daya penguat sebesar 35,9 W saat arus masukan 1,7 A dan penguatan tegangan 14,9 kali pada masukan maksimal 2 V dan mampu menghasilkan gelombang suara 200 Hz ke bawah.

Related Results

Penguat Jembatan sebagai Pengganda Daya Penguat
Penguat Jembatan sebagai Pengganda Daya Penguat
Penguat audio mempunyai daya maksimual tertentu karena besar tegangan atau arus keluaran terbatas pada suatu nilai tertentu. Tegangan keluaran maksimum terbatas pada besar tegangan...
Introduction to Lampung Tapis: a Variety of Beautiful Culture From Indonesia
Introduction to Lampung Tapis: a Variety of Beautiful Culture From Indonesia
Lampung Tapis is a traditional Indonesian fabric that reflects the rich culture of the people of Lampung. Decorated with gold thread embroidery, Tapis symbolises aesthetic values, ...
Multiple Output Buck Converter (SIMO) Untuk Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguat Terpisah Berbasis Fuzzy Logic Control
Multiple Output Buck Converter (SIMO) Untuk Pengaturan Kecepatan Motor DC Penguat Terpisah Berbasis Fuzzy Logic Control
Motor DC merupakan suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi kinetik. Perangkat ini dapat disebut sebagai Motor Arus Searah dan perangkat ini memi...
Kajian Pengembangan Ekosistem IKM Tapis Lampung Melalui Penerapan Design Thinking
Kajian Pengembangan Ekosistem IKM Tapis Lampung Melalui Penerapan Design Thinking
Tapis adalah salah satu kerajinan kain Indonesia yang bernilai seni dan estetika tinggi dari wilayah Lampung. Industri kecil menengah (IKM) Tapis Lampung memiliki potensi besar seb...
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning Terhadap Kesadaran Metakognisi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Larutan Penyangga
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning Terhadap Kesadaran Metakognisi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Larutan Penyangga
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Contextual Teaching and Learning terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar siswa pada materi larutan penyangga. ...
MANAJEMEN DAN INTERAKSI SISWA DALAM KELAS
MANAJEMEN DAN INTERAKSI SISWA DALAM KELAS
Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan prinsip-prinsip manajemen kelas, pendekatan dalam manajemen kelas, dan kondisi fisik kelas. Prinsip-prinsip manajamen k...
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA BABUL MAGHFIRAH
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA BABUL MAGHFIRAH
Proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru mengakibatkan siswa menjadi sangat pasif pada saat proses berlangsung. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yan...
Perancangan Crossover Dua Jalur Pasif dan Aktif Orde Dua
Perancangan Crossover Dua Jalur Pasif dan Aktif Orde Dua
Sirkuit crossover pasif terdiri dari komponen pasif (induktor dan kapasitor) yang tidak mempunyai penguatan daya. Sirkuit crossover aktif terdiri dari komponen pasif (resistor dan ...

Back to Top