Javascript must be enabled to continue!
STRATEGI PENGEMBANGAN SULAM BAYANG
View through CrossRef
<p><em>This research was conducted using descriptive method to analyze and interpret the condition or condition of shadow embroidery industry barung barung balantai so that policy can be taken. The result of this research is shadow embroidery artisans must maximize social media for promotion, improve good relationship with local government in the form of continuous cooperation in order to maximize the existing potential in the shadow embroidery, utilize existing skilled manpower to do the coaching on the craftsmen so that the amount increases to increase production capacity and there is cutting time in the work, cooperating with other industries that support shadow embroidery such as bags, shoes, etc. through local government, making a joint container or a kind of shadow embroidery union can be a cooperative institution, marketing institutions or other institutions, increasing skill of craftsmen in processing materials embroidery and skill from the owner in managing his group facing competition with other products, as well as increasing the use of technology in the design and development of motives.</em></p><p><em><br /></em></p><p>Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis dan menginterprestasikan keadaan atau kondisi industri sulam bayangan barung barung balantai sehingga dapat diambil kebijakan. Hasil penelitian ini pengrajin sulam bayangan harus memaksimalkan media sosial untuk promosi, meningkatkan hubungan baik dengan pemerintah daerah berupa kerjasama yang kontinue guna memaksimalkan potensi yang ada pada sulam bayangan, memanfaatkan tenaga terampil yang ada untuk melakukan pembinaan pada pengrajin sehingga jumlahnya bertambah agar kapasitas produksi meningkat dan ada pemangkasan waktu dalam pengerjaan, menjalin kerjasama dengan industri lain yang mendukung sulam bayangan seperti tas, sepatu, dll melalui pemerintah daerah, membuat wadah bersama atau semacam persatuan sulam bayangan bisa berupa lembaga koperasi, lembaga pemasaran ataupun lembaga lainnya, meningkatkan skill pengrajin dalam mengolah bahan sulam dan skill dari pemilik dalam mengelola kelompoknya menghadapi persaingan dengan produk lain, serta meningkatkan penggunaan teknologi dalam desain dan pengembangan motif.</p><p><em><br /></em></p>
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi - LLDIKTI - Wilayah X
Title: STRATEGI PENGEMBANGAN SULAM BAYANG
Description:
<p><em>This research was conducted using descriptive method to analyze and interpret the condition or condition of shadow embroidery industry barung barung balantai so that policy can be taken.
The result of this research is shadow embroidery artisans must maximize social media for promotion, improve good relationship with local government in the form of continuous cooperation in order to maximize the existing potential in the shadow embroidery, utilize existing skilled manpower to do the coaching on the craftsmen so that the amount increases to increase production capacity and there is cutting time in the work, cooperating with other industries that support shadow embroidery such as bags, shoes, etc.
through local government, making a joint container or a kind of shadow embroidery union can be a cooperative institution, marketing institutions or other institutions, increasing skill of craftsmen in processing materials embroidery and skill from the owner in managing his group facing competition with other products, as well as increasing the use of technology in the design and development of motives.
</em></p><p><em><br /></em></p><p>Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis dan menginterprestasikan keadaan atau kondisi industri sulam bayangan barung barung balantai sehingga dapat diambil kebijakan.
Hasil penelitian ini pengrajin sulam bayangan harus memaksimalkan media sosial untuk promosi, meningkatkan hubungan baik dengan pemerintah daerah berupa kerjasama yang kontinue guna memaksimalkan potensi yang ada pada sulam bayangan, memanfaatkan tenaga terampil yang ada untuk melakukan pembinaan pada pengrajin sehingga jumlahnya bertambah agar kapasitas produksi meningkat dan ada pemangkasan waktu dalam pengerjaan, menjalin kerjasama dengan industri lain yang mendukung sulam bayangan seperti tas, sepatu, dll melalui pemerintah daerah, membuat wadah bersama atau semacam persatuan sulam bayangan bisa berupa lembaga koperasi, lembaga pemasaran ataupun lembaga lainnya, meningkatkan skill pengrajin dalam mengolah bahan sulam dan skill dari pemilik dalam mengelola kelompoknya menghadapi persaingan dengan produk lain, serta meningkatkan penggunaan teknologi dalam desain dan pengembangan motif.
</p><p><em><br /></em></p>.
Related Results
DESAIN MOTIF TEKSTIL DENGAN INSPIRASI SULAM USUS
DESAIN MOTIF TEKSTIL DENGAN INSPIRASI SULAM USUS
Seiring berkembangnya jaman, kain tradisional Indonesia mulai banyak dikembangkan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat dikenakan masyarakat luas. Salah satu teknik kai...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG
ABSTRAKSebuah objek wisata akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menyediakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah apabila objek wisata tersebut ramai dik...
PEREMPUAN DAN BAYANG-BAYANG MITOS KECANTIKAN PADA IKLAN
PEREMPUAN DAN BAYANG-BAYANG MITOS KECANTIKAN PADA IKLAN
Beberapa tahun terakhir tren periklanan di dunia terus berubah dan berlanjut. Iklan mudah di akses karena dapat diterbitkan di berbagai media seperti media cetak, elektronik dan me...
Penggunaan Kata Serapan Daerah Dan Asing dalam Novel “di Bawah Bayang-Bayang Ode” Karya Sumiman Udu
Penggunaan Kata Serapan Daerah Dan Asing dalam Novel “di Bawah Bayang-Bayang Ode” Karya Sumiman Udu
Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui tentang penggunaan kata serapan daerah dan asing dalam novel “Di Bawah Bayang-Bayang Ode” Karya Sumiman Udu. Penelitian ini menggunaka...
Perbandingan Hasil Pita Satin dengan Pita Katun Ukuran 2cm Pada Pembuatan Sulam Pita Sarung Bantal Kursi di Surabaya
Perbandingan Hasil Pita Satin dengan Pita Katun Ukuran 2cm Pada Pembuatan Sulam Pita Sarung Bantal Kursi di Surabaya
Seiring perkembangan jaman menghias rumah adalah merupakan hal yang penting, Menghias ruang tamu sangatlah diperhatikan terutama pada kursi dengan bantal kursinya, sering menjadi h...
Variasi Genetik Itik Bayang Berbasis Marka Mikrosatelit Pada Lokus AY287 dan Lokus AY283
Variasi Genetik Itik Bayang Berbasis Marka Mikrosatelit Pada Lokus AY287 dan Lokus AY283
West Sumatera Province has poultry genetic resource of local duck that potential in supply<br />eggs and duck meat. Bayang duck was set by Indonesian Agricultural Ministry in...
Karakterisasi Sumber Daya Genetik Itik Bayang Berdasarkan Marka Mikrosatelit Lokus CMO211 dan Lokus AY295
Karakterisasi Sumber Daya Genetik Itik Bayang Berdasarkan Marka Mikrosatelit Lokus CMO211 dan Lokus AY295
ABSTRAKItik Bayang merupakan plasma nutfah Sumatera Barat yang berperan penting sebagai penghasil daging dan telur. Marka mikrosatelit banyak digunakan sebagai penciri genetik kare...
Budaya Orang Buton dalam Novel di Bawah Bayang-Bayang Ode Karya Sumiman Udu
Budaya Orang Buton dalam Novel di Bawah Bayang-Bayang Ode Karya Sumiman Udu
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya orang Buton dalam novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode karya Sumimaman Udu. Pendekatan yang digunakan adalah intertekstual ditinja...

