Javascript must be enabled to continue!
Keefektifan Bimbingan Kelompok Teknik Sinemaedukasi untuk Mengembangkan Kesadaran Sosial Siswa Reguler Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi
View through CrossRef
Bimbingan kelompok teknik sinemaedukasi merupakan salah satu layanan dalam bimbingan dan konseling yang berorientasi pada perkembangan siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan bimbingan kelompok teknik sinemaedukasi untuk mengembangkan kesadaran sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain quasi eksperimen dengan nonequivalent control group. Pengumpulan data menggunakan skala kesadaran sosial. Hasil analisis data menunjukkan perbedaan signifikansi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang didukung oleh hasil uji hipotesis berupa uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon kelompok eksperimen 0.012 < 0.05 dan kelompok kontrol 0.011 < 0.05 sehingga hipotesis diterima. Pada hasil uji Mann Whitney menunjukkan 0.002 < 0.05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan tingkat kesadaran sosial kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini memberikan kontribusi hasil bimbingan kelompok teknik sinemaedukasi efektif mengembangkan kesadaran sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi.
Kata kunci: kesadaran sosial, teknik sinemaedukasi, bimbingan kelompok
Universitas PGRI Yogyakarta
Title: Keefektifan Bimbingan Kelompok Teknik Sinemaedukasi untuk Mengembangkan Kesadaran Sosial Siswa Reguler Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi
Description:
Bimbingan kelompok teknik sinemaedukasi merupakan salah satu layanan dalam bimbingan dan konseling yang berorientasi pada perkembangan siswa.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan bimbingan kelompok teknik sinemaedukasi untuk mengembangkan kesadaran sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain quasi eksperimen dengan nonequivalent control group.
Pengumpulan data menggunakan skala kesadaran sosial.
Hasil analisis data menunjukkan perbedaan signifikansi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang didukung oleh hasil uji hipotesis berupa uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney.
Berdasarkan hasil uji Wilcoxon kelompok eksperimen 0.
012 < 0.
05 dan kelompok kontrol 0.
011 < 0.
05 sehingga hipotesis diterima.
Pada hasil uji Mann Whitney menunjukkan 0.
002 < 0.
05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan tingkat kesadaran sosial kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Penelitian ini memberikan kontribusi hasil bimbingan kelompok teknik sinemaedukasi efektif mengembangkan kesadaran sosial siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi.
Kata kunci: kesadaran sosial, teknik sinemaedukasi, bimbingan kelompok.
Related Results
Layanan Bimbingan Kelompok Dalam Mengembangkan Self-Awareness Siswa di Sekolah Inklusi
Layanan Bimbingan Kelompok Dalam Mengembangkan Self-Awareness Siswa di Sekolah Inklusi
Kesadaran diri (self-awareness) merupakan pemahaman akan diri sendiri yang berkaitan dengan emosi, kekuatan, kelemahan, kebutuhan, dorongan, nilai dan tujuan hidup. Kesadaran diri ...
PENDIDIKAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR
PENDIDIKAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR
Peserta didik berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah dasar umum sering kali mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran dan menjadi kendala bagi guru ketika mengajar d...
Studi Deskripsi : Perekonomian Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Terhadap Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Studi Deskripsi : Perekonomian Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Terhadap Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Perekonomian orangtua anak berkebutuhan khusus menengah ke bawah mengalami kesulitan pada kehidupan rumah tangga orangtua anak berkebutuhan khusus, maka akan terimbas kepada anak m...
Teknik Sinemaedukasi Berbasis Structure Learning Approach (SLA) Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Mengembangkan Perilaku Asertif Siswa SMP
Teknik Sinemaedukasi Berbasis Structure Learning Approach (SLA) Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Mengembangkan Perilaku Asertif Siswa SMP
Remaja awal, dengan rentang usia 13-15 tahun, setara dengan usia siswa SMP. Pada tahap ini, mereka sering mengalami gejolak emosi yang labil, membuat mereka cemas akan penolakan da...
Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok Teknik Sinemaedukasi Berbasis E-Book Untuk Mencegah Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)
Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok Teknik Sinemaedukasi Berbasis E-Book Untuk Mencegah Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)
Prokrastinasi akademik merupakan perilaku yang meliputi pada unsur-unsur penundaan, dampak yang dapat ditimbulkan diantaranya kecemasan berlebih dan tingkat stress yang tinggi, dar...
PENDIDIKAN INKLUSI SEBAGAI PEMBANGUN SUMBERDAYA MANUSIA
PENDIDIKAN INKLUSI SEBAGAI PEMBANGUN SUMBERDAYA MANUSIA
Pendidikan merupakan salah satu dasar proses transformasi yang memiliki peran penting dalam pembangunan pada era pembangunan yang sedang berkembang saat ini. Pendidikan merupakan s...
PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Skripsi ini bertujuan untuk melihat pentingnya pendampingan pastoral bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dan mengetahui model pendampingan pastoral yang p...
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Emosional Anak Berkebutuhan Khusus di SLB BC Fadhilah
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Emosional Anak Berkebutuhan Khusus di SLB BC Fadhilah
Abstract
Parenting styles play a crucial role in influencing the emotional development of children with special needs. The emotional responses of these children vary depending on t...


