Javascript must be enabled to continue!
Mengartikulasikan tradisi kritis dalam riset kualitatif bidang psikologi di Indonesia
View through CrossRef
Artikel ini merespons catatan editorial di Jurnal Psikologi Ulayat yang ditulis oleh Lestari (2021), yang mengadvokasi pentingnya memiliki tradisi kritis dalam melakukan penelitian kualitatif bidang psikologi di Indonesia. Dalam membangun gagasannya, penulis mendiskusikan; (1) mengapa tradisi kritis merupakan sebuah pendekatan yang penting untuk riset kualitatif bidang psikologi di Indonesia; dan (2) bagaimana kita dapat mengartikulasikan tradisi kritis dalam penelitian-penelitian kita. Berpijak pada konsep-konsep dalam riset ulayat seperti phronesis, kekerasan epistemologis, dan kekerasan ontologis, artikel ini mendiskusikan pentingnya peneliti dapat berkontribusi dalam menyelesaikan isu sosial melalui riset. Analisis-analisis dalam artikel ini didasarkan pada konteks sosio-historis dari bidang ilmu psikologi untuk menekankan pentingnya memiliki pluralisme pendekatan riset. Upaya untuk meninjau kembali konteks sejarah psikologi merupakan hal yang fundamental karena dapat membantu mengingatkan peneliti untuk menempatkan etnis ulayat sebagai subjek dan bukan objek penelitian. Di akhir bagian, penulis mendiskusikan enam cara untuk meningkatkan kualitas riset kualitatif yang dilakukan dengan etnis ulayat di Indonesia.
Title: Mengartikulasikan tradisi kritis dalam riset kualitatif bidang psikologi di Indonesia
Description:
Artikel ini merespons catatan editorial di Jurnal Psikologi Ulayat yang ditulis oleh Lestari (2021), yang mengadvokasi pentingnya memiliki tradisi kritis dalam melakukan penelitian kualitatif bidang psikologi di Indonesia.
Dalam membangun gagasannya, penulis mendiskusikan; (1) mengapa tradisi kritis merupakan sebuah pendekatan yang penting untuk riset kualitatif bidang psikologi di Indonesia; dan (2) bagaimana kita dapat mengartikulasikan tradisi kritis dalam penelitian-penelitian kita.
Berpijak pada konsep-konsep dalam riset ulayat seperti phronesis, kekerasan epistemologis, dan kekerasan ontologis, artikel ini mendiskusikan pentingnya peneliti dapat berkontribusi dalam menyelesaikan isu sosial melalui riset.
Analisis-analisis dalam artikel ini didasarkan pada konteks sosio-historis dari bidang ilmu psikologi untuk menekankan pentingnya memiliki pluralisme pendekatan riset.
Upaya untuk meninjau kembali konteks sejarah psikologi merupakan hal yang fundamental karena dapat membantu mengingatkan peneliti untuk menempatkan etnis ulayat sebagai subjek dan bukan objek penelitian.
Di akhir bagian, penulis mendiskusikan enam cara untuk meningkatkan kualitas riset kualitatif yang dilakukan dengan etnis ulayat di Indonesia.
Related Results
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
TRADISI PEMBUTAN TIKAR PEDAMARAN
TRADISI PEMBUTAN TIKAR PEDAMARAN
Latar Belakang : Tikar yang merupakan kerajinan tangan yang berasal dari desa pedamaran.penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menjelaskan secara keseluruha...
KONSEP BERFIKIR KRITIS DAN KARAKTERISTIK BERFIKIR KRITIS DALAM KEPERAWATAN
KONSEP BERFIKIR KRITIS DAN KARAKTERISTIK BERFIKIR KRITIS DALAM KEPERAWATAN
Konsep berpikir kritis merupakan elemen penting dalam pemberian asuhan keperawatan yang berkualitas. Keterampilan berpikir kritis adalah kemampuan yang sangat esensial dalam membe...
KONSEP BERFIKIR KRITIS DAN KARAKTERISTIK BERFIKIR KRITIS DALAM KEPERAWATAN
KONSEP BERFIKIR KRITIS DAN KARAKTERISTIK BERFIKIR KRITIS DALAM KEPERAWATAN
Konsep berpikir kritis merupakan elemen penting dalam pemberian asuhan keperawatan yang berkualitas. Keterampilan berpikir kritis adalah kemampuan yang sangat esensial dalam membe...
KONSEP BERFIKIR KRITIS DAN KARAKTERISTIK BERFIKIR KRITIS DALAM KEPERAWATAN
KONSEP BERFIKIR KRITIS DAN KARAKTERISTIK BERFIKIR KRITIS DALAM KEPERAWATAN
Konsep berpikir kritis merupakan elemen penting dalam pemberian asuhan keperawatan yang berkualitas. Keterampilan berpikir kritis adalah kemampuan yang sangat esensial dalam membe...


