Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Adakah Hubungan antara Usia dan Gangguan Indera Perasa pada Pasien COVID-19?

View through CrossRef
Abstract—COVID-19 (coronavirus disease 2019) is a respiratory disease caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The clinical symptoms of COVID-19 patients vary widely, for example the olfactory and taste disorder. Several studies reported the prevalence of taste disorder of 71% to 88.8% in COVID-19 patient. This research aimed to determine the association between age and taste disorders during the spread of the Delta variant of COVID-19. A cross sectional study conducted on 42 subjects. The data was analyzed using Independent T-test. Statistical analyzed showed that 27 out of 42 subjects experienced taste disorders. The mean age of COVID-19 patients with taste disorders was 50 years (SD 12.83). In the independent T-test, a p-value of 0.613 was obtained (p>0.05), which means that there was no association between age and taste disorders. Taste disorders are caused by hyposalivation which begins to occur at the age of 65 and over. This study concluded no significant correlation between age and taste disorders in COVID-19 patients. Keywords:  COVID-19 patients, age, taste disorders   Abstrak—COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis pasien COVID-19 sangat bervariasi, di antaranya gangguan indera penghidu dan perasa. Beberapa penelitian melaporkan prevalensi gangguan indera perasa sebesar 71% hingga 88,8% pada pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rerata usia dengan gangguan indera perasa selama penyebaran COVID-19 varian Delta. Studi cross sectional dilakukan pada 42 subjek penelitian. Teknik pengambilan data adalah total sampling, yaitu pada pasien yang rawat inap karena COVID-19. Data dianalisis dengan menggunakan Uji T-tidak berpasangan. Analisis statistik menunjukkan bahwa 27 dari 42 pasien mengalami gangguan indera perasa. Usia rata-rata pasien COVID-19 dengan gangguan indera perasa adalah 50 tahun (SD 12,83). Pada uji T-tidak berpasangan didapatkan nilai p sebesar 0,613 (p>0,05), yang berarti tidak ada hubungan antara usia dengan gangguan indera perasa. Kata kunci: pasien COVID-19, usia, gangguan perasa
Title: Adakah Hubungan antara Usia dan Gangguan Indera Perasa pada Pasien COVID-19?
Description:
Abstract—COVID-19 (coronavirus disease 2019) is a respiratory disease caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2).
The clinical symptoms of COVID-19 patients vary widely, for example the olfactory and taste disorder.
Several studies reported the prevalence of taste disorder of 71% to 88.
8% in COVID-19 patient.
This research aimed to determine the association between age and taste disorders during the spread of the Delta variant of COVID-19.
A cross sectional study conducted on 42 subjects.
The data was analyzed using Independent T-test.
Statistical analyzed showed that 27 out of 42 subjects experienced taste disorders.
The mean age of COVID-19 patients with taste disorders was 50 years (SD 12.
83).
In the independent T-test, a p-value of 0.
613 was obtained (p>0.
05), which means that there was no association between age and taste disorders.
Taste disorders are caused by hyposalivation which begins to occur at the age of 65 and over.
This study concluded no significant correlation between age and taste disorders in COVID-19 patients.
Keywords:  COVID-19 patients, age, taste disorders   Abstrak—COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2).
Gejala klinis pasien COVID-19 sangat bervariasi, di antaranya gangguan indera penghidu dan perasa.
Beberapa penelitian melaporkan prevalensi gangguan indera perasa sebesar 71% hingga 88,8% pada pasien COVID-19.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rerata usia dengan gangguan indera perasa selama penyebaran COVID-19 varian Delta.
Studi cross sectional dilakukan pada 42 subjek penelitian.
Teknik pengambilan data adalah total sampling, yaitu pada pasien yang rawat inap karena COVID-19.
Data dianalisis dengan menggunakan Uji T-tidak berpasangan.
Analisis statistik menunjukkan bahwa 27 dari 42 pasien mengalami gangguan indera perasa.
Usia rata-rata pasien COVID-19 dengan gangguan indera perasa adalah 50 tahun (SD 12,83).
Pada uji T-tidak berpasangan didapatkan nilai p sebesar 0,613 (p>0,05), yang berarti tidak ada hubungan antara usia dengan gangguan indera perasa.
Kata kunci: pasien COVID-19, usia, gangguan perasa.

Related Results

Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah hasil penilaian pasien terhadap pel...
GANGGUAN ENDOKRIN PADA PASIEN THALASSEMIA Β MAYOR DI RSUP M DJAMIL PADANG
GANGGUAN ENDOKRIN PADA PASIEN THALASSEMIA Β MAYOR DI RSUP M DJAMIL PADANG
Latar belakang. Gangguan endokrin merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien thalassemia β mayor yang berefek pada kualitas hidupnya. Komplikasi ini terjadi karena penump...
Hubungan Indeks ROX dengan Mortalitas Pasien COVID-19 di RSUP Dr. Sardjito
Hubungan Indeks ROX dengan Mortalitas Pasien COVID-19 di RSUP Dr. Sardjito
Latar belakang: Pada Desember 2019, muncul penyakit infeksi baru yang disebabkan oleh virus corona bernama SARS-CoV-2. Penyakit COVID-19 mengakibatkan kegagalan multiorgan yang ter...
Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat Ribka Saktiana Pasaribu
Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat Ribka Saktiana Pasaribu
Latar belakang Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan anal...
Pelaksanaan Kolaborasi Komunikasi antara Dokter-Pasien di Rumah Sakit Kota Padang
Pelaksanaan Kolaborasi Komunikasi antara Dokter-Pasien di Rumah Sakit Kota Padang
Patient care in the hospital consists of 4 pillars of health professionals who play a role, namely clinicians, pharmacists, nurses and nutritionists. To realize good service to pat...
Encefalopati uremikum pada pasien gagal ginjal: Laporan kasus
Encefalopati uremikum pada pasien gagal ginjal: Laporan kasus
Background: Patients with kidney failure often experience clinical symptoms related to fluid and electrolyte imbalance, anemia, malnutrition, and gastrointestinal disorders. One of...
Hubungan antara Budaya Keselamatan Pasien dengan Insiden Keselamatan Pasien di Pelayanan Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Hubungan antara Budaya Keselamatan Pasien dengan Insiden Keselamatan Pasien di Pelayanan Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Budaya keselamatan pasien menjadi fondasi utama dalam mencegah insiden yang dapat dicegah, seperti KNC, KTC, hingga KTD. Laporan keselamatan pasien RSUD Dr. Moewardi Tahun 2023, ju...

Back to Top