Javascript must be enabled to continue!
Legal Construction Against Witchcraft Practices: A Case Study Of The Kutaramanawa Book And Law No. 1 Of 2023.
View through CrossRef
Praktik santet dalam masyarakat Indonesia sering dianggap sebagai tindakan yang dapat membahayakan seseorang secara fisik dan mental. Meskipun sulit dibuktikan secara ilmiah, dampak santet, seperti gangguan kesehatan yang tidak dapat dijelaskan secara medis, tetap menimbulkan rasa takut dan cemas di masyarakat. Dalam konteks hukum, Kitab Dharmasastra Kutaramanawa yang digunakan pada masa Kerajaan Majapahit mengatur praktik ini dengan memberikan hukuman mati bagi pelaku santet yang membahayakan nyawa. Di zaman modern, sistem hukum Indonesia, melalui Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, telah memberikan perhatian terhadap praktik serupa, meskipun dengan tantangan besar dalam hal pembuktian. Meskipun tidak secara langsung mengatur santet, hukuman mati dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dapat diterapkan pada kasus-kasus yang terkait dengan praktik yang membahayakan nyawa. Berkaitan dengan tujuan pidana hukum modern, yang dalam mazhab ini mengandung aspek ilmiah, tidak hanya bersifat normatif, dan terkait dengan asas-asas yang tertuang dalam rumusan Pancasila, maka hukuman mati perlu ditarik garis “kemanfaatan” bagi kepentingan umum dan masyarakat terlebih dahulu. dan baru kemudian untuk kepentingan individu, dalam penyusunan kedua pola kepentingan itu tidak mudah jika kedua kepentingan itu bersama-sama membutuhkan jaminan pada saat yang sama. Jika sesuai dengan keadaan konkret peristiwa itu dan menurut kepentingannya akan lebih menguntungkan bagi kepentingan individu daripada kepentingan umum atau masyarakat untuk tidak memilih hukuman mati, maka dapat menghentikan untuk menghentikan jenis kejahatan lainnya.
Title: Legal Construction Against Witchcraft Practices: A Case Study Of The Kutaramanawa Book And Law No. 1 Of 2023.
Description:
Praktik santet dalam masyarakat Indonesia sering dianggap sebagai tindakan yang dapat membahayakan seseorang secara fisik dan mental.
Meskipun sulit dibuktikan secara ilmiah, dampak santet, seperti gangguan kesehatan yang tidak dapat dijelaskan secara medis, tetap menimbulkan rasa takut dan cemas di masyarakat.
Dalam konteks hukum, Kitab Dharmasastra Kutaramanawa yang digunakan pada masa Kerajaan Majapahit mengatur praktik ini dengan memberikan hukuman mati bagi pelaku santet yang membahayakan nyawa.
Di zaman modern, sistem hukum Indonesia, melalui Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, telah memberikan perhatian terhadap praktik serupa, meskipun dengan tantangan besar dalam hal pembuktian.
Meskipun tidak secara langsung mengatur santet, hukuman mati dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dapat diterapkan pada kasus-kasus yang terkait dengan praktik yang membahayakan nyawa.
Berkaitan dengan tujuan pidana hukum modern, yang dalam mazhab ini mengandung aspek ilmiah, tidak hanya bersifat normatif, dan terkait dengan asas-asas yang tertuang dalam rumusan Pancasila, maka hukuman mati perlu ditarik garis “kemanfaatan” bagi kepentingan umum dan masyarakat terlebih dahulu.
dan baru kemudian untuk kepentingan individu, dalam penyusunan kedua pola kepentingan itu tidak mudah jika kedua kepentingan itu bersama-sama membutuhkan jaminan pada saat yang sama.
Jika sesuai dengan keadaan konkret peristiwa itu dan menurut kepentingannya akan lebih menguntungkan bagi kepentingan individu daripada kepentingan umum atau masyarakat untuk tidak memilih hukuman mati, maka dapat menghentikan untuk menghentikan jenis kejahatan lainnya.
Related Results
Autonomy on Trial
Autonomy on Trial
Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash
Abstract
This paper critically examines how US bioethics and health law conceptualize patient autonomy, contrasting the rights-based, individualist...
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Abstarct
Introduction
Isolated brain hydatid disease (BHD) is an extremely rare form of echinococcosis. A prompt and timely diagnosis is a crucial step in disease management. This ...
The Crime of Witchcraft and Vigilante Action (Eigenrichting)
The Crime of Witchcraft and Vigilante Action (Eigenrichting)
The witchcraft incident in Bima Regency has threatened the safety and security of human life, witchcraft has triggered people to take vigilante actions (Eigenrichting) as a counter...
THE ANALOGY OF STATUTE AND THE ANALOGY OF LAW AS DOCTRINAL INSTRUMENTS FOR LEGAL RESPONSE TO ECONOMIC CHALLENGES
THE ANALOGY OF STATUTE AND THE ANALOGY OF LAW AS DOCTRINAL INSTRUMENTS FOR LEGAL RESPONSE TO ECONOMIC CHALLENGES
Ukraine's contemporary legal system is undergoing a period of significant transformation, which necessitates not only a robust and stable legal framework, but also a flexible doctr...
Envisioning Originalism Applied to Bioethics Cases
Envisioning Originalism Applied to Bioethics Cases
Photo ID 123697425 © Alexandersikov | Dreamstime.com
Abstract
Originalism is an increasingly prevalent method for interpreting provisions of the US Constitution. It requires strict...
Historical Approaches to Child Witches
Historical Approaches to Child Witches
“Historical Approaches to Child Witches” is a bibliographical survey of research literature related to children involved in witchcraft trials. The main emphasis is on children accu...
TRENDS AND CONTRADICTIONS IN THE DEVELOPMENT OF LEGAL TECH
TRENDS AND CONTRADICTIONS IN THE DEVELOPMENT OF LEGAL TECH
Problem setting. Digitalization has recently become increasingly important in the professional everyday life of a lawyer. Since 2020, trends in the automation of legal processes ha...
Breast Carcinoma within Fibroadenoma: A Systematic Review
Breast Carcinoma within Fibroadenoma: A Systematic Review
Abstract
Introduction
Fibroadenoma is the most common benign breast lesion; however, it carries a potential risk of malignant transformation. This systematic review provides an ove...

