Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rahmah El Yunusiyyah Kartini Padang Panjang (1900-1969)

View through CrossRef
Rahmah El- Yunusiyyah adalah Kartini Padang Panjang , seorang Pahlawan tanpa tanda jasa.Tokoh Rahmah El- Yunusiyyah adalah seorang wanita tokoh pembaharuan dari Padang Panjang yang sempat hidup pada tiga zaman yaitu zaman penjajahan kolonial Belanda, zaman penjajahan Jepang, dan  zaman Kemerdekaan, namun sampai saat ini pemerintah Indonesia belum memberikan penghargaan sebagai pahlawan Nasional.            Mengapa penelitian ini dilakukan? Secara historis, Tokoh Rahmah El-Yunusiyyah pada zaman Belanda telah mendirikan Perguruan Diniyyah PUteri Padang Panjang (1923). Memberikan dukungan pada Kongres Sumpah Pemuda (1928). Memimpin gerakan menentang dua buah peraturan Belanda, yaitu Ordonantie Kawin Bercatat dan Ordonantie Sekolah Liar pada tahun 1932.Pada pendudukan Jepang, mempersiapkan murid-murid Diniyah Puteri mengikuti pelatihan P3K dan Palang Merah sebagai ganti tenaga sukarela dalam pertempuran (1943). Memberikan dukungan penuh dalam pembentukan pasukan Gyugun, yang menurutnya sangat strategis sebagai alat mencapai kemerdekaan Indonesia (1944). Menjadi pengurus ADI (Anggota Daerah Ibu) tingkat Sumatera Tengah yang bertujuan menentang pemerintahan Jepang yang menggunakan gadis remaja untuk dijadikan wanita penghibur, dan menuntut di tutupnya rumah bordil. Menjadi ketua Ha Ha No Kai dari Gyugun Ko En Kai . menjadi anggota Ha Ha No Kai, anggota Peninjau Sumatera Cuo Sang In. Anggota Mahkamah Islam Tinggi (MIT)Bukit Tinggi. Masa Kemerdekaan bersama beberapa Perwira Gyugun dan Tokoh masyarakat Padang Panjang membentuk tentara Keamanan Rakyat (TKR). Menjadikan Diniyyah Puteri sebagai dapur umum bagi para pejuang seperti Laskar Sabilillah, Sabil Muslimat, dan Hizbullah. Menjadikan Diniyah Puteri sebagai tempat persinggahan para geriliya yang bolak balik antara rimba dan daerah pertempuran. Mengibarkan bendera Merah Putih yang pertama di kota Padang Panjang.Masa setelah kemerdekaan, menjadi anggota DPR RI (Konstituante) pada 1955. Menjadi pengurus sekolah Tinggi Hukum Pancasila Padang yang menjadi embrio dari Universitas Andalas.Kartini Padang Panjang yang tidak pernah dimunculkan profilnya namun pengaruhnya dalam dunia pendidikan terasa begitu nyata. Bahkan Al-Azhar Mesir terispirasi dari tindakan beliau. Yang tidak kalah penting, pakaian anggun dengan kerudung yg menutup dada itu (Hijab Syar’i) dan Baju kurung basiba merupakan ciri khas dari siswi-siswi dan Guru-guru di sekolah Diniyah Padang Panjang dan wanita muslimah Malaysia serta Singapura.
Al-Jamiah Research Centre
Title: Rahmah El Yunusiyyah Kartini Padang Panjang (1900-1969)
Description:
Rahmah El- Yunusiyyah adalah Kartini Padang Panjang , seorang Pahlawan tanpa tanda jasa.
Tokoh Rahmah El- Yunusiyyah adalah seorang wanita tokoh pembaharuan dari Padang Panjang yang sempat hidup pada tiga zaman yaitu zaman penjajahan kolonial Belanda, zaman penjajahan Jepang, dan  zaman Kemerdekaan, namun sampai saat ini pemerintah Indonesia belum memberikan penghargaan sebagai pahlawan Nasional.
            Mengapa penelitian ini dilakukan? Secara historis, Tokoh Rahmah El-Yunusiyyah pada zaman Belanda telah mendirikan Perguruan Diniyyah PUteri Padang Panjang (1923).
Memberikan dukungan pada Kongres Sumpah Pemuda (1928).
Memimpin gerakan menentang dua buah peraturan Belanda, yaitu Ordonantie Kawin Bercatat dan Ordonantie Sekolah Liar pada tahun 1932.
Pada pendudukan Jepang, mempersiapkan murid-murid Diniyah Puteri mengikuti pelatihan P3K dan Palang Merah sebagai ganti tenaga sukarela dalam pertempuran (1943).
Memberikan dukungan penuh dalam pembentukan pasukan Gyugun, yang menurutnya sangat strategis sebagai alat mencapai kemerdekaan Indonesia (1944).
Menjadi pengurus ADI (Anggota Daerah Ibu) tingkat Sumatera Tengah yang bertujuan menentang pemerintahan Jepang yang menggunakan gadis remaja untuk dijadikan wanita penghibur, dan menuntut di tutupnya rumah bordil.
Menjadi ketua Ha Ha No Kai dari Gyugun Ko En Kai .
menjadi anggota Ha Ha No Kai, anggota Peninjau Sumatera Cuo Sang In.
Anggota Mahkamah Islam Tinggi (MIT)Bukit Tinggi.
Masa Kemerdekaan bersama beberapa Perwira Gyugun dan Tokoh masyarakat Padang Panjang membentuk tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Menjadikan Diniyyah Puteri sebagai dapur umum bagi para pejuang seperti Laskar Sabilillah, Sabil Muslimat, dan Hizbullah.
Menjadikan Diniyah Puteri sebagai tempat persinggahan para geriliya yang bolak balik antara rimba dan daerah pertempuran.
Mengibarkan bendera Merah Putih yang pertama di kota Padang Panjang.
Masa setelah kemerdekaan, menjadi anggota DPR RI (Konstituante) pada 1955.
Menjadi pengurus sekolah Tinggi Hukum Pancasila Padang yang menjadi embrio dari Universitas Andalas.
Kartini Padang Panjang yang tidak pernah dimunculkan profilnya namun pengaruhnya dalam dunia pendidikan terasa begitu nyata.
Bahkan Al-Azhar Mesir terispirasi dari tindakan beliau.
Yang tidak kalah penting, pakaian anggun dengan kerudung yg menutup dada itu (Hijab Syar’i) dan Baju kurung basiba merupakan ciri khas dari siswi-siswi dan Guru-guru di sekolah Diniyah Padang Panjang dan wanita muslimah Malaysia serta Singapura.

Related Results

[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
Abstract Zainuddin Labay al-Yunusiyyah was one of the Islah Minangkabau scholar that play a huge role in the Islah Islamic thought and Islamic education reformation. Even tho...
PENGARUH KOMUNIKASI EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN RUMAH SAKIT ISLAM SITI RAHMAH PADANG
PENGARUH KOMUNIKASI EFEKTIF TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN RUMAH SAKIT ISLAM SITI RAHMAH PADANG
Effective communication is an important factor as a tool to serve the patients in order to realize satisfactory services for patients. When patients feel satisfaction when he serve...
Kartini in two lenses: The shifting image of Indonesian modern woman in R.A. Kartini (1982) and Kartini (2017)
Kartini in two lenses: The shifting image of Indonesian modern woman in R.A. Kartini (1982) and Kartini (2017)
This paper aims to examine the construction of Kartini figure in two Indonesian films titled R.A. Kartini (1982) and Kartini (2017) and how it represents the idealization of Indone...
ENHANCING PRESCHOOL INSTITUTION PERFORMANCE THROUGH STRATEGIC PERSONNEL MANAGEMENT: INSIGHT FROM RA RAHMAH EL YUNUSIYYAH
ENHANCING PRESCHOOL INSTITUTION PERFORMANCE THROUGH STRATEGIC PERSONNEL MANAGEMENT: INSIGHT FROM RA RAHMAH EL YUNUSIYYAH
The management of educators and education personnel is one indicator of the quality of a school. To guarantee the quality of schools, there is a need for the management of educator...
Peran Rahmah El Yunusiyah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam Di Sekolah
Peran Rahmah El Yunusiyah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam Di Sekolah
This study discusses the role of Rahmah El Yunusiyah in improving the quality of Islamic education in schools, by highlighting the contribution of her thoughts and practices in the...
Analisis Strategi Promosi Rumah Makan Padang Payakumbuah
Analisis Strategi Promosi Rumah Makan Padang Payakumbuah
Abstract. Padang Payakumbuah Restaurant is one of the Padang Restaurants owned by Arief Muhammad. Padang Payakumbuah Restaurant provides an authentic taste that differentiates it f...
Aspek Ego Tokoh Kartini dalam Film Kartini Karya Hanung Bramantyo: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud
Aspek Ego Tokoh Kartini dalam Film Kartini Karya Hanung Bramantyo: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aspek ego yang dimiliki oleh tokoh Kartini dalam film Kartini (2017) karya Hanung Bramantyo. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu ...
PROSES PENCIPTAAN MUSIK SUARA SINDHEN: INTERPRETASI GENDHING GINONJING KARYA NUR HANDAYANI
PROSES PENCIPTAAN MUSIK SUARA SINDHEN: INTERPRETASI GENDHING GINONJING KARYA NUR HANDAYANI
<p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p> </p><p>Karya “Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjing”, dilatarbelakangi oleh has...

Back to Top