Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PŪJĀ TRISANDHYĀ DI DESA ADAT TONJA KECAMATAN DENPASAR UTARA KOTA DENPASAR

View through CrossRef
Konsep ibadah merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap umat beragama. Cara sembahyang umat Hindu di Indonesia dibimbing dengan melakukan Pūjā Trisandhyā agar mengetahui dan merasakan atau mengenali sifat-sifat dan kemahakuasaan Tuhan sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Pūjā Trisandhyā tergolong dalam upasana dan merupakan jalan bhakti yoga. Mantra Pūjā Trisandhyā hanya dikumandangkan melalui alat pengeras suara, tanpa adanya usaha untuk memberikan edukasi terkait pemahaman yang mendalam di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk memperkaya ulasan Trisandhyā dan mengeksflorasi fenomena berkaitan dengan implementasi Pūjā. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan filosofis dan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan implementasi Pūjā Trisandhyā di Desa Adat Tonja cenderung dipandang sebagai hal yang biasa yang wajib dipraktikkan untuk melengkapi persembahyangan dalam sebuah ritual piodalan. Jika tidak dilaksanakan tiga kali sesuai dengan ketentuan waktu, sebagian masyarakat merasa hal tersebut tidak/bukan menjadi masalah, implementasi puja sudah tergantikan dengan aktivitas yang lain; seperti mebanten canang, sembahyang dalam hati, ngayah di banjar untuk kegiatan suka dan duka, bekerja mencari nafkah dan sebagainya.  Kata Kunci: Pūjā Trisandhyā, Desa Adat Tonja    
Title: PŪJĀ TRISANDHYĀ DI DESA ADAT TONJA KECAMATAN DENPASAR UTARA KOTA DENPASAR
Description:
Konsep ibadah merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap umat beragama.
Cara sembahyang umat Hindu di Indonesia dibimbing dengan melakukan Pūjā Trisandhyā agar mengetahui dan merasakan atau mengenali sifat-sifat dan kemahakuasaan Tuhan sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.
Pūjā Trisandhyā tergolong dalam upasana dan merupakan jalan bhakti yoga.
Mantra Pūjā Trisandhyā hanya dikumandangkan melalui alat pengeras suara, tanpa adanya usaha untuk memberikan edukasi terkait pemahaman yang mendalam di dalamnya.
Tujuan penelitian ini untuk memperkaya ulasan Trisandhyā dan mengeksflorasi fenomena berkaitan dengan implementasi Pūjā.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan filosofis dan fenomenologi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan implementasi Pūjā Trisandhyā di Desa Adat Tonja cenderung dipandang sebagai hal yang biasa yang wajib dipraktikkan untuk melengkapi persembahyangan dalam sebuah ritual piodalan.
Jika tidak dilaksanakan tiga kali sesuai dengan ketentuan waktu, sebagian masyarakat merasa hal tersebut tidak/bukan menjadi masalah, implementasi puja sudah tergantikan dengan aktivitas yang lain; seperti mebanten canang, sembahyang dalam hati, ngayah di banjar untuk kegiatan suka dan duka, bekerja mencari nafkah dan sebagainya.
 Kata Kunci: Pūjā Trisandhyā, Desa Adat Tonja    .

Related Results

Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH DALAM MENGAMBIL KREDIT DI LPD DESA PAKRAMAN TONJA DENPASAR UTARA
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH DALAM MENGAMBIL KREDIT DI LPD DESA PAKRAMAN TONJA DENPASAR UTARA
Provinsi Bali selain memiliki kelurahan dan desa yang bersifat administratif, juga memiliki desa-desa yang mempunyai sifat otonomi asli dengan sebutan desa Pakraman. Ciri khas desa...
Aplikasi filosofi tri hita karana dalam pemberdayaan masyarakat tonja di denpasar
Aplikasi filosofi tri hita karana dalam pemberdayaan masyarakat tonja di denpasar
Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji filosofi Tri Hita Karana dalam praktik pemberdayaan masyarakat Tonja. Pariwisata Bali tidak berkembang pesat di kelurahan Tonja, Denpasa...
PENERAPAN E-GOVERNMENT PADA DESA ADAT DENPASAR MELALUI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DESA ADAT
PENERAPAN E-GOVERNMENT PADA DESA ADAT DENPASAR MELALUI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DESA ADAT
ABSTRACTThe focus of this research is to apply E-Government in Traditional Village of Denpasar through the development and implementation of the Traditional Village Information Sys...

Back to Top