Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh pengecoran timah hitam dengan timah murni terhadap laju korosi

View through CrossRef
Timah umumnya digunakan oleh para nelayan pada jala sebagai pemberat untuk menangkap ikan dilaut, di perairan Cirebon dikenal alat tangkap ikan bernama kejer yaitu benda yang terbuat dari timah yang dipakai sebagai pemberat oleh nelayan skala kecil. Potensi kelautan dan perikanan Sumatera Utara terdiri dari potensi tangkapan ikan dan budidaya perikanan, potensi ikan 276.030 ton/tahun. Hal ini menarik karena umumnya alat tangkap ikan menggunakan timah untuk pemberatnya sehingga penelitian ditujukan pada aspek tersebut yaitu korosi dan prosesnya dengan uji kekerasan rockweel. Penelitian menghasilkan laju korosi yang paling tinggi yaitu specimen Pb dan Sn B. dengan nilai laju korosi sebesar 0,00002%, 0,00004%, dan 0,00007%, laju korosi terendah terdapat pada spesimen Pb & Sn A dengan nilai laju korosi 0,00001 %, 0,00002%, 0,00004%..Nilai kekerasan tertinggi adalah sebesar 26 HRB (nilai kekerasan rockwell), sedangkan nilai kekerasan terendah adalah 17 HRB, dengan nilai rata-rata kekerasan adalah sebesar 22,33 HRB. Kehilangan berat/weight loss akibat korosi yang terjadi pada spesimen timah Pb dan Sn yaitu semakin meningkatnya waktu perendaman pada spesimen maka semakin besar pula kehilangan berat yang terjadi pada spesimen
Title: Pengaruh pengecoran timah hitam dengan timah murni terhadap laju korosi
Description:
Timah umumnya digunakan oleh para nelayan pada jala sebagai pemberat untuk menangkap ikan dilaut, di perairan Cirebon dikenal alat tangkap ikan bernama kejer yaitu benda yang terbuat dari timah yang dipakai sebagai pemberat oleh nelayan skala kecil.
Potensi kelautan dan perikanan Sumatera Utara terdiri dari potensi tangkapan ikan dan budidaya perikanan, potensi ikan 276.
030 ton/tahun.
Hal ini menarik karena umumnya alat tangkap ikan menggunakan timah untuk pemberatnya sehingga penelitian ditujukan pada aspek tersebut yaitu korosi dan prosesnya dengan uji kekerasan rockweel.
Penelitian menghasilkan laju korosi yang paling tinggi yaitu specimen Pb dan Sn B.
dengan nilai laju korosi sebesar 0,00002%, 0,00004%, dan 0,00007%, laju korosi terendah terdapat pada spesimen Pb & Sn A dengan nilai laju korosi 0,00001 %, 0,00002%, 0,00004%.
Nilai kekerasan tertinggi adalah sebesar 26 HRB (nilai kekerasan rockwell), sedangkan nilai kekerasan terendah adalah 17 HRB, dengan nilai rata-rata kekerasan adalah sebesar 22,33 HRB.
Kehilangan berat/weight loss akibat korosi yang terjadi pada spesimen timah Pb dan Sn yaitu semakin meningkatnya waktu perendaman pada spesimen maka semakin besar pula kehilangan berat yang terjadi pada spesimen.

Related Results

Analisis Pengaruh Luas Permukaan Zink Anoda terhadap Laju Korosi
Analisis Pengaruh Luas Permukaan Zink Anoda terhadap Laju Korosi
Penggunaan zink anoda sebagai salah satu metode dalam mereduksi laju korosi pada kapal adalah sangat penting. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan seberapa besar pengar...
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
Berdasarkan aplikasinya, baja karbon dan galvanis merupakan bahan logam yang sering digunakan dalam industri, terutama dalam lingkungan asam atau basa. Namun, kedua jenis material ...
Efektivitas Inhibitor Organik terhadap Laju Korosi pada Plat Baja ST 40
Efektivitas Inhibitor Organik terhadap Laju Korosi pada Plat Baja ST 40
Korosi merupakan permasalahan umum yang sering terjadi dalam industri terutama yang menggunakan material logam baja ST 40. Penggunaan inhibitor kimia sintetis yang umum dipakai saa...
STUDI ANALISIS LAJU KOROSI PADA PERMUKAAN MATERIAL PAKU KOMERSIL DALAM MEDIA AGAR-AGAR
STUDI ANALISIS LAJU KOROSI PADA PERMUKAAN MATERIAL PAKU KOMERSIL DALAM MEDIA AGAR-AGAR
Abstrak   Korosi merupakan fenomena alamiah yang terjadi pada material logam. Pengendalian korosi ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korosi pada material loga...
PELAPISAN TEMBAGA NIKEL PADA BAJA DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAJU KOROSI
PELAPISAN TEMBAGA NIKEL PADA BAJA DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAJU KOROSI
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelapisan tembaga (Cu) – nikel (Ni) terhadap laju korosi baja karbon rendah Ms 7210. Tahap pertama penelitian adalah pelapisan Cu pad...
PENGARUH PELAPISAN OLI, MINYAK BIMOLI DAN RESIN TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 41 PADA LINGKUNGAN AIR LAUT, AIR SUMUR DAN H2SO4
PENGARUH PELAPISAN OLI, MINYAK BIMOLI DAN RESIN TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 41 PADA LINGKUNGAN AIR LAUT, AIR SUMUR DAN H2SO4
Korosi merupakan suatu proses alamiah, yang disebabkan karena logam berusaha untuk  kembali  pada  bentuk  aslinya. Proses  korosi  tidak  dapat dihindari, maka logam yang terjadi ...

Back to Top