Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perempuan, Daster dan Liyan: Domestifikasi Perempuan dalam Lagu “Mendung Tanpo Udan”

View through CrossRef
Women representation in popular culture is always positioned as an object. This study aims to uncover the identity of women who appear in the song Mendung Tanpo Udan. This research is a literature study that focuses on finding the meaning of the words sarong and daster attached to men and women. Then those meanings are analyzed, and its intertextuality is sought to dismantle the ideology in it. The results showed domestication of women in this song by attaching the word blojo dasteren to women while moco koran sarungan to men. Newspaper and sarong have more positive connotations for men, while blonjo and daster have more negative connotations for women. Women are still positioned in domestic affairs while men are in public affairs. Popular culture has alienated women in the sense of making women the second sex after men. Abstrak Representasi perempuan dalam budaya popular selalu diposisikan sebagai obyek. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar identitas perempuan yang dimunculkan dalam lagu Mendung Tanpo Udan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang difokuskan pada pencarian makna kata sarung dan daster yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan. Kemudian makna tersebut dianalisa dan dicari intertekstualitasnya untuk membongkar ideologi di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat domestifikasi perempuan dalam lagu ini dengan melekatkan kata blonjo dasteren pada perempuan sementara moco koran sarungan pada laki-laki. Koran dan sarung lebih memiliki makna konotasi yang positif bagi laki-laki sedangkan kata blonjo dan daster memiliki konotasi yang lebih negatif bagi perempuan. Perempuan tetap diposisikan pada urusan domestik sementara laki-laki pada urusan publik. Budaya popular telah memposisikan perempuan sebagai liyan, dalam arti menjadikan perempuan sebagai jenis kelamin kedua setelah laki-laki.
Title: Perempuan, Daster dan Liyan: Domestifikasi Perempuan dalam Lagu “Mendung Tanpo Udan”
Description:
Women representation in popular culture is always positioned as an object.
This study aims to uncover the identity of women who appear in the song Mendung Tanpo Udan.
This research is a literature study that focuses on finding the meaning of the words sarong and daster attached to men and women.
Then those meanings are analyzed, and its intertextuality is sought to dismantle the ideology in it.
The results showed domestication of women in this song by attaching the word blojo dasteren to women while moco koran sarungan to men.
Newspaper and sarong have more positive connotations for men, while blonjo and daster have more negative connotations for women.
Women are still positioned in domestic affairs while men are in public affairs.
Popular culture has alienated women in the sense of making women the second sex after men.
Abstrak Representasi perempuan dalam budaya popular selalu diposisikan sebagai obyek.
Penelitian ini bertujuan untuk membongkar identitas perempuan yang dimunculkan dalam lagu Mendung Tanpo Udan.
Penelitian ini merupakan studi literatur yang difokuskan pada pencarian makna kata sarung dan daster yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan.
Kemudian makna tersebut dianalisa dan dicari intertekstualitasnya untuk membongkar ideologi di dalamnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat domestifikasi perempuan dalam lagu ini dengan melekatkan kata blonjo dasteren pada perempuan sementara moco koran sarungan pada laki-laki.
Koran dan sarung lebih memiliki makna konotasi yang positif bagi laki-laki sedangkan kata blonjo dan daster memiliki konotasi yang lebih negatif bagi perempuan.
Perempuan tetap diposisikan pada urusan domestik sementara laki-laki pada urusan publik.
Budaya popular telah memposisikan perempuan sebagai liyan, dalam arti menjadikan perempuan sebagai jenis kelamin kedua setelah laki-laki.

Related Results

Peran guru membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai upaya pembentukan nasionalisme siswa
Peran guru membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai upaya pembentukan nasionalisme siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru membiasakan menyanyikan lagu nasional sebagai pembentukan semangat nasionalisme siswa. Sejalan dengan tujuan peneliti ters...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Menumbuhkan Sikap Spiritual Dan Sosial Melalui Lagu Anak Pada Siswa Sekolah Dasar
Menumbuhkan Sikap Spiritual Dan Sosial Melalui Lagu Anak Pada Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana lagu anak dapat menumbuhkan sikap spiritual dan sikap sosial anak dan untuk mengetahui sejauh mana lagu anak dapat menumbuhkan s...
Kritik Objektifikasi Perempuan pada Lirik Lagu Nxde karya (G)-IDLE
Kritik Objektifikasi Perempuan pada Lirik Lagu Nxde karya (G)-IDLE
Abstract. The research entitled “Criticism of the Objectification of Women in the Song Lyrics Riffaterre's Semiotic (Analysis of the Lyrics of the Song Nxde by (G)-IDLE) was motiva...
Representasi Domestifikasi Peran Ibu dalam Iklan Nutella Mummypedia
Representasi Domestifikasi Peran Ibu dalam Iklan Nutella Mummypedia
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui representasi domestifikasi peran ibu dalam iklan Nutella Mummypedia dimana ditampilkan bahwa yang berperan mengurus anak adalah perempuan seb...
Makna Perempuan Gila pada Lagu “Rayuan Perempuan Gila” Karya Nadin Amizah
Makna Perempuan Gila pada Lagu “Rayuan Perempuan Gila” Karya Nadin Amizah
Abstract. Song lyrics have undergrone many develovements influenced by culture, technology, and social trends. Not surprisingly, with this revolution, many newcomer musicians have ...
Persepsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia terhadap Trilogi Garis Cinta Karya Rizky Febian
Persepsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia terhadap Trilogi Garis Cinta Karya Rizky Febian
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia terhadap lirik Trilogi Garis Cinta karya Rizky Febian. Jenis peneli...

Back to Top