Javascript must be enabled to continue!
KONFIRMASI EMPAT FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP SIBLING RIVALRYPADA BALITA
View through CrossRef
<p><em>Sibling rivalry</em>dapat merusak kualitas persaudaraan dan menyebabkan perilaku agresif yang membahayakan anak, membuat anak menjadi rendah diri, memaki, cedera, menganggap saudaranya sebagai lawan, bahkan menyebabkan kematian. Tujuan penelitian mengetahui, pola asuh, faktor sosial dan kecerdasan emosi terhadap <em>sibling rivalry</em> Balita di Kelurahan Abadijaya. Desain penelitian menggunakan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian seluruh ibu yang memiliki anak lebih dari satu balita<em>sibling rivalry</em> sebanyak 80 orang. Metode analisis menggunakan<em> Struktural Equation Modelling</em>. Hasil penelitian menunjukkan variabel <em>sibling rivalry</em> balita dipengaruhi pola asuh 18,2%, faktor sosial 26,8%, kecerdasan emosi 27,7%. Sedangkan pengaruh langsung faktor sosial terhadap kecerdasan emosi 33,4%, pola asuh terhadap faktor sosial 31,8%, lingkungan keluarga terhadap pola asuh 74,7%, pola asuh terhadap kecerdasan emosi 28%. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kecerdasan emosi yang paling mempengaruhi <em>sibling rivalry</em> pada Balita, dikarenakan fokusnya memahami, mengenali, merasakan, mengelola dan memimpin perasaan sendiri dan orang lain dalam kehidupan pribadi dan sosial<strong>. </strong>Hasil penelitian ini, menyarankan orang tua memberikan semangat baru pada kegiatan, yang diberikan atas prestasi anak, berupa pemberian pujian dan penghargaan.</p>
STIKES Bhakti Husada Bengkulu
Title: KONFIRMASI EMPAT FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP SIBLING RIVALRYPADA BALITA
Description:
<p><em>Sibling rivalry</em>dapat merusak kualitas persaudaraan dan menyebabkan perilaku agresif yang membahayakan anak, membuat anak menjadi rendah diri, memaki, cedera, menganggap saudaranya sebagai lawan, bahkan menyebabkan kematian.
Tujuan penelitian mengetahui, pola asuh, faktor sosial dan kecerdasan emosi terhadap <em>sibling rivalry</em> Balita di Kelurahan Abadijaya.
Desain penelitian menggunakan <em>cross sectional</em>.
Populasi penelitian seluruh ibu yang memiliki anak lebih dari satu balita<em>sibling rivalry</em> sebanyak 80 orang.
Metode analisis menggunakan<em> Struktural Equation Modelling</em>.
Hasil penelitian menunjukkan variabel <em>sibling rivalry</em> balita dipengaruhi pola asuh 18,2%, faktor sosial 26,8%, kecerdasan emosi 27,7%.
Sedangkan pengaruh langsung faktor sosial terhadap kecerdasan emosi 33,4%, pola asuh terhadap faktor sosial 31,8%, lingkungan keluarga terhadap pola asuh 74,7%, pola asuh terhadap kecerdasan emosi 28%.
Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kecerdasan emosi yang paling mempengaruhi <em>sibling rivalry</em> pada Balita, dikarenakan fokusnya memahami, mengenali, merasakan, mengelola dan memimpin perasaan sendiri dan orang lain dalam kehidupan pribadi dan sosial<strong>.
</strong>Hasil penelitian ini, menyarankan orang tua memberikan semangat baru pada kegiatan, yang diberikan atas prestasi anak, berupa pemberian pujian dan penghargaan.
</p>.
Related Results
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Kelurahan Tunjung Teja Kecamatan Tunjung Teja Kabupaten Serang Provinsi Banten
ABSTRACT According to data from the toddler cohort at 4 Posyandu, Tunjung Teja District for the period January 2024 to June 2024, it was recorded that of the 172 toddlers aged 6-59...
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyand...
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...
Gambaran Perilaku Masyarakat terhadap terjadinya Diare pada Balita di Wilayah Lingkungan I,II,III,IV, Daerah Aliran Sungai , Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan
Gambaran Perilaku Masyarakat terhadap terjadinya Diare pada Balita di Wilayah Lingkungan I,II,III,IV, Daerah Aliran Sungai , Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan
Abstrak
Latar Belakang : Diare adalah penyebab umum pada tingkat kematian yang terjadi di negara berkembang, tingkat penyebab pertama kematian balita (di bawah lima tahun) di...
STUNTING BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI INDONESIA
STUNTING BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA DI PUSKESMAS CIBEBER KOTA CIMAHI INDONESIA
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak-anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama (kronis). Kekurangan gizi kronis menyebabkan hambatan dalam proses pem...

