Javascript must be enabled to continue!
MANUSIA PERSPEKTIF IBN MISKĀWAIH
View through CrossRef
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep manusia menurut Ibn Miskāwaih dan dapat memberikan sumbangan pemikirian di dunia falsafat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui telaah pustaka, yakni penelitian yang dilakukan dengan membaca dan memahami referensi dari sumber primer dan sumber sekunder berupa karya-karya yang membahas atau berkaitan dengan pemikiran Ibn Miskāwaih tentang konsep manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Miskāwaih menganggap manusia berawal dari air yang menggenang kemudian menjadi karang. Selanjutnya tumbuhan yang membusuk menghasilkan kehidupan baru, yakni keluar hewan-hewan kecil seperti ulat yang berevolusi menjadi serangga. Hewan-hewan tersebut terus menambah daya kemampuannya hingga yang tertingi derajat pada hewan dan mendekati manusia adalah sejenis kera. Jika kera tersebut dapat melewati satu tingkat lebih unggul, maka ia dapat menjadi manusia. Manusia sempurna menurut Ibn Miskāwaih adalah yang tidak beranggapan bahwa hidup bukanlah untuk mencari kenikmatan inderawi saja. Kenikmatan inderawi bukanlah puncak kebahagiaan. Mereka adalah manusia yang mendekatkan diri kepada Allah Swt., dengan cara terus menerus. Mereka tidak lagi akan merasa lapar yang berlebihan, menginginkan kekayaan, dan bahkan mereka tidak menginginkan seks. Derajat ini dapat disamakan dengan malaikat, bahkan lebih tinggi dari malaikat. Mereka disebut para wali Allah Swt.Kata Kunci: Penciptaan Manusia, Manusia Sempurna.
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: MANUSIA PERSPEKTIF IBN MISKĀWAIH
Description:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep manusia menurut Ibn Miskāwaih dan dapat memberikan sumbangan pemikirian di dunia falsafat.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui telaah pustaka, yakni penelitian yang dilakukan dengan membaca dan memahami referensi dari sumber primer dan sumber sekunder berupa karya-karya yang membahas atau berkaitan dengan pemikiran Ibn Miskāwaih tentang konsep manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Miskāwaih menganggap manusia berawal dari air yang menggenang kemudian menjadi karang.
Selanjutnya tumbuhan yang membusuk menghasilkan kehidupan baru, yakni keluar hewan-hewan kecil seperti ulat yang berevolusi menjadi serangga.
Hewan-hewan tersebut terus menambah daya kemampuannya hingga yang tertingi derajat pada hewan dan mendekati manusia adalah sejenis kera.
Jika kera tersebut dapat melewati satu tingkat lebih unggul, maka ia dapat menjadi manusia.
Manusia sempurna menurut Ibn Miskāwaih adalah yang tidak beranggapan bahwa hidup bukanlah untuk mencari kenikmatan inderawi saja.
Kenikmatan inderawi bukanlah puncak kebahagiaan.
Mereka adalah manusia yang mendekatkan diri kepada Allah Swt.
, dengan cara terus menerus.
Mereka tidak lagi akan merasa lapar yang berlebihan, menginginkan kekayaan, dan bahkan mereka tidak menginginkan seks.
Derajat ini dapat disamakan dengan malaikat, bahkan lebih tinggi dari malaikat.
Mereka disebut para wali Allah Swt.
Kata Kunci: Penciptaan Manusia, Manusia Sempurna.
Related Results
[Muhammad Ibn Abi ‘Amir’s Political Involvement According to The Chronicle Of Ibn Hayyan Al-Qurtubi] Penglibatan Politik Muhammad Ibn Abi ‘Amir Menurut Catatan Ibn Hayyan Al-Qurtubi
[Muhammad Ibn Abi ‘Amir’s Political Involvement According to The Chronicle Of Ibn Hayyan Al-Qurtubi] Penglibatan Politik Muhammad Ibn Abi ‘Amir Menurut Catatan Ibn Hayyan Al-Qurtubi
Abstract
Muhammad ibn Abi ‘Amir was a de facto leader of al-Andalus during the Umayyad rule based in Cordoba. Caliph al-Hakam II had appointed him to hold some political posi...
Pemikiran Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih dan Relevansinya pada Pendidikan Islam Kontemporer
Pemikiran Pendidikan Akhlak Ibnu Miskawaih dan Relevansinya pada Pendidikan Islam Kontemporer
This articel purpose to explain the concept of moral education with today’s education is inseparable from each other. Morality is very important in the study of Islam. Morality is ...
Konsep Jiwa Perspektif Ibnu Miskawaih
Konsep Jiwa Perspektif Ibnu Miskawaih
Ibn Miskawaih, a prominent Muslim philosopher, offers an in-depth view of the concept of the soul which is foundational to Islamic philosophy of ethics and psychology. In his think...
Pendidikan Anak Perspektif Ibn Qayyim Al Jauziyyah
Pendidikan Anak Perspektif Ibn Qayyim Al Jauziyyah
Fitrah manusia terlahir dengan membawa ke-Islaman dan ketauhidan, serta potensi-potensi sebagai makhluk ciptaan Allah. Potensi dasar yang dimiliki anak ini,menjadikan bimbingan dan...
PEMBELAJARAN PERSPEKTIF AL GHAZALI DAN IBNU MISKAWAIH
PEMBELAJARAN PERSPEKTIF AL GHAZALI DAN IBNU MISKAWAIH
Human as educational beings (homo educandum) has never been separated from the process of education. Therefore, they can be an object or subject of education. the educational proce...
ILMU PENGETAHUAN DAN PEMBAGIANNYA MENURUT IBN KHALDUN
ILMU PENGETAHUAN DAN PEMBAGIANNYA MENURUT IBN KHALDUN
Although he also discussed science with various branches and scope, so that he was known as an expert in the discourse of science in Islam, Ibn Khaldun was still often positioned a...
KONSEP MANUSIA SEMPURNA MENURUT MUHAMMAD TAQÎ MISBÂH YAZDÎ
KONSEP MANUSIA SEMPURNA MENURUT MUHAMMAD TAQÎ MISBÂH YAZDÎ
AbstrakIlmu pengetahuan dengan pelbagai metodenya, telah menempatkan manusia pada jurang keterasingan yang dalam nan gelap. Tak hanya itu, ilmu pengetahuan yang mulanya dipahami se...
İbn Sînâ’da Ölüm ve Ötesi
İbn Sînâ’da Ölüm ve Ötesi
Bu makalede, İbn Sînâ’nın ölüm ve ötesine dair görüşlerinin ruh-beden ilişkisi bakımından felsefi bir değerlendirmesi yapılmıştır. Ölüm ötesi hayatla ilgili konuların felsefi bir p...


