Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KEBIASAAN MAKANAN DAN OSMOREGULASI SEBAGAI LANDASAN DOMESTIKASI KEONG MACAN (Babylonia spirata L.)

View through CrossRef
Keong Macan (Babylonia spirata L.) merupakan sumberdaya hayati yang memiliki nilai ekonomis karena banyak mengandung protein, kandungan lendir yang sedikit, rasanya enak dan mudah dalam pengelolaannya. Pemanfaatan keong macan yang dilakukan secara besar-besaran dan tidak sesuai dengan kemampuan regenerasi organisme tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan, jenis makanan yang terdapat pada perut, mengkaji hubungan panjang cangkang dan berat bobot total hasil tangkapan, dan mengetahui tingkat serta pola osmoregulasi keong macan di alam. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2011 di Perairan Laut Kartini Jepara. Pengamatan sample dilakukan di laboratorium LPWP Jepara dan laboratorium Hidrobiologi Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak empat kali setiap dua minggu sekali di Perairan Laut Kartini Jepara. Pada setiap titik, contoh diambil sebanyak 100 ekor. Penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu, untuk pemeriksaan kebiasaan makanan menggunakan metode gravimetrik, pemeriksaan osmoregulasi dilakukan dengan cara menghitung tingkat kerja osmotik berdasarkan perbedaan nilai osmolaritas haemolymph keong macan dan osmolaritas air laut, pemeriksaan osmolaritas menggunakan osmometer, dan sifat pertumbuhan ditentukan berdasarkan analisis hubungan panjang berat. Pola osmoregulasi keong macan di alam berada pada kondisi regulasi isoosmotik dengan rentang salinitas 31.5 hingga 32.3 ‰ dan Osmolaritas haemolymph pada rentang 924.90 hingga 935.32 mOsm/l H2O. Beban kerja osmotik (TKO) paling mendekati isoosmotik yaitu pada salinitas 32 ‰ dengan osmolaritas media pada nilai 935.32 mOsm/l H2O. Pada penelitian kondisi isoosmotik optimal terdapat pada stasiun I dan IV. Domestikasi keong macan mulai tahap aklimasi sampai kultivasi perlu memperhatikan kebutuhan media isoosmotik, yaitu 31.5 hingga 32.3 ‰ (924.90 hingga 935.32 mOsm/l H2O) dengan pakan daging ikan karena keong macan bersifat karnivora.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: KEBIASAAN MAKANAN DAN OSMOREGULASI SEBAGAI LANDASAN DOMESTIKASI KEONG MACAN (Babylonia spirata L.)
Description:
Keong Macan (Babylonia spirata L.
) merupakan sumberdaya hayati yang memiliki nilai ekonomis karena banyak mengandung protein, kandungan lendir yang sedikit, rasanya enak dan mudah dalam pengelolaannya.
Pemanfaatan keong macan yang dilakukan secara besar-besaran dan tidak sesuai dengan kemampuan regenerasi organisme tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan, jenis makanan yang terdapat pada perut, mengkaji hubungan panjang cangkang dan berat bobot total hasil tangkapan, dan mengetahui tingkat serta pola osmoregulasi keong macan di alam.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2011 di Perairan Laut Kartini Jepara.
Pengamatan sample dilakukan di laboratorium LPWP Jepara dan laboratorium Hidrobiologi Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro.
Pengambilan sampel dilakukan sebanyak empat kali setiap dua minggu sekali di Perairan Laut Kartini Jepara.
Pada setiap titik, contoh diambil sebanyak 100 ekor.
Penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu, untuk pemeriksaan kebiasaan makanan menggunakan metode gravimetrik, pemeriksaan osmoregulasi dilakukan dengan cara menghitung tingkat kerja osmotik berdasarkan perbedaan nilai osmolaritas haemolymph keong macan dan osmolaritas air laut, pemeriksaan osmolaritas menggunakan osmometer, dan sifat pertumbuhan ditentukan berdasarkan analisis hubungan panjang berat.
Pola osmoregulasi keong macan di alam berada pada kondisi regulasi isoosmotik dengan rentang salinitas 31.
5 hingga 32.
3 ‰ dan Osmolaritas haemolymph pada rentang 924.
90 hingga 935.
32 mOsm/l H2O.
Beban kerja osmotik (TKO) paling mendekati isoosmotik yaitu pada salinitas 32 ‰ dengan osmolaritas media pada nilai 935.
32 mOsm/l H2O.
Pada penelitian kondisi isoosmotik optimal terdapat pada stasiun I dan IV.
Domestikasi keong macan mulai tahap aklimasi sampai kultivasi perlu memperhatikan kebutuhan media isoosmotik, yaitu 31.
5 hingga 32.
3 ‰ (924.
90 hingga 935.
32 mOsm/l H2O) dengan pakan daging ikan karena keong macan bersifat karnivora.

Related Results

PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Terdapat beberapa kendala yang mengganggu pada budidaya tanaman padi, sal...
Domestikasi Ikan Air Tawar Asli Indonesia Mendukung Produksi Perikanan
Domestikasi Ikan Air Tawar Asli Indonesia Mendukung Produksi Perikanan
Domestikasi ikan adalah penjinakan ikan liar melalui penguasaan siklus reproduksi diluar habitat aslinya. Kegiatan domestikasi ikan diawali dengan koleksi, pemilihan populasi yang ...
Kuliner Ndeso Blitar Kuto Cilik Sing Kawentar
Kuliner Ndeso Blitar Kuto Cilik Sing Kawentar
Abstrak Blitar merupakan kuto cilik sing kawentar. Blitar juga menyimpan banyak destinasi wisata yang mampu memberikan suasana baru dan mempelajari bagaimana pahlawan yang du...
SISTEM EKSKRESI DAN OSMOREGULASI PADA IKAN
SISTEM EKSKRESI DAN OSMOREGULASI PADA IKAN
Sistem ekskresi dan osmoregulasi pada ikan telah berkembang secara evolusioner sebagai respons terhadap kebutuhannya untuk beradaptasi dengan lingkungan air yang berbeda. Ikan memi...
Uji Toksisitas Ekstrak Akar Tuba Terhadap Keong Mas
Uji Toksisitas Ekstrak Akar Tuba Terhadap Keong Mas
Keong mas (Pomacea canaliculata) merupakan salah satu hama pada tanaman padi di Indonesia dan Asia Tenggara. Keong mas menyerang tanaman padi saat persemaian hingga fase pertumbuha...

Back to Top