Javascript must be enabled to continue!
Pengalaman Konversi Agama Pada Remaja Mualaf
View through CrossRef
Konversi agama bagi remaja merupakan momen yang krusial, meskipun demikian beberapa individu mengalami fenomena ini di usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor pemaknaan remaja terhadap pengalaman konversi agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan responden yang digunakan yaitu purposive sampling dengan analisis data yaitu teknik Interpretative Phenomenology Analysis. Verifikasi data penelitian yang digunakan yaitu teknik member check. Penelitian melibatkan tiga remaja yang berjenis kelamin perempuan, berusia 21 tahun. Hasil penelitian menemukan bahwa remaja melakukan konversi agama karena munculnya keraguan dalam dirinya dikarenakan pertanyaan tidak terjawab, membandingkan agama. Proses mencari dilakukan dengan mempelajari agama yang bertujuan untuk menemukan jawaban dari keraguan dalam diri. Setelah menemukan jawaban, remaja kemudian memutuskan untuk melakukan konversi agama sehingga menimbulkan berbagai reaksi penolakan dan kesulitan seperti diusir, dijauhi bahkan tidak diberikan biaya hidup. Setelah berbagai penolakan, remaja juga mendapatkan dukungan dari lingkungan yaitu teman seagama. Selain itu, remaja mendapatkan ketenangan batin ketika berada di agama Islam seperti saat mendengarkan kajian yang menyebabkan perasaan senang, lega dan merasa bahwa hidupnya lebih teratur. Selain itu, keimanan dan lingkungan menjadi faktor yang membuat individu yakin dengan agama Islam. Hal ini yang menyebabkan remaja tetap bertahan di agama Islam. Penelitian ini memberi gambaran mengenai pengalaman konversi agama dan alasan remaja bertahan di agama Islam walaupun menghadapi berbagai tantangan. Sehingga, implikasi dalam penelitian ini mampu memberi dukungan kepada remaja yang melakukan konversi agama.
CV Ulil Albab Corp
Title: Pengalaman Konversi Agama Pada Remaja Mualaf
Description:
Konversi agama bagi remaja merupakan momen yang krusial, meskipun demikian beberapa individu mengalami fenomena ini di usia remaja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor pemaknaan remaja terhadap pengalaman konversi agama.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Metode pengumpulan responden yang digunakan yaitu purposive sampling dengan analisis data yaitu teknik Interpretative Phenomenology Analysis.
Verifikasi data penelitian yang digunakan yaitu teknik member check.
Penelitian melibatkan tiga remaja yang berjenis kelamin perempuan, berusia 21 tahun.
Hasil penelitian menemukan bahwa remaja melakukan konversi agama karena munculnya keraguan dalam dirinya dikarenakan pertanyaan tidak terjawab, membandingkan agama.
Proses mencari dilakukan dengan mempelajari agama yang bertujuan untuk menemukan jawaban dari keraguan dalam diri.
Setelah menemukan jawaban, remaja kemudian memutuskan untuk melakukan konversi agama sehingga menimbulkan berbagai reaksi penolakan dan kesulitan seperti diusir, dijauhi bahkan tidak diberikan biaya hidup.
Setelah berbagai penolakan, remaja juga mendapatkan dukungan dari lingkungan yaitu teman seagama.
Selain itu, remaja mendapatkan ketenangan batin ketika berada di agama Islam seperti saat mendengarkan kajian yang menyebabkan perasaan senang, lega dan merasa bahwa hidupnya lebih teratur.
Selain itu, keimanan dan lingkungan menjadi faktor yang membuat individu yakin dengan agama Islam.
Hal ini yang menyebabkan remaja tetap bertahan di agama Islam.
Penelitian ini memberi gambaran mengenai pengalaman konversi agama dan alasan remaja bertahan di agama Islam walaupun menghadapi berbagai tantangan.
Sehingga, implikasi dalam penelitian ini mampu memberi dukungan kepada remaja yang melakukan konversi agama.
Related Results
Potret Adaptasi Lima Mualaf Di Denpasar Barat
Potret Adaptasi Lima Mualaf Di Denpasar Barat
Islam menjadi agama terbesar dengan penganut terbanyak di Indonesia, tidak terkecuali di Bali. Meski Bali terkenal dengan julukan “Tanah Seribu Pura”, namun bukan berarti Bali ster...
Interaksi Mualaf India dengan Keluarga Bukan Islam Ketika Sambutan Perayaan Agama Hindu
Interaksi Mualaf India dengan Keluarga Bukan Islam Ketika Sambutan Perayaan Agama Hindu
Setiap agama dan bangsa di dunia memiliki perayaan yang tersendiri disambut pada hari dan tarikh tertentu. Perayaan masing-masing disambut penuh kemeriahan yang mengandungi pelbaga...
Implikasi Pola Asuh Anak dalam Keluarga Mualaf Terhadap Praktek Ibadah di Yayasan Mualaf Center
Implikasi Pola Asuh Anak dalam Keluarga Mualaf Terhadap Praktek Ibadah di Yayasan Mualaf Center
This article aims to 1) find out what parenting patterns are applied in the family of converts in fostering the practice of worship in children at the Mualaf Center Foundation, Sub...
Konversi Agama dalam Perdebatan Akademis
Konversi Agama dalam Perdebatan Akademis
AbstractThis research aims to analyze the phenomenon of religious conversion in theory and practice. This research uses library research in answering two main questions, namely how...
GAMBARAN PROSES PEMBENTUKKAN KEPRIBADIAN SYAHADATAIN PADA MUALAF
GAMBARAN PROSES PEMBENTUKKAN KEPRIBADIAN SYAHADATAIN PADA MUALAF
Mualaf merupakan orang yang baru masuk Islam, dan belum memahami banyak mengenai ajaran agama Islam. Mereka melalui proses bimbingan dan pembentukkan kepribadian mengenai ajaran Is...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Pendahuluan : Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu program yang dituntut untuk melakukan penyesuaian karena target Group dari program ini adalah remaja yang tidak ...
Pemanfaatan Media Interaktif Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dalam Pencegahan KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) Di Posyandu Remaja "Healthy Teenager"
Pemanfaatan Media Interaktif Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dalam Pencegahan KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) Di Posyandu Remaja "Healthy Teenager"
Seks aktif pra nikah pada remaja berisiko terhadap kehamilan remaja dan penularan penyakit menular seksual. Kehamilan yang tidak direncanakan pada remaja perempuan dapat berlanjut ...

