Javascript must be enabled to continue!
Misi Penginjilan Pada Masa Penciptaan dan Masa Kini
View through CrossRef
The mission of evangelism at the time of creation in the biblical text of Genesis 1 and the mission of evangelism at this time, especially at GKE Hosianna Palangka Raya explain the two contexts that have colorful cultures, so that they require contextual stages, so that the mission of evangelism can be achieved. The method used is a qualitative method with a descriptive narrative approach, and uses an interpretive paradigm. Sources of data from interviews and literature studies related to evangelistic missions, the time of creation, and the present. The results showed that the congregation’s space and time were limited in the use of the Ngaju Dayak language liturgy both in its implementation and service implementation, so that the implementation of this liturgy was increasingly marginlized and it was necessary to make more innovative evangelistic strategies in responding to the covid-19 pandemic and after the covid-19 pandemic. The positive impact is being able to reduce the potential for the spread of covid-19, so that God’s relationship between family members becomes harmonious.
Misi penginjilan pada masa penciptaan dalam teks Alkitab Kejadian 1 dan misi penginjilan pada masa kini, khususnya di GKE Hosianna Palangka Raya menerangkan kedua konteks yang memiliki kebudayaan yang berwarna-warni, sehingga memerlukan tahapan kontekstual, agar misi penginjilanpun dapat tercapai. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-naratif, serta menggunakan paradigma interpretatif. Sumber data dari hasil wawancara dan kajian literatur yang berkaitan dengan misi penginjilan, masa penciptaan, dan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan ternyata ruang dan waktu jemaat menjadi terbatas dalam penggunaan liturgi bahasa Dayak Ngaju baik dalam pelaksanaan maupun pelaksana pelayanannya, sehingga penyelenggaraan liturgi ini semakin terpinggirkan dan perlu membuat strategi penginjilan yang lebih inovatif dalam menyikapi masa pandemi covid-19 dan setelah masa pandemi covid-19. Dampak positifnya yaitu mampu mengurangi potensi penyebaran covid-19, sehingga jemaat Tuhan dapat dalam keadaan sehat dan hubungan antara anggota keluarga menjadi harmonis.
Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang
Title: Misi Penginjilan Pada Masa Penciptaan dan Masa Kini
Description:
The mission of evangelism at the time of creation in the biblical text of Genesis 1 and the mission of evangelism at this time, especially at GKE Hosianna Palangka Raya explain the two contexts that have colorful cultures, so that they require contextual stages, so that the mission of evangelism can be achieved.
The method used is a qualitative method with a descriptive narrative approach, and uses an interpretive paradigm.
Sources of data from interviews and literature studies related to evangelistic missions, the time of creation, and the present.
The results showed that the congregation’s space and time were limited in the use of the Ngaju Dayak language liturgy both in its implementation and service implementation, so that the implementation of this liturgy was increasingly marginlized and it was necessary to make more innovative evangelistic strategies in responding to the covid-19 pandemic and after the covid-19 pandemic.
The positive impact is being able to reduce the potential for the spread of covid-19, so that God’s relationship between family members becomes harmonious.
Misi penginjilan pada masa penciptaan dalam teks Alkitab Kejadian 1 dan misi penginjilan pada masa kini, khususnya di GKE Hosianna Palangka Raya menerangkan kedua konteks yang memiliki kebudayaan yang berwarna-warni, sehingga memerlukan tahapan kontekstual, agar misi penginjilanpun dapat tercapai.
Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-naratif, serta menggunakan paradigma interpretatif.
Sumber data dari hasil wawancara dan kajian literatur yang berkaitan dengan misi penginjilan, masa penciptaan, dan masa kini.
Hasil penelitian menunjukkan ternyata ruang dan waktu jemaat menjadi terbatas dalam penggunaan liturgi bahasa Dayak Ngaju baik dalam pelaksanaan maupun pelaksana pelayanannya, sehingga penyelenggaraan liturgi ini semakin terpinggirkan dan perlu membuat strategi penginjilan yang lebih inovatif dalam menyikapi masa pandemi covid-19 dan setelah masa pandemi covid-19.
Dampak positifnya yaitu mampu mengurangi potensi penyebaran covid-19, sehingga jemaat Tuhan dapat dalam keadaan sehat dan hubungan antara anggota keluarga menjadi harmonis.
Related Results
Roh Kudus: Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas─ Api Penginjilan Bagi Bangsa-bangsa
Roh Kudus: Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas─ Api Penginjilan Bagi Bangsa-bangsa
Abstract:The doctrine of the Trinity states that God is Father, Son, and Holy Spirit, three persons in one essence. The Holy Spirit is the third person of the Trinity, and as a div...
Book Review: Theologi Penginjilan
Book Review: Theologi Penginjilan
Buku ini mengulas hasil dari penelitian Stephen Tong yang berjudul theologi penginjilan. Yang kemudian akan disingkat ST. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang menunju...
Spiritualitas Misi Ingwer Ludwig Nommensen: Sebuah Refleksi Perkembangan Misi di HKBP Dame Saitnihuta, Tapanuli Utara
Spiritualitas Misi Ingwer Ludwig Nommensen: Sebuah Refleksi Perkembangan Misi di HKBP Dame Saitnihuta, Tapanuli Utara
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik misi Ingwer Ludwig Nommensen meliputi bidang penginjilan, kesehatan dan pendidikan serta pelaksanaannya di HKBP Dame Saitnihuta,...
Karya Kristus Sebagai Dasar Penginjilan di Dunia Non-Kristen
Karya Kristus Sebagai Dasar Penginjilan di Dunia Non-Kristen
Tulisan ini hendak menjelaskan mengenai konsep penginjilan, yang terdiridari enam pokok bahasan, yaitu: landasan teologis penginjilan, pengertianpenginjilan, hakikat penginjilan, m...
Dua Strategi Misi Mahasiswa Sekolah Teologi di Indonesia Masa Kini
Dua Strategi Misi Mahasiswa Sekolah Teologi di Indonesia Masa Kini
The purpose of this research is to find a mission strategy that is relevant to the students of the Theology school in Indonesia today. The methodology used is qualitative research ...
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG (Muhammad Ibnu Sholihin,2022) Skripsi Program Studi S-1 Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakart...
Misi Meratus dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus, Stasi Ka’ar Kalimantan Selatan
Misi Meratus dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus, Stasi Ka’ar Kalimantan Selatan
Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus, Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat ...
Mission in the age of digitization
Mission in the age of digitization
ABSTRACT At this time humans are entering a new phase, where the digital world, namely virtual technology can connect humans without being hindered by location, conditio...

