Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

View through CrossRef
Kadmium merupakan salah satu komponen penyusun zat pewarna dalam industri batik, bersifat toksik dan sulit terurai. Perairan yang tercemar kadmium dapat berdampak pada biota air. Melanoides turricula merupakan gastropoda yang banyak ditemukan di Sungai Wangan, dan bersifat bioakumulator kuat dalam mengakumulasi logam berat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis konsentrasi dan korelasi kadmium pada M. turricula dan air sungai Wangan. Penelitian dilakukan dengan metode survai di Sungai Wangan, Sokaraja. Obyek penelitian yang digunakan yaitu M. turricula dan air Sungai Wangan. Variabel bebas yang diamati yaitu konsentrasi kadmium air Sungai Wangan dan variabel terikat yaitu konsentrasi kadmium dalam tubuh M. turricula. Parameter utama yang diukur adalah konsentrasi kadmium pada tubuh M. turricula dan konsentrasi kadmium air Sungai Wangan, sedangkan parameter pendukung meliputi suhu, pH, dan BOD (Biochemical Oxygen Demand). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali ulangan selama 4 bulan pada 3 stasiun pengamatan, yang terdiri dari area sebelum dan setelah mendapat masukkan limbah, serta di area pembuangan limbah. Hubungan korelasi kadmium pada M. turricula dan di air Sungai Wangan dianalisis menggunakan Spearman’s Rank Correlation Analysis. Hasil penelitian menujukkan bahwa kadmium di M. turricula maupun air sungai pada area stasiun sebelum mendapat masukkan limbah memiliki konsentrasi kadmium yang terendah sebesar 2,075 µg/g dan 0,750 µg/L. Area stasiun pembuangan limbah memiliki konsentransi kadmium tertinggi pada M. turricula maupun air sungai yaitu sebesar 6,450 µg/g dan 1,050 µg/L, sedangkan konsentransi kadmium air sungai dan M. turricula di area setelah mendapat masukkan limbah sebesar 4,600 µg/g dan 0,875 µg/L. Berdasarkan Spearman’s Rank Correlation Analysis menunjukkan adanya korelasi kuat antara konsentrasi kadmium M. turricula dengan air sungai.
Title:
Description:
Kadmium merupakan salah satu komponen penyusun zat pewarna dalam industri batik, bersifat toksik dan sulit terurai.
Perairan yang tercemar kadmium dapat berdampak pada biota air.
Melanoides turricula merupakan gastropoda yang banyak ditemukan di Sungai Wangan, dan bersifat bioakumulator kuat dalam mengakumulasi logam berat.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis konsentrasi dan korelasi kadmium pada M.
turricula dan air sungai Wangan.
Penelitian dilakukan dengan metode survai di Sungai Wangan, Sokaraja.
Obyek penelitian yang digunakan yaitu M.
turricula dan air Sungai Wangan.
Variabel bebas yang diamati yaitu konsentrasi kadmium air Sungai Wangan dan variabel terikat yaitu konsentrasi kadmium dalam tubuh M.
turricula.
Parameter utama yang diukur adalah konsentrasi kadmium pada tubuh M.
turricula dan konsentrasi kadmium air Sungai Wangan, sedangkan parameter pendukung meliputi suhu, pH, dan BOD (Biochemical Oxygen Demand).
Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali ulangan selama 4 bulan pada 3 stasiun pengamatan, yang terdiri dari area sebelum dan setelah mendapat masukkan limbah, serta di area pembuangan limbah.
Hubungan korelasi kadmium pada M.
turricula dan di air Sungai Wangan dianalisis menggunakan Spearman’s Rank Correlation Analysis.
Hasil penelitian menujukkan bahwa kadmium di M.
turricula maupun air sungai pada area stasiun sebelum mendapat masukkan limbah memiliki konsentrasi kadmium yang terendah sebesar 2,075 µg/g dan 0,750 µg/L.
Area stasiun pembuangan limbah memiliki konsentransi kadmium tertinggi pada M.
turricula maupun air sungai yaitu sebesar 6,450 µg/g dan 1,050 µg/L, sedangkan konsentransi kadmium air sungai dan M.
turricula di area setelah mendapat masukkan limbah sebesar 4,600 µg/g dan 0,875 µg/L.
Berdasarkan Spearman’s Rank Correlation Analysis menunjukkan adanya korelasi kuat antara konsentrasi kadmium M.
turricula dengan air sungai.

Back to Top