Javascript must be enabled to continue!
Cara siswa menyelesaikan masalah suhu dan kalor dari sudut pandang keterampilan metakognisi
View through CrossRef
Abstract: The ways students solve problems become one of the main target of physics learning. Investigation about how students solve problems is explored in the context of metacognition skills. The steps of metacognition skills in physics problem solving include: planning, monitoring, evaluation, and controlling. This is a preliminary exploration study that aims to: 1.) mapping the metacognition skills that are used in physics problem solving of temperature and heat, 2.) exhibiting students’ self evaluation of his/her metacognition skills in problem solving, and 3.) identifying the relationship between students answer and their self evaluation. This is a descriptive qualitative study. The data were obtained by test and questionnaire. The physics problem solving test was given to 35 students of 11th grader. After doing test, they filled the 22 items of questionnaire adapted from Physics Metacognition Inventory (PMI). The result shows that none of the students solved all the problems optimally. The result of questionnaire showed that the average of metacognitive skills 64%, with the maximum and the minimum scores is 87% and 35% respectively. The correlation between the analyses of students’ answer and their self evaluation shows a negative value that indicates no relationship. Specifically, students pass the planning and controlling phase quite well, even though they tend to be poor in monitoring and evaluation. This findings must become a particular attention for the researchers and teachers in providing the learning strategy to habit the phases of metacognition skills in order to improve students’ metacognitive skills.
Abstrak: Cara siswa dalam menyelesaikan masalah menjadi salah satu sasaran utama dalam pembelajaran fisika. Penelusuran mengenai bagaimana cara siswa menyelesaikan masalah dieksplorasi dalam konteks keterampilan metakognisi. Tahapan keterampilan metakognisi dalam menyelesaikan masalah fisika meliputi: planning, monitoring, evaluation, dan controlling. Penelitian ini merupakan studi eksplorasi awal bertujuan untuk: 1.) memetakan keterampilan metakognisi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah fisika pada materi Suhu dan Kalor, 2.) menunjukkan penilaian diri siswa terhadap keterampilan metakognisi yang dimiliki dalam menyelesaikan masalah, dan 3.) mengidentifikasi hubungan antara analisis jawaban siswa dan penilaian diri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui tes dan angket. Tes yang digunakan merupakan soal problem solving, yang diberikan kepada 35 siswa kelas XI. Setelah mengerjakan soal, siswa mengisi angket yang terdiri dari 22 item yang diadaptasi dari Physics Metacognition Inventory (PMI). Hasil penelitian menunjukkan belum ada siswa yang optimal menyelesaikan seluruh soal. Angket penilaian diri menunjukkan skor rerata 64%, dengan skor maksimum dan minimum masing-masing 87% dan 35%. Hubungan antara analisis jawaban siswa dan hasil penilaian diri menunjukkan nilai korelasi negatif yang mengindikasikan tidak sinkronnya hasil jawaban dan penilaian diri siswa. Secara spesifik, tahapan planning dan controlling dilakukan siswa dengan cukup baik, akan tetapi siswa cenderung lemah dalam memonitoring dan mengevaluasi ketika menyelesaikan masalah. Temuan ini menjadikan perhatian khusus untuk peneliti dan guru dalam menyajikan strategi belajar untuk membiasakan tahapan dalam keterampilan metakognisi dengan target peningkatan keterampilan metakognisi siswa.
Title: Cara siswa menyelesaikan masalah suhu dan kalor dari sudut pandang keterampilan metakognisi
Description:
Abstract: The ways students solve problems become one of the main target of physics learning.
Investigation about how students solve problems is explored in the context of metacognition skills.
The steps of metacognition skills in physics problem solving include: planning, monitoring, evaluation, and controlling.
This is a preliminary exploration study that aims to: 1.
) mapping the metacognition skills that are used in physics problem solving of temperature and heat, 2.
) exhibiting students’ self evaluation of his/her metacognition skills in problem solving, and 3.
) identifying the relationship between students answer and their self evaluation.
This is a descriptive qualitative study.
The data were obtained by test and questionnaire.
The physics problem solving test was given to 35 students of 11th grader.
After doing test, they filled the 22 items of questionnaire adapted from Physics Metacognition Inventory (PMI).
The result shows that none of the students solved all the problems optimally.
The result of questionnaire showed that the average of metacognitive skills 64%, with the maximum and the minimum scores is 87% and 35% respectively.
The correlation between the analyses of students’ answer and their self evaluation shows a negative value that indicates no relationship.
Specifically, students pass the planning and controlling phase quite well, even though they tend to be poor in monitoring and evaluation.
This findings must become a particular attention for the researchers and teachers in providing the learning strategy to habit the phases of metacognition skills in order to improve students’ metacognitive skills.
Abstrak: Cara siswa dalam menyelesaikan masalah menjadi salah satu sasaran utama dalam pembelajaran fisika.
Penelusuran mengenai bagaimana cara siswa menyelesaikan masalah dieksplorasi dalam konteks keterampilan metakognisi.
Tahapan keterampilan metakognisi dalam menyelesaikan masalah fisika meliputi: planning, monitoring, evaluation, dan controlling.
Penelitian ini merupakan studi eksplorasi awal bertujuan untuk: 1.
) memetakan keterampilan metakognisi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah fisika pada materi Suhu dan Kalor, 2.
) menunjukkan penilaian diri siswa terhadap keterampilan metakognisi yang dimiliki dalam menyelesaikan masalah, dan 3.
) mengidentifikasi hubungan antara analisis jawaban siswa dan penilaian diri.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.
Data penelitian diperoleh melalui tes dan angket.
Tes yang digunakan merupakan soal problem solving, yang diberikan kepada 35 siswa kelas XI.
Setelah mengerjakan soal, siswa mengisi angket yang terdiri dari 22 item yang diadaptasi dari Physics Metacognition Inventory (PMI).
Hasil penelitian menunjukkan belum ada siswa yang optimal menyelesaikan seluruh soal.
Angket penilaian diri menunjukkan skor rerata 64%, dengan skor maksimum dan minimum masing-masing 87% dan 35%.
Hubungan antara analisis jawaban siswa dan hasil penilaian diri menunjukkan nilai korelasi negatif yang mengindikasikan tidak sinkronnya hasil jawaban dan penilaian diri siswa.
Secara spesifik, tahapan planning dan controlling dilakukan siswa dengan cukup baik, akan tetapi siswa cenderung lemah dalam memonitoring dan mengevaluasi ketika menyelesaikan masalah.
Temuan ini menjadikan perhatian khusus untuk peneliti dan guru dalam menyajikan strategi belajar untuk membiasakan tahapan dalam keterampilan metakognisi dengan target peningkatan keterampilan metakognisi siswa.
Related Results
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pipa kalor fleksibel. Pipa kalor fleksibel dibuat denganpanjang 450 mm. Bagian evaporator terbuat dari tembaga dengan panjang 150 mm,...
PENGARUH NILAI KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE BATUBARA PT BUKIT ASAM
PENGARUH NILAI KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE BATUBARA PT BUKIT ASAM
PT Bukit Asam Tbk adalah perusahaan bisnis batubara yang cukup besar di Indonesia. Batubara tergolong sumber energi karena memiliki nilai kalor untuk terjadinya pembakaran. Oleh ka...
IMPLEMENTASI ASESMEN KELAS OLEH GURU EKONOMI TERHADAP KETERAMPILAN 4C SISWA FAIZAH JURNAL
IMPLEMENTASI ASESMEN KELAS OLEH GURU EKONOMI TERHADAP KETERAMPILAN 4C SISWA FAIZAH JURNAL
ABSTRAK Faizah. 2022. Implementasi Asesmen Kelas Oleh Guru Ekonomi Terhadap Keterampilan 4C Siswa. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Pascasa...
Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang
Analisis Kebutuhan Modul Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP N 4 Batang
Pemecahan masalah merupakan suatu usaha untuk menyelesaikan masalah matematika menggunakan pemahaman yang telah dimilikinya. Siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah rendah...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MASALAH ETNOMATEMATIKA
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MASALAH ETNOMATEMATIKA
Etnomatematika mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal, membantu siswa belajar dari konteks budaya mereka dan meningkatkan pemahaman matematika. Siswa sering kesulitan men...
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa SMP Maniamas Ngabang
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah pada Siswa SMP Maniamas Ngabang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah menurut Polya. Jenis penelitian adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 ora...
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning Terhadap Kesadaran Metakognisi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Larutan Penyangga
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning Terhadap Kesadaran Metakognisi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Larutan Penyangga
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Contextual Teaching and Learning terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar siswa pada materi larutan penyangga. ...


