Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SPIRITUALITAS HINDU DALAM MENARI DAN MENATA TARI

View through CrossRef
ABSTRAK                                                                          Spiritualitas Hindu dalam menari (menampilkan hasil akhir sebuah tatanan koreografi) dan menata tari (mengkonsep dan menyusun berbagai elemen dasar tari menjadi satu bentuk tari) adalah sebuah daya atau spirit berkarya yang lahir dari pemahaman dan penghayatan konsep Siwa Nataraja. Sebuah konsep yang memposisikan peran dwi tunggal Dewa Úiwa sebagai Úiwa Nataraja sekaligus Nrtyamurti, dimana kekuatan menari dan menata tari tergabung dalam satu sosok yang sama. Melihat data dan fakta di lapangan, kemampuan menari seseorang (bahkan dari mahasiswa Jurusan Seni) belum tentu disertai dengan kemampuannya menata tari, apalagi mahir dalam keduanya. Jurusan Seni Tari pada Perguruan Tinggi Seni pun dibagi secara terpisah antara Seni Tari dengan Komposisi Tari, padahal keduanya merupakan satu kesatuan dalam konsep Siwa Nataraja. Berdasarkan fakta tersebut tulisan ini perlu disebarluaskan, sebagai sebuah pembaharuan dalam pengetahuan seni menari dan menata tari. Secara deskriptif kualitatif, konsep tersebut akan dipaparkan sesuai data empiris, kajian pustaka, wawancara, dan observasi, yang telah diolah sampai pada tahapan akhir abstraksi data yang melahirkan pandangan. Kata Kunci : Spiritualitas Hindu, Menari, Menata Tari.
Universitas PGRI Palembang
Title: SPIRITUALITAS HINDU DALAM MENARI DAN MENATA TARI
Description:
ABSTRAK                                                                          Spiritualitas Hindu dalam menari (menampilkan hasil akhir sebuah tatanan koreografi) dan menata tari (mengkonsep dan menyusun berbagai elemen dasar tari menjadi satu bentuk tari) adalah sebuah daya atau spirit berkarya yang lahir dari pemahaman dan penghayatan konsep Siwa Nataraja.
Sebuah konsep yang memposisikan peran dwi tunggal Dewa Úiwa sebagai Úiwa Nataraja sekaligus Nrtyamurti, dimana kekuatan menari dan menata tari tergabung dalam satu sosok yang sama.
Melihat data dan fakta di lapangan, kemampuan menari seseorang (bahkan dari mahasiswa Jurusan Seni) belum tentu disertai dengan kemampuannya menata tari, apalagi mahir dalam keduanya.
Jurusan Seni Tari pada Perguruan Tinggi Seni pun dibagi secara terpisah antara Seni Tari dengan Komposisi Tari, padahal keduanya merupakan satu kesatuan dalam konsep Siwa Nataraja.
Berdasarkan fakta tersebut tulisan ini perlu disebarluaskan, sebagai sebuah pembaharuan dalam pengetahuan seni menari dan menata tari.
Secara deskriptif kualitatif, konsep tersebut akan dipaparkan sesuai data empiris, kajian pustaka, wawancara, dan observasi, yang telah diolah sampai pada tahapan akhir abstraksi data yang melahirkan pandangan.
 Kata Kunci : Spiritualitas Hindu, Menari, Menata Tari.

Related Results

KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
Penelitian ini memfokuskan pada objek tari Remo Munali Fatah, yaitu tari Remo gaya Surabayan yang menjadi sumber dari konservasi tari Remo gaya Surabayan di Surabaya. Tujuan dari p...
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
KARAWITAN TARI SEKAR PUDYASTUTI KARYA K.R.T. SASMINTADIPURA: STRUKTUR PENYAJIAN DAN GARAP KENDHANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan pola penyajian dan garap kendhangan Tari Sekar Pudyastuti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrip...
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
ANALISIS KEBUTUHAN GURU AGAMA HINDU DI KOTA MATARAM DAN SIGNIFIKANSINYA DENGAN LULUSAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM
The shortage of Hindu Religion Teachers is one of the main problems for the world of education. We hope that with the large number of Hindu religious colleges and graduates of the ...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...

Back to Top