Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Usahatani Bunga Melati dan Usaha Merangkai Bunga Melati Adat Banjar di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar

View through CrossRef
Usahatani bunga melati dan usaha rangkaian bunga melati adat Banjar merupakan usaha sampingan yang mampu menambah penghasilan masyarakat. Tujuan penelitian menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani bunga melati dan merangkai bunga melati serta nilai tambah yang diperoleh dari usaha merangkai bunga melati adat Banjar di Kecamatan Martapura. Populasi dalam penelitian ini adalah petani bunga melati sekaligus pengrajin perangkai bunga melati yang ada di Kecamatan Martapura yang berjumlah 89 orang, dari jumlah tersebut diambil sebanyak 30 orang dengan teknik acak sederhana. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut digunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan nilai tambah. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total usahatani bunga melati dan rangkaian bunga melati Rp 4.177.248/bulan dengan penerimaan total Rp 5.548.733/bulan, maka pendapatan diperoleh Rp 3.363.897/bulan dan keuntungan Rp 1.361.487/bulan. Nilai tambah usaha pengolahan bunga melati menjadi rangkaian bunga melati adat Banjar sebesar Rp 38.444,44/set dengan rasio 34,19 persen/set.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Analisis Usahatani Bunga Melati dan Usaha Merangkai Bunga Melati Adat Banjar di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar
Description:
Usahatani bunga melati dan usaha rangkaian bunga melati adat Banjar merupakan usaha sampingan yang mampu menambah penghasilan masyarakat.
Tujuan penelitian menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani bunga melati dan merangkai bunga melati serta nilai tambah yang diperoleh dari usaha merangkai bunga melati adat Banjar di Kecamatan Martapura.
Populasi dalam penelitian ini adalah petani bunga melati sekaligus pengrajin perangkai bunga melati yang ada di Kecamatan Martapura yang berjumlah 89 orang, dari jumlah tersebut diambil sebanyak 30 orang dengan teknik acak sederhana.
Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut digunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan nilai tambah.
Berdasarkan hasil penelitian, biaya total usahatani bunga melati dan rangkaian bunga melati Rp 4.
177.
248/bulan dengan penerimaan total Rp 5.
548.
733/bulan, maka pendapatan diperoleh Rp 3.
363.
897/bulan dan keuntungan Rp 1.
361.
487/bulan.
Nilai tambah usaha pengolahan bunga melati menjadi rangkaian bunga melati adat Banjar sebesar Rp 38.
444,44/set dengan rasio 34,19 persen/set.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG
Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan panganĀ  seperti tertu...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...

Back to Top