Javascript must be enabled to continue!
PEMBERIAN PROGESTERON PADA KEGUGURAN BERULANG
View through CrossRef
Abstract: Recurrent pregnancy loss (RPL) occurs in 0.5-1% of partners. The pathophysiology of this RPL is complex. The causes include anatomical, genetic and molecular abnormalities, endocrine disorders, thrombophilia, and the anti-phospholipid syndrome, meanwhile in 50% of cases no cause can be identified. Progesterone is needed to create a suitable environment for the implantation. Low progesterone level during early pregnancy may reflect corpus luteum defects or abnormal products of conception. Besides that, low progesterone is a sign of a coming miscarriage; an administration of progesterone can only delay the onset of bleeding.. Even with a normal plasma progesterone levels, endometrial progesterone deficiency can still result from receptor defects; this finding supports the existence of absolute or relative progessterone deficiency as a cause of spontaneous abortion. Women who suffer from relative progesterone deficiency probably will not get any benefit from progesterone therapy. Almost all current research states that there is no difference in the rates of miscarriages in women treated and not treated with progesterone. Therefore, all medical organizations do not recommend progesterone supplementation to recurrent miscarriage, except in women who use reproductive technologies such as in vitro fertilization (IVF). Keywords: recurrent pregnancy loss, progesterone. Abstrak: Keguguran berulang terjadi pada 0,5-1% pasangan dengan patofisiologi yang kompleks. Sebagai penyebab ialah kelainan anatomi, genetik dan molekuler, gangguan endokrin, thrombofilia, dan sindrom anti-fosfolipid, tetapi pada 50% kasus tidak jelas. Progesteron sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang cocok untuk implantasi endometrium. Konsentrasi progesteron yang rendah selama awal kehamilan mencerminkan defek korpus luteum atau hasil konsepsi yang abnormal. Progesteron yang rendah merupakan tanda dari keguguran akan datang namun pemberian progesteron hanya dapat menunda timbulnya perdarahan. Walaupun tingkat progesteron plasma normal, endometrium masih dapat mengalami kekurangan progesteron akibat defek reseptor. Temuan ini mendukung adanya defisiensi progesteron absolut atau relatif sebagai penyebab keguguran spontan. Wanita yang menderita kekurangan progesteron relatif tidak akan mendapatkan keuntungan dari pemberian progesteron. Hampir semua penelitian saat ini menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat keguguran pada wanita yang diberikan progesteron dan yang tidak; oleh karena itu semua organisasi medis tidak menganjurkan pemberian progesteron pada keguguran berulang, kecuali pada wanita yang menggunakan teknologi reproduksi seperti IVF. Kata kunci: keguguran berulang, progesteron.
Title: PEMBERIAN PROGESTERON PADA KEGUGURAN BERULANG
Description:
Abstract: Recurrent pregnancy loss (RPL) occurs in 0.
5-1% of partners.
The pathophysiology of this RPL is complex.
The causes include anatomical, genetic and molecular abnormalities, endocrine disorders, thrombophilia, and the anti-phospholipid syndrome, meanwhile in 50% of cases no cause can be identified.
Progesterone is needed to create a suitable environment for the implantation.
Low progesterone level during early pregnancy may reflect corpus luteum defects or abnormal products of conception.
Besides that, low progesterone is a sign of a coming miscarriage; an administration of progesterone can only delay the onset of bleeding.
Even with a normal plasma progesterone levels, endometrial progesterone deficiency can still result from receptor defects; this finding supports the existence of absolute or relative progessterone deficiency as a cause of spontaneous abortion.
Women who suffer from relative progesterone deficiency probably will not get any benefit from progesterone therapy.
Almost all current research states that there is no difference in the rates of miscarriages in women treated and not treated with progesterone.
Therefore, all medical organizations do not recommend progesterone supplementation to recurrent miscarriage, except in women who use reproductive technologies such as in vitro fertilization (IVF).
Keywords: recurrent pregnancy loss, progesterone.
Abstrak: Keguguran berulang terjadi pada 0,5-1% pasangan dengan patofisiologi yang kompleks.
Sebagai penyebab ialah kelainan anatomi, genetik dan molekuler, gangguan endokrin, thrombofilia, dan sindrom anti-fosfolipid, tetapi pada 50% kasus tidak jelas.
Progesteron sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang cocok untuk implantasi endometrium.
Konsentrasi progesteron yang rendah selama awal kehamilan mencerminkan defek korpus luteum atau hasil konsepsi yang abnormal.
Progesteron yang rendah merupakan tanda dari keguguran akan datang namun pemberian progesteron hanya dapat menunda timbulnya perdarahan.
Walaupun tingkat progesteron plasma normal, endometrium masih dapat mengalami kekurangan progesteron akibat defek reseptor.
Temuan ini mendukung adanya defisiensi progesteron absolut atau relatif sebagai penyebab keguguran spontan.
Wanita yang menderita kekurangan progesteron relatif tidak akan mendapatkan keuntungan dari pemberian progesteron.
Hampir semua penelitian saat ini menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat keguguran pada wanita yang diberikan progesteron dan yang tidak; oleh karena itu semua organisasi medis tidak menganjurkan pemberian progesteron pada keguguran berulang, kecuali pada wanita yang menggunakan teknologi reproduksi seperti IVF.
Kata kunci: keguguran berulang, progesteron.
Related Results
Serum Progesterone and PAG Levels in Pregnant Karya Ewes
Serum Progesterone and PAG Levels in Pregnant Karya Ewes
Koyunlarda erken dönemde gebelik teşhisi ekonomik açıdan çok önemlidir. Sığırlar için geliştirilen ticari PAG ELISA kitleri koyun ve keçilerde de erken gebelik teşhisinde başarılı ...
Skripsi Nurhamidah Lubis
Skripsi Nurhamidah Lubis
Tuor merupakan tradisi turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Mandailing. Disamping itu tuor menjadi hukum yang tidak tertulis namun memiliki nilai historis dan soiologis. Pemb...
Pengaruh Kejadian Abortus Terhadap Kualitas Hidup Pasca Keguguran di Wilayah Kerja Puskesmas Posi Posi
Pengaruh Kejadian Abortus Terhadap Kualitas Hidup Pasca Keguguran di Wilayah Kerja Puskesmas Posi Posi
Abortus merupakan masalah reproduksi yang berdampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis, sosial, dan lingkungan kehidupan perempuan. Penelitian ini me...
Efisiensi Sistem Irigasi Pipa untuk Mengidentifikasi Tingkat Kelayakan Pemberian Air dalam Pengelolaan Air Irigasi
Efisiensi Sistem Irigasi Pipa untuk Mengidentifikasi Tingkat Kelayakan Pemberian Air dalam Pengelolaan Air Irigasi
Kehilangan air irigasi yang umum terjadi pada suatu areal pertanian selama pemberian air adalah aliran permukaan dan perkolasi yang keluar dari daerah perakaran. Irigasi pipa yang...
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Stroke Berulang Pada Lansia Di Desa Tawun
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Stroke Berulang Pada Lansia Di Desa Tawun
Stroke merupakan keadaan dimana suplai darah ke otak terhenti sehingga mengakibatkan hilangnya fungsi otak. Berdasarkan proses patologi, stroke terbagi menjadi 2 yaitu stroke iske...
Dukungan Suami Dalam Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Ponkesdes Awang-Awang Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto
Dukungan Suami Dalam Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Ponkesdes Awang-Awang Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto
Fenomena yang terjadi saat ini adalah masih rendahnya dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif karena anggapan bahwa menyusui menyebabkan ibu menjadi jelek, tidak menarik dan d...
Pengaruh Pemberian Pupuk Bokashi Ekskreta Ayam Broiler dan Daun Chromolaena Odorata dengan Level Berbeda pada Pertumbuhan Awal Tanaman Turi
Pengaruh Pemberian Pupuk Bokashi Ekskreta Ayam Broiler dan Daun Chromolaena Odorata dengan Level Berbeda pada Pertumbuhan Awal Tanaman Turi
Pengolahan limbah feses ayam broiler sebagai pupuk masih sangat rendah saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi feses ayam broiler dan d...

