Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Kepadatan Limfosit T Sitotoksik CD8 Dengan Karakteristik Klinikopatologi Adenokarsinoma Kolorektal

View through CrossRef
ABSTRAK Proses perkembangan tumor pada kanker kolorektal dikaitkan dengan pentingnya peranan sistem imun. Sel tumor memiliki kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan mikrotumor, menghindari pengenalan sistem imun, dan menekan reaktivitas sistem imun. Sistem imun adaptif memiliki peranan penting khususnya limfosit T sitotoksik (CD8) yang memiliki peran dalam mengontrol pertumbuhan tumor dan metastasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan limfosit T CD8 dengan karakteristik klinikopatologi pada kanker kolorektal. Telah dilakukan penelitian uji diagnostik. Jenis penelitian deskriptif dengan desain serial kasus. Sampel penelitian berjumlah 41 kasus terdiri dari 19 kasus adenokarsinoma (AK), 12 kasus adenokarsinoma dengan komponen musin(ADKM), 6 kasus adenokarsinoma musinus(AM) dan 2 kasus cribriform comedo type carcinoma(CCTC). Dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi CD8 dan dilanjutkan dengan penilaian kepadatan limfosit T CD8. Berdasarkan keempat tipe histopatologi mayoritas usia terbanyak ≥50 tahun, jenis kelamin laki-laki, tipe histopatologi adenokarsinoma, derajat differensiasi sedang, ukuran tumor ≥5 cm, lokasi tumor kolon kiri, kedalaman invasi T3 dan keterlibatan metastasis pada kelenjar getah bening N0 sama banyak dengan N1, tidak terdapat hubungan kepadatan limfosit T CD8 dengan karakteristik klinikopatologi adenokarsinoma kolorektal (p≥0,05). Kepadatan limfosit T CD8 tidak berhubungan dengan karakteristik klinikopatologi adenokarsinoma kolorektal
Title: Hubungan Kepadatan Limfosit T Sitotoksik CD8 Dengan Karakteristik Klinikopatologi Adenokarsinoma Kolorektal
Description:
ABSTRAK Proses perkembangan tumor pada kanker kolorektal dikaitkan dengan pentingnya peranan sistem imun.
Sel tumor memiliki kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan mikrotumor, menghindari pengenalan sistem imun, dan menekan reaktivitas sistem imun.
Sistem imun adaptif memiliki peranan penting khususnya limfosit T sitotoksik (CD8) yang memiliki peran dalam mengontrol pertumbuhan tumor dan metastasis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan limfosit T CD8 dengan karakteristik klinikopatologi pada kanker kolorektal.
Telah dilakukan penelitian uji diagnostik.
Jenis penelitian deskriptif dengan desain serial kasus.
Sampel penelitian berjumlah 41 kasus terdiri dari 19 kasus adenokarsinoma (AK), 12 kasus adenokarsinoma dengan komponen musin(ADKM), 6 kasus adenokarsinoma musinus(AM) dan 2 kasus cribriform comedo type carcinoma(CCTC).
Dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi CD8 dan dilanjutkan dengan penilaian kepadatan limfosit T CD8.
Berdasarkan keempat tipe histopatologi mayoritas usia terbanyak ≥50 tahun, jenis kelamin laki-laki, tipe histopatologi adenokarsinoma, derajat differensiasi sedang, ukuran tumor ≥5 cm, lokasi tumor kolon kiri, kedalaman invasi T3 dan keterlibatan metastasis pada kelenjar getah bening N0 sama banyak dengan N1, tidak terdapat hubungan kepadatan limfosit T CD8 dengan karakteristik klinikopatologi adenokarsinoma kolorektal (p≥0,05).
Kepadatan limfosit T CD8 tidak berhubungan dengan karakteristik klinikopatologi adenokarsinoma kolorektal.

Related Results

Hubungan Kepadatan Limfosit T Sitotoksik CD8 Dengan Karakteristik Klinikopatologi Adenokarsinoma Kolorektal
Hubungan Kepadatan Limfosit T Sitotoksik CD8 Dengan Karakteristik Klinikopatologi Adenokarsinoma Kolorektal
Proses perkembangan tumor pada kanker kolorektal dikaitkan dengan pentingnya peranan sistem imun. Sel tumor memiliki kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan mikrotumor, menghinda...
KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KEGANASAN KOLOREKTAL DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI TAHUN 2018
KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KEGANASAN KOLOREKTAL DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI TAHUN 2018
Keganasan kolorektal merupakan suatu keganasan yang terjadi pada kolon maupun rektum. Menurut data prevalensi, keganasan kolorektal menempati posisi ketiga sebagai keganasan yang p...
Karakteristik Klinis pada Pasien Kanker Kolorektal yang Menjalani Kolonoskopi di RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2019-2020
Karakteristik Klinis pada Pasien Kanker Kolorektal yang Menjalani Kolonoskopi di RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2019-2020
Kanker kolorektal merupakan kanker akibat dari mutasi genetik kumulatif pada sel epitel usus besar dan rektum sehingga terjadi pembelahan, migrasi dan diferensiasi  sel yang berleb...
Aktivitas Sitotoksik pada Rimpang Gandasoli Hutan (Hedychium roxburghii Blume)
Aktivitas Sitotoksik pada Rimpang Gandasoli Hutan (Hedychium roxburghii Blume)
Abstract. The rhizome of forest gandasoli (H. roxburghii) is estimated to contain compounds that have the potential to have cytotoxic activity. Based on the potential of the forest...
LEUKOSIT DAN LIMFOSIT DALAM TUBERKULOSIS: PRESPEKTIF HEMATOLOGI BERDASARKAN SKALA IUATLD
LEUKOSIT DAN LIMFOSIT DALAM TUBERKULOSIS: PRESPEKTIF HEMATOLOGI BERDASARKAN SKALA IUATLD
Leukosit dan limfosit berperan dalam respons imun terhadap tuberkulosis (TB), namun hubungan spesifik dengan tingkat keparahan TB belum dipahami. Penelitian  bertujuan untuk mengan...
Mutasi Gen KRAS Ekson 2 Kodon 12 dan 13 Pada Pasien Kanker Kolorektal di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Tahun 2018-2019
Mutasi Gen KRAS Ekson 2 Kodon 12 dan 13 Pada Pasien Kanker Kolorektal di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Tahun 2018-2019
Background: Colorectal cancer is commonly found to be regulated by the KRAS gene mutation. Studies reporting the occurrence of mutations in the KRAS gene in Indonesia are still lim...
Oligoclonal Expansion of Effector Memory CD8+CD57+ T Cells May Sustain Bone Marrow Destruction in Aplastic Anemia
Oligoclonal Expansion of Effector Memory CD8+CD57+ T Cells May Sustain Bone Marrow Destruction in Aplastic Anemia
Abstract The character of oligoclonal expansion of CD8+CD28- lymphocytes in aplastic anemia (AA), described by Risitano et al. (Blood, 2002 and Lancet, 2004), strong...

Back to Top