Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Kadar Karagenan Terhadap Kualitas Fisik Dan Organoleptik Nugget Ayam

View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap kualitas fisik dan organoleptik nugget ayam. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) P0 (Tanpa penambahan karagenan), P1 (penambahan 1,0% karagenan), P2 (penambahan 1,5% karagenan), P3 (penambahan 2,0% karagenan), P4 (penambahan 2,5% karagenan) dan P5 (penambahan 3,0% karagenan) dengan 4 kali ulangan. Parameter yang di ukur yaitu kualitas fisik (pH dan susut masak) dan organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Data diolah menggunakan uji One way ANOVA, dan apabila berpengaruh nyata dilanjut pada uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan karagenan tidak berpengaruh nyata terhadap pH dan susut masak. Hasil terendah rata-rata nilai pH yaitu P5 dengan nilai 6,47 , dan nilai rata-rata terendah susut masak yaitu P4 dengan nilai 3,71%. Hasil uji organoleptik pada penambahan karagenan berpengaruh nyata terhadap warna dan tekstur, sedangkan pada aroma dan rasa tidak berpengaruh nyata. Nilai rata-rata tertinggi pada warna yaitu P0 (4,37) dengan kriteria agak putih), nilai rata-rata tertinggi aroma yaitu P1 (3,52) dengan kriteria sedang, nilai rata-rata tertinggi rasa yaitu P4 (3,38) dengan kriteria sedang, nilai rata-rata tertinggi tekstur yaitu P3 (4,50) dengan kriteria agak kenyal.    
Title: Pengaruh Kadar Karagenan Terhadap Kualitas Fisik Dan Organoleptik Nugget Ayam
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap kualitas fisik dan organoleptik nugget ayam.
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) P0 (Tanpa penambahan karagenan), P1 (penambahan 1,0% karagenan), P2 (penambahan 1,5% karagenan), P3 (penambahan 2,0% karagenan), P4 (penambahan 2,5% karagenan) dan P5 (penambahan 3,0% karagenan) dengan 4 kali ulangan.
Parameter yang di ukur yaitu kualitas fisik (pH dan susut masak) dan organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur).
Data diolah menggunakan uji One way ANOVA, dan apabila berpengaruh nyata dilanjut pada uji lanjut Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan penambahan karagenan tidak berpengaruh nyata terhadap pH dan susut masak.
Hasil terendah rata-rata nilai pH yaitu P5 dengan nilai 6,47 , dan nilai rata-rata terendah susut masak yaitu P4 dengan nilai 3,71%.
Hasil uji organoleptik pada penambahan karagenan berpengaruh nyata terhadap warna dan tekstur, sedangkan pada aroma dan rasa tidak berpengaruh nyata.
Nilai rata-rata tertinggi pada warna yaitu P0 (4,37) dengan kriteria agak putih), nilai rata-rata tertinggi aroma yaitu P1 (3,52) dengan kriteria sedang, nilai rata-rata tertinggi rasa yaitu P4 (3,38) dengan kriteria sedang, nilai rata-rata tertinggi tekstur yaitu P3 (4,50) dengan kriteria agak kenyal.
   .

Related Results

Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Abstrak. Mi merupakan salah satu makanan olahan tepung terigu yang terkenal di Indonesia dan Asia. Mi basah merupakan salah satu jenis mi paling banyak digunakan di masyarakat. Pad...
Karagenan dan Aplikasinya di Bidang Farmasetika
Karagenan dan Aplikasinya di Bidang Farmasetika
Karagenan merupakan polisakarida linier tersulfasi dari D-galaktosa dan 3, 6-anhidro-D-galaktosa yang diekstraksi secara komersial dari rumput laut merah kelas Rhodophyceae. Nama k...
SUBSTITUSI REMAH BERAS CERDAS TERHADAP REMAH ROTI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA NUGGET AYAM
SUBSTITUSI REMAH BERAS CERDAS TERHADAP REMAH ROTI SEBAGAI BAHAN PELAPIS PADA NUGGET AYAM
ABSTRACT Nugget is a frozen ready to eat food product made from raw ground meat with a coating material. Generally, the coating material has used breadcrumbs. The breadcrumb ...
Evaluasi Penggunaan Limbah Perkebunan sebagai Bahan Alas Lantai Kandang (Litter) terhadap Performan Produksi Ayam Broiler
Evaluasi Penggunaan Limbah Perkebunan sebagai Bahan Alas Lantai Kandang (Litter) terhadap Performan Produksi Ayam Broiler
Ayam pedaging saat ini berada di posisi teratas sebagai pemasok kebutuhan daging bagi masyarakat, selama proses produksi produsen atau peternak memelihara ayam broiler secara inten...
Pakan dari Kotoran Sapi Terfermentasi pada Performa Ayam Kampung Unggul
Pakan dari Kotoran Sapi Terfermentasi pada Performa Ayam Kampung Unggul
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran sapi terfermentasi terhadap performa ayam kampung unggul balitbangtan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Ra...
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Fisik Terhadap Keputusan Pembelian Pada Minimarket Alfamart Wilayah Kabupaten Tangerang
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Fisik Terhadap Keputusan Pembelian Pada Minimarket Alfamart Wilayah Kabupaten Tangerang
Keputusan pembelian selalu fenomenal bagi pelaku usaha dan terbalik dengan konsumen ataupun masyarakat , dimana keputusan pembelian kepada Minimarket Alfamart se wilayah Kabupaten ...

Back to Top