Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengalaman Afektif Sebagai Mediator antara Penggunaan Media Sosial terhadap Alexithymia pada Mahasiswa di Pekanbaru

View through CrossRef
Abstract. Alexithymia is referred to as 'emotional deafness', a condition in which individuals do not have the ability to understand their own feelings and those of others. Alexithymia is reinforced by technological developments, alexithymia is associated with excessive use of social media. The social media usage can lead to reduced ability to manage affective experiences when individuals tend to be more individualistic and have low socialization. When individuals do not have the ability to manage affective experiences well, it can cause alexithymia. This study aims to examine the mediating effect of social media use on alexithymia through affective experiences. This research is a quantitative research with mediation analysis. The research sample was 204 people (109 women) and 95 people (men) with an age range of 18 to 33 years. using the Quota Sampling sampling technique. The research data were taken using the affective experience scale, the social media use scale and the alexithymia scale. The results showed that affective experience can partially mediate the use of social media on alexithymia (partial mediation) with Value = 0.556 and p = 0.000. Abstrak. Alexithymia disebut sebagai ‘tuli emosional’, kondisi dimana individu tidak memiliki kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain. Alexithymia diperkuat dengan adanya perkembangan teknologi, alexithymia berhubungan dengan penggunaan media sosial secara berlebihan. Penggunaan media sosial dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan mengelola pengalaman afektif ketika individu cenderung lebih individualis dan sosialisasi yang rendah. Ketika individu tidak memiliki kemampuan mengelola pengalaman afektif dengan baik dapat menyebabkan alexithymia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh mediasi penggunaan media sosial terhadap alexithymia melalui pengalaman afektif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis mediasi. Sampel penelitian berjumlah 204 orang (perempuan 109 orang) dan (laki-laki 95orang) dengan rentang usia 18 sampai dengan 33 tahun menggunakan teknik pengambilan sampel Quota Sampling. Data penelitian diambil menggunakan skala pengalaman afektif, skala penggunaan media sosial  dan skala alexithymia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman afektif dapat memediasi penggunaan media sosial terhadap alexithymia secara partial (partial mediation) dengan Value= 0.556 dan p=0.000.
Title: Pengalaman Afektif Sebagai Mediator antara Penggunaan Media Sosial terhadap Alexithymia pada Mahasiswa di Pekanbaru
Description:
Abstract.
Alexithymia is referred to as 'emotional deafness', a condition in which individuals do not have the ability to understand their own feelings and those of others.
Alexithymia is reinforced by technological developments, alexithymia is associated with excessive use of social media.
The social media usage can lead to reduced ability to manage affective experiences when individuals tend to be more individualistic and have low socialization.
When individuals do not have the ability to manage affective experiences well, it can cause alexithymia.
This study aims to examine the mediating effect of social media use on alexithymia through affective experiences.
This research is a quantitative research with mediation analysis.
The research sample was 204 people (109 women) and 95 people (men) with an age range of 18 to 33 years.
using the Quota Sampling sampling technique.
The research data were taken using the affective experience scale, the social media use scale and the alexithymia scale.
The results showed that affective experience can partially mediate the use of social media on alexithymia (partial mediation) with Value = 0.
556 and p = 0.
000.
Abstrak.
Alexithymia disebut sebagai ‘tuli emosional’, kondisi dimana individu tidak memiliki kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain.
Alexithymia diperkuat dengan adanya perkembangan teknologi, alexithymia berhubungan dengan penggunaan media sosial secara berlebihan.
Penggunaan media sosial dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan mengelola pengalaman afektif ketika individu cenderung lebih individualis dan sosialisasi yang rendah.
Ketika individu tidak memiliki kemampuan mengelola pengalaman afektif dengan baik dapat menyebabkan alexithymia.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh mediasi penggunaan media sosial terhadap alexithymia melalui pengalaman afektif.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis mediasi.
Sampel penelitian berjumlah 204 orang (perempuan 109 orang) dan (laki-laki 95orang) dengan rentang usia 18 sampai dengan 33 tahun menggunakan teknik pengambilan sampel Quota Sampling.
Data penelitian diambil menggunakan skala pengalaman afektif, skala penggunaan media sosial  dan skala alexithymia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman afektif dapat memediasi penggunaan media sosial terhadap alexithymia secara partial (partial mediation) dengan Value= 0.
556 dan p=0.
000.

Related Results

HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN GADGET DENGAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA DI PEKANBARU RIAU
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN GADGET DENGAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA DI PEKANBARU RIAU
  Abstract Gadgets are devices that are communication tools and are widely used in everyday life, whether used as a communication tool or to help with work. Social interaction is ...
ALEXITHYMIA AND THE ANXIETY FACTOR IN ADOLESCENTS
ALEXITHYMIA AND THE ANXIETY FACTOR IN ADOLESCENTS
Aim. To study the level of alexithymia and anxiety in adolescents depending on age and gender, to identify relationships. Materials and methods. A survey of clinically health...
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM ANAK INDONESIA HEBAT
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM ANAK INDONESIA HEBAT
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan ti...
PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK AIR TANAH KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU
PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK AIR TANAH KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU
<p><em>The purpose of this research is to know the implementation of ground water taxation in the Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. This research uses interview method a...
Analisis Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Belajar Matematika
Analisis Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Belajar Matematika
Tujuan penelitan ini untuk mengetahui gambaran dan indeksasi mengenai penggunaan media sosial, perilaku belajar matematika dan mengetahui hubungan penggunaan media sosial terhadap ...

Back to Top