Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONSEP TRI HITA KARANA DAN UPAYA PENANGANAN PEMANASAN GLOBAL

View through CrossRef
Pemanasan global menjadi masalah serius terkait lingkungan yang dihadapi dunia akibat tumpukan gas-gas rumah kaca di atmosfer. Gas-gas ini terdiri dari Karbondioksida (CO), Metana (CH4), Nitrous Oksida (N2O), Hydroperfluorokarbon (HFCs), Perfluorokarbon (CFCs), Sulfur Heksaflorida (SF6). Gas-gas tersebut secara alami terdapat di udara (atmosfer), sedangkan efek rumah kaca merupakan istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer Bumi dan tidak bias menyebar. Tanpa disadari aktivitas manusia setiap harinya menyumbangkan gas-gas rumah kaca ke atmosfer yang memicu terjadinya pemanasan global. Aktivitas manusia yang semakin canggih dan instan secara langsung dan tidak langsung membawa pengaruh terhadap kesemimbangan alam. Aktivitas tersebut diantaranya, pencemaran udara akibat dari pembakaran hutan, pembakaran lahan gambut, asap kendaraan, asap pabrik, pencemaran air dan lain sebagainya. Menghadapi permasalah lingkungan seperti ini, terdapat konsep tradisional Bali, Tri Hita Karana, yang dapat diimplementasikan untuk meminimalisir dampak dari pemanasan global. Artikel ini menguraikan bagaimana implikasi dari Tri Hita Karana terhadap penurunan dampak pemanasan global menggunakan pendekatan hermeneutik. Tri Hita Karana sebagai konsep tradisional Bali mengajarkan manusia untuk mencapai kebahagiaan dan keseimbangan hidup melalui cara menjalin hubungan harmonis dengan Tuhan, menjalin hubungan harmonis dengan sesame manusia, dan menjalin hubungan harmonis dengan alam sekitar. Menjaga hubungan harmonis dengan alam sekitar inilah yang menjadi poin penting dalam meminimalisir dampak pemanasan global. Jika manusia menjaga kesehatan alam, maka alam juga menjaga dan melindungi kesehatan manusia. Namun jika manusia mengancam keselamatan alam, maka keselamatan manusia itu sendiri juga terancam oleh alam.
Perkumpulan Organisasi Profesi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Dosen Hindu Indonesia (DHI)
Title: KONSEP TRI HITA KARANA DAN UPAYA PENANGANAN PEMANASAN GLOBAL
Description:
Pemanasan global menjadi masalah serius terkait lingkungan yang dihadapi dunia akibat tumpukan gas-gas rumah kaca di atmosfer.
Gas-gas ini terdiri dari Karbondioksida (CO), Metana (CH4), Nitrous Oksida (N2O), Hydroperfluorokarbon (HFCs), Perfluorokarbon (CFCs), Sulfur Heksaflorida (SF6).
Gas-gas tersebut secara alami terdapat di udara (atmosfer), sedangkan efek rumah kaca merupakan istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer Bumi dan tidak bias menyebar.
Tanpa disadari aktivitas manusia setiap harinya menyumbangkan gas-gas rumah kaca ke atmosfer yang memicu terjadinya pemanasan global.
Aktivitas manusia yang semakin canggih dan instan secara langsung dan tidak langsung membawa pengaruh terhadap kesemimbangan alam.
Aktivitas tersebut diantaranya, pencemaran udara akibat dari pembakaran hutan, pembakaran lahan gambut, asap kendaraan, asap pabrik, pencemaran air dan lain sebagainya.
Menghadapi permasalah lingkungan seperti ini, terdapat konsep tradisional Bali, Tri Hita Karana, yang dapat diimplementasikan untuk meminimalisir dampak dari pemanasan global.
Artikel ini menguraikan bagaimana implikasi dari Tri Hita Karana terhadap penurunan dampak pemanasan global menggunakan pendekatan hermeneutik.
Tri Hita Karana sebagai konsep tradisional Bali mengajarkan manusia untuk mencapai kebahagiaan dan keseimbangan hidup melalui cara menjalin hubungan harmonis dengan Tuhan, menjalin hubungan harmonis dengan sesame manusia, dan menjalin hubungan harmonis dengan alam sekitar.
Menjaga hubungan harmonis dengan alam sekitar inilah yang menjadi poin penting dalam meminimalisir dampak pemanasan global.
Jika manusia menjaga kesehatan alam, maka alam juga menjaga dan melindungi kesehatan manusia.
Namun jika manusia mengancam keselamatan alam, maka keselamatan manusia itu sendiri juga terancam oleh alam.

Related Results

TRI HITA KARANA SEBAGAI IDEOLOGI KEHIDUPAN MASYARAKAT BALI DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA PENGLIPURAN BALI
TRI HITA KARANA SEBAGAI IDEOLOGI KEHIDUPAN MASYARAKAT BALI DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA PENGLIPURAN BALI
Tri Hita Karana is a Balinese philosophy of life that contains three elements that build a balance and harmonious relationship between humans and God (Parahyangan), fellow humans (...
Aplikasi filosofi tri hita karana dalam pemberdayaan masyarakat tonja di denpasar
Aplikasi filosofi tri hita karana dalam pemberdayaan masyarakat tonja di denpasar
Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji filosofi Tri Hita Karana dalam praktik pemberdayaan masyarakat Tonja. Pariwisata Bali tidak berkembang pesat di kelurahan Tonja, Denpasa...
IMPLEMENTASI NILAI TRI HITA KARANA DALAM PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SMP NEGERI 5 DENPASAR
IMPLEMENTASI NILAI TRI HITA KARANA DALAM PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SMP NEGERI 5 DENPASAR
This study aims to examine 1) the value of Tri Hita Karana as a guideline in the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SMP Negeri 5 Denpasar, 2) the process of im...
Pengaruh Tri Hita Karana, Pengalaman Kerja, dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT. Telkom Akses Singaraja
Pengaruh Tri Hita Karana, Pengalaman Kerja, dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT. Telkom Akses Singaraja
Riset ini bertujuan guna mengetahui imbas tri hita karana, pengalaman kerja, dan beban kerja pada kinerja karyawan di PT. Telkom Akses Singaraja. Populasi dan sampel sebanyak 51 or...
LUH AYU MANIK MAS SEBAGAI REPRESENTASI SUPERHERO PEREMPUAN BALI DALAM KOMIK
LUH AYU MANIK MAS SEBAGAI REPRESENTASI SUPERHERO PEREMPUAN BALI DALAM KOMIK
Penelitian ini berangkat dari minimnya penggambaran karakter beridentitas Indonesia dan maraknya marjinalisasi karakter perempuan dalam komik superhero. Salah satu komik yang mewuj...

Back to Top