Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI CREATING SHARED VALUE (CSV) PT. BABAT AGRO MANDIRI PADA BUDIDAYA TANAMAN UBI KAYU DI KECAMATAN BABAT SUPAT KABUPATEN MUSI BANYUASIN

View through CrossRef
ABSTRACTThis research was conducted to find out the implementation of the partnership program of Creating Shared Value (CSV) PT. Babat Agro Mandiri to farmers cultivating cassava plants and knowing the factors behind the community's participation in the Creating Shared Value (CSV) partnership program for cassava cultivation in Babat Supat District, Musi Banyuasin Regency. This research was conducted in the Hundred Lapan Village, Babat Supat District, Musi Banyuasin Regency in October-December 2021. The research method used is a case study. Sampling method used in this research is purposive sampling method (deliberately) and simple random sampling. The data processing and analysis method used is descriptive-qualitative analysis. The results of the study found that the implementation of the Creating Shared Value partnership program of PT. Tripe Agro Mandiri for cassava cultivation farmers is in accordance with the agreement letter that has been agreed and each party has carried out its rights and obligations. Among other things, the company is willing and able to open land owned by farmers, the company provides cassava seeds for planting, then the company provides an initial capital loan of ± Rp13.000.000 farmers and provide assistance and supervision to farmers. While the rights and obligations of farmers are to provide land, then farmers are able to pay off debts given by the company by way of installments at the time of sale of the cassava harvest, namely in stage 1 by 50% and stage 2 by 50% until the debt is paid off. ABSTRAKPenelitian ini dilaksananakan untuk mengetahui implementasi program kemitraan pola Creating Shared Value (CSV) PT. Babat Agro Mandiri pada petani budidaya tanaman ubi kayu dan mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi masyarakat ikut serta dalam program kemitraan pola Creating Shared Value (CSV) budidaya tanaman ubi kayu di Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Seratus Lapan Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin pada bulan Oktober-Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode Penarikan Contoh yang digunakan adalah metode purposive sampling (secara sengaja) dan simple random sampling. Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa implementasi program kemitraan pola Creating Shared Value PT. Babat Agro Mandiri pada petani budidaya tanaman ubi kayusudah sesuai dengan surat perjanjian kerjasama yang telah disepakati dan masing-masing pihak sudah menjalankan hak dan kewajibannya. Diantara lain pihak perusahaan bersedia dan sanggup membukakan lahan milik petani, perusahaan menyediakan bibit ubi kayu untuk di tanam, selanjutnya perusahaan memberikan peminjaman modal awal sebesar ± Rp13.000.000 untuk biaya pembukaan dan penggarapan lahan, pihak perusahaan bersedia menerima dan membeli hasil panen ubi kayu dari para petani serta memberikan pendampingan dan pengawasan kepada para petani. Sedangkan hak dan kewajiban petani adalah menyediakan lahan, selanjutnya petani sanggup melunasi hutang yang diberikan oleh perusahaan dengan cara mengangsur pada saat penjualan hasil panen ubi kayu yaitu pada tahap 1 sebesar 50% dan tahap 2 sebesar 50% sampai hutang terlunasi.
Title: IMPLEMENTASI CREATING SHARED VALUE (CSV) PT. BABAT AGRO MANDIRI PADA BUDIDAYA TANAMAN UBI KAYU DI KECAMATAN BABAT SUPAT KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Description:
ABSTRACTThis research was conducted to find out the implementation of the partnership program of Creating Shared Value (CSV) PT.
Babat Agro Mandiri to farmers cultivating cassava plants and knowing the factors behind the community's participation in the Creating Shared Value (CSV) partnership program for cassava cultivation in Babat Supat District, Musi Banyuasin Regency.
This research was conducted in the Hundred Lapan Village, Babat Supat District, Musi Banyuasin Regency in October-December 2021.
The research method used is a case study.
Sampling method used in this research is purposive sampling method (deliberately) and simple random sampling.
The data processing and analysis method used is descriptive-qualitative analysis.
The results of the study found that the implementation of the Creating Shared Value partnership program of PT.
Tripe Agro Mandiri for cassava cultivation farmers is in accordance with the agreement letter that has been agreed and each party has carried out its rights and obligations.
Among other things, the company is willing and able to open land owned by farmers, the company provides cassava seeds for planting, then the company provides an initial capital loan of ± Rp13.
000.
000 farmers and provide assistance and supervision to farmers.
While the rights and obligations of farmers are to provide land, then farmers are able to pay off debts given by the company by way of installments at the time of sale of the cassava harvest, namely in stage 1 by 50% and stage 2 by 50% until the debt is paid off.
 ABSTRAKPenelitian ini dilaksananakan untuk mengetahui implementasi program kemitraan pola Creating Shared Value (CSV) PT.
Babat Agro Mandiri pada petani budidaya tanaman ubi kayu dan mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi masyarakat ikut serta dalam program kemitraan pola Creating Shared Value (CSV) budidaya tanaman ubi kayu di Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Seratus Lapan Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin pada bulan Oktober-Desember 2021.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus.
Metode Penarikan Contoh yang digunakan adalah metode purposive sampling (secara sengaja) dan simple random sampling.
Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif-kualitatif.
Hasil penelitian diketahui bahwa implementasi program kemitraan pola Creating Shared Value PT.
Babat Agro Mandiri pada petani budidaya tanaman ubi kayusudah sesuai dengan surat perjanjian kerjasama yang telah disepakati dan masing-masing pihak sudah menjalankan hak dan kewajibannya.
Diantara lain pihak perusahaan bersedia dan sanggup membukakan lahan milik petani, perusahaan menyediakan bibit ubi kayu untuk di tanam, selanjutnya perusahaan memberikan peminjaman modal awal sebesar ± Rp13.
000.
000 untuk biaya pembukaan dan penggarapan lahan, pihak perusahaan bersedia menerima dan membeli hasil panen ubi kayu dari para petani serta memberikan pendampingan dan pengawasan kepada para petani.
Sedangkan hak dan kewajiban petani adalah menyediakan lahan, selanjutnya petani sanggup melunasi hutang yang diberikan oleh perusahaan dengan cara mengangsur pada saat penjualan hasil panen ubi kayu yaitu pada tahap 1 sebesar 50% dan tahap 2 sebesar 50% sampai hutang terlunasi.

Related Results

ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
Kulit ubi kayu sangat berpotensi dimanfaatkan menjadi pakan dalam rangka pengembangan ternak potensialterutama kelinci. Setiap kilogram ubi kayu dapat menghasilkan 15–20 % kulit um...
PENGARUH KLON TERHADAP INTENSITAS HAMA DAN PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) DI LAMPUNG TENGAH
PENGARUH KLON TERHADAP INTENSITAS HAMA DAN PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) DI LAMPUNG TENGAH
Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan tanaman pangan penting di Indonesia, namun setiap tahunnya produksi ubi kayu cenderung menurun yang dapat terjadi akibat faktor hama m...
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
ABSTRAK Ubi jalar juga termasuk komoditas yang dapat meningkatkan petani. Ubi jalar juga merupakan kebutuhan pangan yang bersumber karbohidrat dan sumber protein nabati sehingga ...
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN
Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat ...
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
Ubi jalar ungu atau Ipomea batatas var Ayamurasaki merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yang sukses dikembangkan di Indonesia sebagai tanaman pangan. Umbi...
Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Lamongan merupakan daerah yang cukup subur sebagai penghasil polo pendem. Salah satu polo pendem yang cukup banyak di hasilkan di lamongan yaitu ubi jalar. Ubi jalar yang dikenal d...
Pengaruh Jenis Katalis Asam Terhadap Studi Kinetika Proses Hidrolisis Pati Dalam Ubi Kayu
Pengaruh Jenis Katalis Asam Terhadap Studi Kinetika Proses Hidrolisis Pati Dalam Ubi Kayu
Salah satu jenis tanaman pangan yang dikenal di Indonesia diantaranya adalah ubi kayu. Ubi kayu atausingkong merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat (sumber energi). ...

Back to Top