Javascript must be enabled to continue!
ANTISIPASI CYBERCRIME DAN KESENJANGAN DIGITAL DALAM PENERAPAN TIK DI KPU
View through CrossRef
Transformasi digital yang semakin berkembang di era revolusi industri 4.0 ini, menuntut penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), termasuk di KPU. Penerapan TIK telah dituangkan dalam peraturan dan keputusan KPU tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Namun, dengan mencermati peningkatan cybercrime dan kesenjangan digital di Indonesia, perlu dipertimbangkan upaya antisipasi. Penelitian ini membahas tentang keamanan siber dan kompetensi SDM yang dibutuhkan dalam mengantisipasi permasalahan cybercrime dan kesenjangan digital. Sejak tahun 2004, KPU telah menjadi korban cybercrime berulang kali. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran dalam upaya menyukseskan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024, dengan dukungan penerapan TIK di semua lini. Di sisi lain, kesenjangan digital termasuk kompetensi SDM, mempunyai kontribusi yang siginifikan terhadap keberhasilan penerapan TIK. Melalui studi kepustakaan dengan metode penelitian kualitatif, dapat diketahui tantangan penerapan TIK di KPU sehingga dapat diantisipasi sejak awal. Tantangan ini berupa meningkatnya cybercrime, akses internet yang tidak merata, serta kompetensi SDM yang belum memadai. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa cybercrime dan kesenjangan digital, dapat diantisipasi dengan penguatan keamanan siber melalui panduan dan audit keamanan siber, peningkatan kompetensi SDM, kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait, dan evaluasi berkala.
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia
Title: ANTISIPASI CYBERCRIME DAN KESENJANGAN DIGITAL DALAM PENERAPAN TIK DI KPU
Description:
Transformasi digital yang semakin berkembang di era revolusi industri 4.
0 ini, menuntut penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), termasuk di KPU.
Penerapan TIK telah dituangkan dalam peraturan dan keputusan KPU tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Namun, dengan mencermati peningkatan cybercrime dan kesenjangan digital di Indonesia, perlu dipertimbangkan upaya antisipasi.
Penelitian ini membahas tentang keamanan siber dan kompetensi SDM yang dibutuhkan dalam mengantisipasi permasalahan cybercrime dan kesenjangan digital.
Sejak tahun 2004, KPU telah menjadi korban cybercrime berulang kali.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran dalam upaya menyukseskan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024, dengan dukungan penerapan TIK di semua lini.
Di sisi lain, kesenjangan digital termasuk kompetensi SDM, mempunyai kontribusi yang siginifikan terhadap keberhasilan penerapan TIK.
Melalui studi kepustakaan dengan metode penelitian kualitatif, dapat diketahui tantangan penerapan TIK di KPU sehingga dapat diantisipasi sejak awal.
Tantangan ini berupa meningkatnya cybercrime, akses internet yang tidak merata, serta kompetensi SDM yang belum memadai.
Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa cybercrime dan kesenjangan digital, dapat diantisipasi dengan penguatan keamanan siber melalui panduan dan audit keamanan siber, peningkatan kompetensi SDM, kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait, dan evaluasi berkala.
Related Results
A systematic literature review on cybercrime legislation
A systematic literature review on cybercrime legislation
Background: Cybercrime is a fast-growing digital crime and legislation falling behind with the fast-moving advancement of technology. One important factor projected by literature i...
International legal regulation of transnational cybercrime in cyberspace
International legal regulation of transnational cybercrime in cyberspace
The article considers the international legal regulation of combating cybercrime, which is considered as a transnational phenomenon. In the group of transnational crimes, along wit...
PENGARUH PEMBELAJARAN LITERASI DIGITAL PADA KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) CALON GURU
PENGARUH PEMBELAJARAN LITERASI DIGITAL PADA KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) CALON GURU
Saat ini guru dituntut memiliki kemampuan mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran untuk menjawab tantangan pembelajaran di abad 21.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kompeten...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Ancaman Cybercrime di Indonesia: Tinjauan Sistematis dan Peran Cybersecurity pada E-Commerce dalam Hukum Pidana
Ancaman Cybercrime di Indonesia: Tinjauan Sistematis dan Peran Cybersecurity pada E-Commerce dalam Hukum Pidana
The rapid development of information and communication technology in Indonesia brings serious challenges in the form of increasing cybercrime threats, especially in the e-commerce ...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
The Role of the General Election Commission (KPU) of Karanganyar in Increasing Voter Participation in the 2024 Presidential and Vice Presidential Elections and Legislative Elections
The Role of the General Election Commission (KPU) of Karanganyar in Increasing Voter Participation in the 2024 Presidential and Vice Presidential Elections and Legislative Elections
The General Election Commission (KPU) as one of the organizers of the general election, has strategic and tactical duties. This is in accordance with Article 2 of Law number 7 of 2...
Evaluasi Layanan Bimbingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Evaluasi Layanan Bimbingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Pelaksanaan layanan TIK belum maksimal. Beberapa sekolah belum memiliki fasilitas penunjang untuk melaksanakan layanan bimbingan TIK seperti masih kurangnya perangkat komputer di s...


