Javascript must be enabled to continue!
PEMETAAN HABITAT BENTIK INTERTIDAL: Informasi Awal Perencanaan Pengelolaan Pesisir Laut Secara Spasial di Bulak Setra dan Batu Karas, Kabupaten Pangandaran
View through CrossRef
<p>Ekosistem pesisir Kabupaten Pangandaran memiliki biodiversitas yang cukup tinggi, namun pasca-tsunami tahun 2006 terjadi penurunan kerapatan ekosistem mangrove akibat rusaknya daerah pesisir dan wilayah permukiman sepanjang 28 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi habitat bentik di kawasan intertidal seperti mangrove dan makrozoobentos, serta mengukur parameter kualitas air. Metode yang digunakan yaitu interpretasi citra Landsat 7 tahun 2017 dengan melakukan <em>masking</em> dan <em>supervised classification</em> untuk mengetahui daerah tutupan mangrove di Bulak Setra dan Batu Karas, kemudian dilakukan identifikasi mangrove dengan transek kuadran 10x10 meter sepanjang 50 meter ke arah laut pada 7 plot di Bulak Setra dan 14 plot di Batu Karas untuk validasi data citra satelit. Selain itu juga dilakukan pengukuran parameter kualitas air serta identifikasi makrozoobentos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangrove di Bulak Setra didominasi oleh <em>Scyphiphora hydrophyllacea</em> dari 8 spesies lain yang ditemukan dengan Indeks Nilai Penting (INP) 94,41%, sedangkan di Batu Karas didominasi oleh <em>Avicennia alba</em> dari 8 spesies lain yang ditemukan dengan INP 157%. Nilai rata-rata parameter kualitas air di Bulak Setra dan Batu Karas berturut-turut yaitu suhu 30<sup>o</sup>C dan 29,41<sup>o</sup>C, salinitas 5,56 psu dan 27,23 psu, pH 7,48 dan 6,86 serta konsentrasi <em>Dissolved Oxygen</em> (DO) 5,2 dan 6,5 mg/L. Makrozoobentos didominasi oleh kelas <em>G</em><em>astropoda</em>. Faktor sosial ekonomi masyarakat juga disajikan sebagai informasi sumber daya manusia yang akan berperan menjadi komponen pembangunan pengelolaan pesisir. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi informasi awal dalam pengelolaan perencanaan wilayah pesisir di Bulak Setra dan Batu Karas.<strong></strong></p><p><strong>Kata kunci</strong>: bentik, intertidal, mangrove</p>
Geospatial Information Agency of The Republic of Indonesia
Title: PEMETAAN HABITAT BENTIK INTERTIDAL: Informasi Awal Perencanaan Pengelolaan Pesisir Laut Secara Spasial di Bulak Setra dan Batu Karas, Kabupaten Pangandaran
Description:
<p>Ekosistem pesisir Kabupaten Pangandaran memiliki biodiversitas yang cukup tinggi, namun pasca-tsunami tahun 2006 terjadi penurunan kerapatan ekosistem mangrove akibat rusaknya daerah pesisir dan wilayah permukiman sepanjang 28 km.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi habitat bentik di kawasan intertidal seperti mangrove dan makrozoobentos, serta mengukur parameter kualitas air.
Metode yang digunakan yaitu interpretasi citra Landsat 7 tahun 2017 dengan melakukan <em>masking</em> dan <em>supervised classification</em> untuk mengetahui daerah tutupan mangrove di Bulak Setra dan Batu Karas, kemudian dilakukan identifikasi mangrove dengan transek kuadran 10x10 meter sepanjang 50 meter ke arah laut pada 7 plot di Bulak Setra dan 14 plot di Batu Karas untuk validasi data citra satelit.
Selain itu juga dilakukan pengukuran parameter kualitas air serta identifikasi makrozoobentos.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangrove di Bulak Setra didominasi oleh <em>Scyphiphora hydrophyllacea</em> dari 8 spesies lain yang ditemukan dengan Indeks Nilai Penting (INP) 94,41%, sedangkan di Batu Karas didominasi oleh <em>Avicennia alba</em> dari 8 spesies lain yang ditemukan dengan INP 157%.
Nilai rata-rata parameter kualitas air di Bulak Setra dan Batu Karas berturut-turut yaitu suhu 30<sup>o</sup>C dan 29,41<sup>o</sup>C, salinitas 5,56 psu dan 27,23 psu, pH 7,48 dan 6,86 serta konsentrasi <em>Dissolved Oxygen</em> (DO) 5,2 dan 6,5 mg/L.
Makrozoobentos didominasi oleh kelas <em>G</em><em>astropoda</em>.
Faktor sosial ekonomi masyarakat juga disajikan sebagai informasi sumber daya manusia yang akan berperan menjadi komponen pembangunan pengelolaan pesisir.
Diharapkan penelitian ini dapat menjadi informasi awal dalam pengelolaan perencanaan wilayah pesisir di Bulak Setra dan Batu Karas.
<strong></strong></p><p><strong>Kata kunci</strong>: bentik, intertidal, mangrove</p>.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...
Penegakan Hukum terhadap Bangunan di Wilayah Pesisir Pantai Batukaras Kabupaten Pangandaran Dihubungkan dengan Kearifan Lokal
Penegakan Hukum terhadap Bangunan di Wilayah Pesisir Pantai Batukaras Kabupaten Pangandaran Dihubungkan dengan Kearifan Lokal
Abstrak- Wilayah pesisir pantai merupakan wilayah yang rentan terhadap perubahan, baik perubahan tersebut yang disebabkan oleh alam itu sendiri maupun oleh perbuatan manusia, oleh ...
PEMETAAN EKOSISTEM LAMUN DENGAN DAN TANPA KOREKSI KOLOM AIR DI PERAIRAN PULAU PAJENEKANG, SULAWESI SELATAN
PEMETAAN EKOSISTEM LAMUN DENGAN DAN TANPA KOREKSI KOLOM AIR DI PERAIRAN PULAU PAJENEKANG, SULAWESI SELATAN
Koreksi kolom air dalam pemetaan habitat bentik menggunakan data satelit dapat meningkatkan nilai akurasi informasi yang dihasilkan, seperti yang telah dilakukan oleh peneliti sebe...
Studi Penilaian Kerentanan Elevasi dan Kemiringan Pesisir Pulau Biak Terhadap Kenaikan Muka Air Laut
Studi Penilaian Kerentanan Elevasi dan Kemiringan Pesisir Pulau Biak Terhadap Kenaikan Muka Air Laut
Penilaian kerentanan wilayah pesisir terhadap kenaikan permukaan laut merupakan salah satu aspek penting dalam menilai dampak perubahan iklim. Studi ini bertujuan untuk menganalisi...
UJI KUALITAS AIR DAN DETEKSI BAKTERI PATOGEN DARI SUNGAI CIRENGGANIS DAN AIR LAUT PANTAI TIMUR PANGANDARAN
UJI KUALITAS AIR DAN DETEKSI BAKTERI PATOGEN DARI SUNGAI CIRENGGANIS DAN AIR LAUT PANTAI TIMUR PANGANDARAN
Sungai Cirengganis dan Pantai Timur Pangandaran merupakan tempat tujuan wisata air. Keberadaan mikroorganisme patogen berpengaruh terhadap kualitas air tersebut. Uji kualitas air S...
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
Tradisi megalitik di kawasan Krayan telah berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah Batu Pun yang berada di lembah Kurid, di Nunukan. Tampaknya masyarakat Lun...
ANALISA SPASIAL DALAM PERKEMBANGAN WILAYAH EKONOMI DESA PESISIR KALANGANYAR
ANALISA SPASIAL DALAM PERKEMBANGAN WILAYAH EKONOMI DESA PESISIR KALANGANYAR
Desa Kalanganyar merupakan desa pesisir yang berada di pesisir pantai Kabupaten Sidoarjo. Seperti desa pesisir lainnya, Desa Kalanganyar membawa karakter khusus pesisir baik dalam ...

