Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Apa itu Turun Peranakan

View through CrossRef
Tujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang turun peranakan atau prolaps alat genitalia dapat disamakan dengan suatu hernia, dimana suatu organ genitalia turun ke dalam vagina, bahkan mungkin keluar liang vagina. Hal ini karena kelemahan otot fasia dan ligamen penyokongnya. Kerusakan pada penyangga vagina dapat terjadi dalam satu lokasi saja (misalnya, dinding vagina anterior saja), tetapi lebih sering terjadi kombinasi. Metode merangkum daftar referensi terupdate sebagai bahan artikel yang dapat menjadi pedoman dan tatalaksana prolaps organ panggul. Hasil tidak semua prolaps alat genitalia membutuhkan terapi, karena banyak penderita tidak mempunyai keluhan, terutama stadium I dan kadang-kadang stadium II. Pada mereka yang mempunyai keluhan tentu perlu penanganan dengan tepat agar penderita merasa lebih baik. Prolaps uteri stadium II dan III dipilih vaginal histerektomi dan disertai dengan kolporafi anterior dan kolpoperineorafi, Hal ini terutama bila penderita sudah mengalami manaupose atau tidak memerlukan lagi organ reproduksi. Kesimpulan, walaupun tidak mengancam nyawa, akan tetapi prolapsus alat genitalia dapat menurunkan kualitas hidup wanita.What is ProlapseAbstractPurpose to find out more about descent or genital prolapse can be likened to a hernia, in which a genital organ descends into the vagina, possibly even out of the vaginal canal. This is due to weakness of the fascial muscles and ligaments that support them. Damage to the vaginal support can occur in one location only (eg, anterior vaginal wall only), but is more common in combination. Although it does not cause death, pelvic organ prolapse can reduce the quality of life for women. Method summarize an updated list of references as material for articles that can guide and treat pelvic organ prolapse. Result not all prolapse of the genitalia needed therapy, because many patients had no complaints, especially stage I and sometimes stage II. Those who have complaints, of course, need to be handled properly so that the sufferer feels better. Uterine prolapse stages II and III were chosen by vaginal hysterectomy and accompanied by anterior colporaphy and kolpoperineorafi, especially if the patient has menopause, or no longer needs reproductive organs. Conclusion, although not life threatening, genital prolapse can reduce a woman’s quality of life.Key word: Prolap genitalia, quality of life for women
Title: Apa itu Turun Peranakan
Description:
Tujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang turun peranakan atau prolaps alat genitalia dapat disamakan dengan suatu hernia, dimana suatu organ genitalia turun ke dalam vagina, bahkan mungkin keluar liang vagina.
Hal ini karena kelemahan otot fasia dan ligamen penyokongnya.
Kerusakan pada penyangga vagina dapat terjadi dalam satu lokasi saja (misalnya, dinding vagina anterior saja), tetapi lebih sering terjadi kombinasi.
Metode merangkum daftar referensi terupdate sebagai bahan artikel yang dapat menjadi pedoman dan tatalaksana prolaps organ panggul.
Hasil tidak semua prolaps alat genitalia membutuhkan terapi, karena banyak penderita tidak mempunyai keluhan, terutama stadium I dan kadang-kadang stadium II.
Pada mereka yang mempunyai keluhan tentu perlu penanganan dengan tepat agar penderita merasa lebih baik.
Prolaps uteri stadium II dan III dipilih vaginal histerektomi dan disertai dengan kolporafi anterior dan kolpoperineorafi, Hal ini terutama bila penderita sudah mengalami manaupose atau tidak memerlukan lagi organ reproduksi.
Kesimpulan, walaupun tidak mengancam nyawa, akan tetapi prolapsus alat genitalia dapat menurunkan kualitas hidup wanita.
What is ProlapseAbstractPurpose to find out more about descent or genital prolapse can be likened to a hernia, in which a genital organ descends into the vagina, possibly even out of the vaginal canal.
This is due to weakness of the fascial muscles and ligaments that support them.
Damage to the vaginal support can occur in one location only (eg, anterior vaginal wall only), but is more common in combination.
Although it does not cause death, pelvic organ prolapse can reduce the quality of life for women.
Method summarize an updated list of references as material for articles that can guide and treat pelvic organ prolapse.
Result not all prolapse of the genitalia needed therapy, because many patients had no complaints, especially stage I and sometimes stage II.
Those who have complaints, of course, need to be handled properly so that the sufferer feels better.
Uterine prolapse stages II and III were chosen by vaginal hysterectomy and accompanied by anterior colporaphy and kolpoperineorafi, especially if the patient has menopause, or no longer needs reproductive organs.
Conclusion, although not life threatening, genital prolapse can reduce a woman’s quality of life.
Key word: Prolap genitalia, quality of life for women.

Related Results

Penyebaran Budaya Tionghoa melalui Akun Instagram @Peranakan.Story
Penyebaran Budaya Tionghoa melalui Akun Instagram @Peranakan.Story
The development of digital communication technology, which facilitates easy access to information, has led to the erosion of past cultural preservation. One such culture in Indones...
Studi Histologi Paru-Paru Kambing Peranakan Etawah
Studi Histologi Paru-Paru Kambing Peranakan Etawah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi paru-paru kambing peranakan etawah. Enam puluh empat sampel berupa paru-paru, dari kambing peranakan etawah jantan dan ...
Longitudinal behavior of autoimmune GH deficiency: from childhood to transition age
Longitudinal behavior of autoimmune GH deficiency: from childhood to transition age
BackgroundSome cases of apparently idiopathic GH deficiency (GHD) may be caused by pituitary autoimmunity.ObjectiveTo study the variations in pituitary function and antipituitary a...
Global analysis of alternative polyadenylation regulation using high-throughput sequencing
Global analysis of alternative polyadenylation regulation using high-throughput sequencing
<p>Messenger RNAs (mRNAs) have to undergo a series of post-transcriptional processing steps before translation. One of the post-transcriptional steps - 3' end processing, whi...
Perbandingan Kualitas Organoleptik dan Mikrobiologi Daging Sapi Betina Peranakan Ongole dan Betina Bali Afkir
Perbandingan Kualitas Organoleptik dan Mikrobiologi Daging Sapi Betina Peranakan Ongole dan Betina Bali Afkir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik dan mikrobiologi daging sapi betina peranakan ongole afkir dan betina bali afkir berumur 6 tahun yang diambil dari o...
Analisis Dialek Bahasa Arab Peranakan di Condet Jakarta Timur
Analisis Dialek Bahasa Arab Peranakan di Condet Jakarta Timur
This research examines the Peranakan Arabic dialect in Condet, East Jakarta, as a representation of cultural acculturation between Hadrami Arab society and local Indonesian culture...
Antipituitary antibodies after traumatic brain injury: is head trauma-induced pituitary dysfunction associated with autoimmunity?
Antipituitary antibodies after traumatic brain injury: is head trauma-induced pituitary dysfunction associated with autoimmunity?
ObjectiveTraumatic brain injury (TBI) is a devastating public health problem that may result in hypopituitarism. However, the mechanisms responsible for hypothalamic–pituitary dysf...

Back to Top