Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENERAPAN METODE STIMULASI MULTIMODAL PADA PASIEN GANGGUAN BAHASA AFASIA KONDUKSI PASCASTROK

View through CrossRef
Afasia adalah gangguan bahasa akibat kerusakan pada bagian otak yang bertanggung jawab dalam pemrosesan bahasa. Kasus afasia dapat ditangani dengan metode stimulasi multimodal. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan langkah-langkah terapi dan mengetahui tingkat keberhasilan metode stimulasi multimodal dalam meningkatkan kemampuan menamai tingkat kalimat pada pasien gangguan bahasa afasia konduksi pascastrok. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik sampling purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan setelah penegakan diagnosis dan penentuan metode terapi yang tepat, yaitu dengan cara melakukan tes awal; memberikan terapi stimulasi multimodal sebanyak 10 kali pertemuan dengan durasi 45 menit setiap pertemuan; serta tes akhir. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil tes awal dengan akhir dan menghitung persentase kenaikannya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mendapatkan persentase akhir 100% dan terjadi peningkatan sebanyak 9 poin yang masuk dalam kategori berhasil.
Jurnal Teras Kesehatan, Politeknik Al Islam Bandung
Title: PENERAPAN METODE STIMULASI MULTIMODAL PADA PASIEN GANGGUAN BAHASA AFASIA KONDUKSI PASCASTROK
Description:
Afasia adalah gangguan bahasa akibat kerusakan pada bagian otak yang bertanggung jawab dalam pemrosesan bahasa.
Kasus afasia dapat ditangani dengan metode stimulasi multimodal.
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan langkah-langkah terapi dan mengetahui tingkat keberhasilan metode stimulasi multimodal dalam meningkatkan kemampuan menamai tingkat kalimat pada pasien gangguan bahasa afasia konduksi pascastrok.
Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik sampling purposive sampling.
Pengumpulan data dilakukan setelah penegakan diagnosis dan penentuan metode terapi yang tepat, yaitu dengan cara melakukan tes awal; memberikan terapi stimulasi multimodal sebanyak 10 kali pertemuan dengan durasi 45 menit setiap pertemuan; serta tes akhir.
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil tes awal dengan akhir dan menghitung persentase kenaikannya.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mendapatkan persentase akhir 100% dan terjadi peningkatan sebanyak 9 poin yang masuk dalam kategori berhasil.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Inverter Tiga Fasa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Inverter Tiga Fasa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Makalah ini membahas mengenai metode konduksi sebuah inverter tiga fasa dengan sumber tegangan (VSI) dalam upaya mengurangi Total Harmonic Histortion (THD) tegangan keluaran untuk ...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
TUMBUH KEMBANG OPTIMAL DENGAN STIMULASI PERKEMBANGAN PADA BALITA
TUMBUH KEMBANG OPTIMAL DENGAN STIMULASI PERKEMBANGAN PADA BALITA
 Perkembangan Bayi/Balita seharusnya sesuai dengan tahapan perkembangan. Stimulasi perkembangan hendaknya dilakukan secara rutin sehingga bayi/balita tidak mengalami keterlambatan....
Asuhan Keperawatan Pada Klien Pasca Stroke Dengan Gangguan Komunikasi Verbal di Wilayah Puskesmas Jenangan Ponorogo
Asuhan Keperawatan Pada Klien Pasca Stroke Dengan Gangguan Komunikasi Verbal di Wilayah Puskesmas Jenangan Ponorogo
Latar Belakang: Stroke merupakan penyakit serebrovaskular ditandai dengan adanya kematian jaringan otak akibat kekurangan suplai darah dan oksigen, sehingga dapat menimbulkan manif...
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
Gambaran Hasil Laboratorium pada Pasien Covid-19 Sebelum dan Setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar Periode 2020-2021
Gambaran Hasil Laboratorium pada Pasien Covid-19 Sebelum dan Setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar Periode 2020-2021
COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh strain baru dari coronavirus, yaitu SARS-CoV-2. Penularan virus ini sangat cepat, hingga penyebaran virus ini telah mewabah ke berb...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...

Back to Top