Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GHAZAN KHAN : PEMBAHARU MUSLIM DARI MONGOL

View through CrossRef
Islam memiliki sejarah panjang dan variasi model penyebaran yang unik dan berliku. Jika dilihat dari perspektif Barat, maka Islam tidak lebih dari sebuah ajaran yang diperjuangkan dengan darah dan pedang. Namun sebaliknya, justru Islam telah melakukan pembebasan bagi masyarakat lokal yang ditindas atas hegemoni dua imperium besar saat itu yakni Persia dan Romawi.Kemunculan Bangsa Mongol di bawah pimpinan Chengis Khan merupakan bagian dari sejarah dunia yang menarik dan popular, terutama bagi sejarah peradaban umat Islam. Hal ini disebabkan karena, sejarah tidak dapat membuktikan secara akurat tentang babak baru sejarah kejadian bangsa tersebut. Sejarawan juga memberikan respon positif karena Bangsa Mongol meninggalkan sumbangsih dalam kemajuan peradaban. Keturunan Chengis, dalam sejarah Islam bahkan dalam sejarah dunia meninggalkan pengaruh sangat signifikan bagi peradaban umat manusia.Dinasti Ilkhan menjadi pusat peradaban dan masa keemasan di masa Ghazan Khan. Ghazan adalah pemimpin yang membawa perubahan kemajuan dan membawa dinasti Ilkhan sebagai dinasti yang paling maju dalam sejarah bangsa Mongol Islam. Tidak banyak yang mengenal Ghazan, ia masuk Islam diikuti oleh pasukannya, dan kemudian menjadikan menjadikan Islam sebagai agama resmi negaranya saat itu. Makalah ini membahas tentang biografi dan pembaharuan yang dilakukan oleh Ghazan Khan. Tulisan ini adalah salah satu tugas kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga dan terbit di Majalah Suara Muhammadiyah edisi 15 1-15 Agustus 2017. Sumber primer tulisan ini adalah buku karya Prof. Dr. Abdul Karim, M.A., M.A
Center for Open Science
Title: GHAZAN KHAN : PEMBAHARU MUSLIM DARI MONGOL
Description:
Islam memiliki sejarah panjang dan variasi model penyebaran yang unik dan berliku.
Jika dilihat dari perspektif Barat, maka Islam tidak lebih dari sebuah ajaran yang diperjuangkan dengan darah dan pedang.
Namun sebaliknya, justru Islam telah melakukan pembebasan bagi masyarakat lokal yang ditindas atas hegemoni dua imperium besar saat itu yakni Persia dan Romawi.
Kemunculan Bangsa Mongol di bawah pimpinan Chengis Khan merupakan bagian dari sejarah dunia yang menarik dan popular, terutama bagi sejarah peradaban umat Islam.
Hal ini disebabkan karena, sejarah tidak dapat membuktikan secara akurat tentang babak baru sejarah kejadian bangsa tersebut.
Sejarawan juga memberikan respon positif karena Bangsa Mongol meninggalkan sumbangsih dalam kemajuan peradaban.
Keturunan Chengis, dalam sejarah Islam bahkan dalam sejarah dunia meninggalkan pengaruh sangat signifikan bagi peradaban umat manusia.
Dinasti Ilkhan menjadi pusat peradaban dan masa keemasan di masa Ghazan Khan.
Ghazan adalah pemimpin yang membawa perubahan kemajuan dan membawa dinasti Ilkhan sebagai dinasti yang paling maju dalam sejarah bangsa Mongol Islam.
Tidak banyak yang mengenal Ghazan, ia masuk Islam diikuti oleh pasukannya, dan kemudian menjadikan menjadikan Islam sebagai agama resmi negaranya saat itu.
Makalah ini membahas tentang biografi dan pembaharuan yang dilakukan oleh Ghazan Khan.
Tulisan ini adalah salah satu tugas kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga dan terbit di Majalah Suara Muhammadiyah edisi 15 1-15 Agustus 2017.
Sumber primer tulisan ini adalah buku karya Prof.
Dr.
Abdul Karim, M.
A.
, M.
A.

Related Results

Reinvention of Padishah-i Islam in the Visual Representations of Ghazan Khan
Reinvention of Padishah-i Islam in the Visual Representations of Ghazan Khan
This article discusses how the visualization of Mahmud Ghazan, the sixth Ilkhanid ruler, was employed to construct and propagate his image as the Padishah-i Islam (King of Islam), ...
The Reinvention of Padishah-i Islam in the Visual Representations of Ghazan Khan
The Reinvention of Padishah-i Islam in the Visual Representations of Ghazan Khan
This article discusses how the visualization of Mahmud Ghazan, the sixth Ilkhanid ruler, was employed to construct and propagate his image as the Padishah-i Islam (King of Islam), ...
Timur’un Anadolu’daki Ardılları
Timur’un Anadolu’daki Ardılları
In 1206, Chinggis Khan, who ascended to the throne with the title of “Chinggis Khan” at a kurultai attended by all tribal leaders, made important administrative, military and socia...
Turkic Identity in Mongol and Post-Mongol Central Asia and the Qipchaq Steppe
Turkic Identity in Mongol and Post-Mongol Central Asia and the Qipchaq Steppe
The Turkic identity that first emerged with the rise of the Türk empire in the mid-6th century did not encompass all Turkic-speaking nomads in the Inner Asian world. The Türks, who...
Pax Mongolica: Trade and Traders in the Mongol Empire
Pax Mongolica: Trade and Traders in the Mongol Empire
Beginning in 1206 large parts of Eurasia came under the sway of the Chinggissid Mongols. In 1260 the united Mongol Empire came to an end and divided into four khanates ruled by the...
The Influence of Mongol Invasion in the Kamakura Period on the Recession of the Kamakura Shogunate
The Influence of Mongol Invasion in the Kamakura Period on the Recession of the Kamakura Shogunate
This paper takes the two attempted invasions by the Yuan Dynasty (Mongol) during the Kamakura period as an example to analyze the influence of the invasion on the Kamakura Shogunat...
Pola Komunikasi Mahasiswa Muslim di Kampus Kristen
Pola Komunikasi Mahasiswa Muslim di Kampus Kristen
Abstract. Researchers are interested in doing this research because of the phenomenon of Muslim students who decide to study at one of the private universities in the city of Bandu...
Mongolian Buddhism in the Early 20th Century
Mongolian Buddhism in the Early 20th Century
Mongol lands were bastions of Mahāyāna (Mon. yeke kölgen) and Vajrayāna (Mon. vačir kölgen) Buddhist life from the seventeenth to the early twentieth centuries, vast territories of...

Back to Top