Javascript must be enabled to continue!
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
View through CrossRef
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam maupun dari segi aktivitasnya. Berdasarkan perkembangan pariwisata, permasalahan yang sering muncul di setiap tempat obyek wisata adalah keterbatasan penyediaan sarana dan prasarana penunjang pariwisata dan kurangnya daya tarik masyarakat terhadap obyek wisata. Oleh sebab itu, solusi yang dapat mengurangi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelayanan sarana dan prasana penunjang pariwisata yang merata, promosi terhadap obyek wisata dan atraksi yang diberikan oleh setiap obyek wisata supaya dapat menarik wisatawan yang berkunjung. Bertolak belakang dengan Wisata Colo yang berkembang, terdapat Desa Wisata Rahtawu yang merupakan wisata alam yang perkembangannya kurang pesat. Padahal obyek wisata Desa Rahtawu merupakan salah satu obyek wisata yang potensial untuk dikembangkan, berdekatan dengan Wisata Colo yang mempunyai daya tarik wisata alam bagi pengunjung, seperti air terjun dan kali yang masih jernih serta pemandangan pegunungan yang menawan. Oleh karena itu potensi yang dimiliki oleh Desa Rahtawu perlu dikembangkan agar dapat meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung seperti Wisata Colo. Potensi yang dimiliki adalah potensi alam dengan menggunakan elemen pariwisata sebagai dasar kriteria pengembangan wisata yang nantinya dapat dilakukan dengan pemilihan alternatif pengembangan wisata yaitu bergabung dengan Wisata Colo atau berkembang sendiri. Metode yang digunakan adalah dengan deskriptif didukung teknik analisis proses hierarki analitik (PHA) dan didukung oleh analisis kuanlitatif. Hasil analisis PHA melibatkan beberapa narasumber terkait sebagai pemangku kepentingan pengem-bangan wisata Desa Rahtawu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para nasasumber memperlihatkan alternatif yang terpilih untuk mengembangkan Desa Rahtawu adalah dengan berkembang sendiri dengan persentase bobot nilai sebesar 65.16% berkembang sendiri dan 34.84% bergabung dengan wisata Colo. Elemen pariwisata yang memberikan prioritas pengaruh dalam pengembangan wisata Desa Rahtawu yaitu 34.04% atraksi wisata, 17.02% adalah elemen transportasi, akomodasi dan promosi sedangkan prioritas terakhir adalah elemen pengunjung sebesar 14.89%. Pengembangan prioritas utama yang dilakukan adalah dengan meperbaiki atraksi wisata yang telah ada serta memberikan sarana dan prasarana penunjang pariwisata.</p>
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Description:
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus.
Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam maupun dari segi aktivitasnya.
Berdasarkan perkembangan pariwisata, permasalahan yang sering muncul di setiap tempat obyek wisata adalah keterbatasan penyediaan sarana dan prasarana penunjang pariwisata dan kurangnya daya tarik masyarakat terhadap obyek wisata.
Oleh sebab itu, solusi yang dapat mengurangi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelayanan sarana dan prasana penunjang pariwisata yang merata, promosi terhadap obyek wisata dan atraksi yang diberikan oleh setiap obyek wisata supaya dapat menarik wisatawan yang berkunjung.
Bertolak belakang dengan Wisata Colo yang berkembang, terdapat Desa Wisata Rahtawu yang merupakan wisata alam yang perkembangannya kurang pesat.
Padahal obyek wisata Desa Rahtawu merupakan salah satu obyek wisata yang potensial untuk dikembangkan, berdekatan dengan Wisata Colo yang mempunyai daya tarik wisata alam bagi pengunjung, seperti air terjun dan kali yang masih jernih serta pemandangan pegunungan yang menawan.
Oleh karena itu potensi yang dimiliki oleh Desa Rahtawu perlu dikembangkan agar dapat meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung seperti Wisata Colo.
Potensi yang dimiliki adalah potensi alam dengan menggunakan elemen pariwisata sebagai dasar kriteria pengembangan wisata yang nantinya dapat dilakukan dengan pemilihan alternatif pengembangan wisata yaitu bergabung dengan Wisata Colo atau berkembang sendiri.
Metode yang digunakan adalah dengan deskriptif didukung teknik analisis proses hierarki analitik (PHA) dan didukung oleh analisis kuanlitatif.
Hasil analisis PHA melibatkan beberapa narasumber terkait sebagai pemangku kepentingan pengem-bangan wisata Desa Rahtawu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para nasasumber memperlihatkan alternatif yang terpilih untuk mengembangkan Desa Rahtawu adalah dengan berkembang sendiri dengan persentase bobot nilai sebesar 65.
16% berkembang sendiri dan 34.
84% bergabung dengan wisata Colo.
Elemen pariwisata yang memberikan prioritas pengaruh dalam pengembangan wisata Desa Rahtawu yaitu 34.
04% atraksi wisata, 17.
02% adalah elemen transportasi, akomodasi dan promosi sedangkan prioritas terakhir adalah elemen pengunjung sebesar 14.
89%.
Pengembangan prioritas utama yang dilakukan adalah dengan meperbaiki atraksi wisata yang telah ada serta memberikan sarana dan prasarana penunjang pariwisata.
</p>.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
Penelitian ini berjudul “Pengembangan wisata penangkaran Taman Buaya AsamKumbang sebagai objek dan daya tarik wisata Kota Medan”. Membahas tentangbagaimana pengembangan wisata pena...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
Inovasi Produk Wisata Di Desa Wisata Baros
Inovasi Produk Wisata Di Desa Wisata Baros
Desa Wisata Baros merupakan salah satu desa wisata yang masuk ke dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Dengan masuknya Desa Wisata Baros ke dalam nominasi ters...
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA MEJONO KABUPATEN KEDIRI BERBASIS EKONOMI KREATIF
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA MEJONO KABUPATEN KEDIRI BERBASIS EKONOMI KREATIF
Kabupaten Kediri memiliki potensi wisata salah satunya berlokasi di Desa Wisata Mejono. Desa Wisata Mejono memiliki karakteristik khusus sebagai desa wisata meliputi beberapa desti...

