Javascript must be enabled to continue!
Multikultur dan Moderasi Lintas Budaya di Candi Borobudur
View through CrossRef
Abstrak
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultur yang terdiri dari beragam agama. Candi Borobudur sebagai warisan Budaya menjadi simbol dan arena moderasi lintas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kejelasan multikultur Candi Borobudur, praktik budaya Buddhis di Candi Borobudur, dan moderasi lintas budaya di Candi Borobudur. Metode penelian menggunakan pendekatan deskriptif holistik. Hasil penelitian menyatakan bahwa, pertama, multikultur ditunjukkan dengan berdirinya tempat-tempat ibadah non Buddhis di Kawasan Candi Borobudur, selain itu multikultur juga terlihat dari perbedaan ideologi dan praktik budaya Buddhis yang berbasis sekterian, kedua, multikultur budaya Buddhis diterapkan dalam perayaan Waisak Candi Borobudur sebagai simbol keharmonisan umat beragama, dan ketiga, Candi Borobudur sebagai simbol moderasi beragama, ruang bersama digunakan sebagai arena sosialiasi dan moderasi budaya dalam menumbuhkan sikap saling menghargai kebudayaan.
Abstract
Indonesian society is a multicultural society consisting of various religions. Borobudur Temple's cultural heritage has become a symbol and arena of cross-cultural moderation. This study aims to understand the multicultural clarity of Borobudur Temple, Buddhist cultural practices at Borobudur Temple, and cross-cultural moderation at Borobudur Temple. The research method uses a case study approach. The results of the study state that, first, multiculturalism can see in non-Buddhist places of worship in the Borobudur Temple area and the differences in ideology and practice of Buddhist culture based on sectarianism. Second, Buddhist cultural multiculturalism in the Vesak celebration of Borobudur Temple as a religious harmony symbol. Third, Borobudur Temple is a symbol of religious moderation. The common's room is use as an arena for socialization and cultural moderation in fostering mutual respect for culture.
Keywords: Multiculture, moderation, culture, Borobudur
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri-Jawa Tengah
Title: Multikultur dan Moderasi Lintas Budaya di Candi Borobudur
Description:
Abstrak
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultur yang terdiri dari beragam agama.
Candi Borobudur sebagai warisan Budaya menjadi simbol dan arena moderasi lintas budaya.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami kejelasan multikultur Candi Borobudur, praktik budaya Buddhis di Candi Borobudur, dan moderasi lintas budaya di Candi Borobudur.
Metode penelian menggunakan pendekatan deskriptif holistik.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, pertama, multikultur ditunjukkan dengan berdirinya tempat-tempat ibadah non Buddhis di Kawasan Candi Borobudur, selain itu multikultur juga terlihat dari perbedaan ideologi dan praktik budaya Buddhis yang berbasis sekterian, kedua, multikultur budaya Buddhis diterapkan dalam perayaan Waisak Candi Borobudur sebagai simbol keharmonisan umat beragama, dan ketiga, Candi Borobudur sebagai simbol moderasi beragama, ruang bersama digunakan sebagai arena sosialiasi dan moderasi budaya dalam menumbuhkan sikap saling menghargai kebudayaan.
Abstract
Indonesian society is a multicultural society consisting of various religions.
Borobudur Temple's cultural heritage has become a symbol and arena of cross-cultural moderation.
This study aims to understand the multicultural clarity of Borobudur Temple, Buddhist cultural practices at Borobudur Temple, and cross-cultural moderation at Borobudur Temple.
The research method uses a case study approach.
The results of the study state that, first, multiculturalism can see in non-Buddhist places of worship in the Borobudur Temple area and the differences in ideology and practice of Buddhist culture based on sectarianism.
Second, Buddhist cultural multiculturalism in the Vesak celebration of Borobudur Temple as a religious harmony symbol.
Third, Borobudur Temple is a symbol of religious moderation.
The common's room is use as an arena for socialization and cultural moderation in fostering mutual respect for culture.
Keywords: Multiculture, moderation, culture, Borobudur
.
Related Results
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
Candi Borobudur merupakan bangunan warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dan nilai, masyarakat Indonesia sebagai pewaris budaya memiliki tanggung jawab dalam pelesta...
CANDI BOROBUDUR SEBAGAI FENOMENA SAKRAL PROFAN Agama dan Pariwisata Perspektif Strukturalisme Levi Strauss
CANDI BOROBUDUR SEBAGAI FENOMENA SAKRAL PROFAN Agama dan Pariwisata Perspektif Strukturalisme Levi Strauss
Dualisme fungsi Candi Borobudur sebagai salah satu dampak modernitas. Candi Borobudur sebagai tempat praktik keagamaan sekaligus pariwisata. Hal ini menjadi fenomena sosial budaya...
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Kajian Stabilitas Struktur Candi Mendut ini sangat penting guna mengevaluasi kondisi stabilitas struktur bangunan Candi Mendut sehingga kelestariannya akan terjaga. Berbagai kegiat...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
NILAI SIMBOL CANDI BOROBUDUR DALAM WISATA KAPITALIS GLOBAL
NILAI SIMBOL CANDI BOROBUDUR DALAM WISATA KAPITALIS GLOBAL
Candi Borobudur sebagai warisan agama Buddha menjadi simbol budaya yang memiliki nilai estetika dan spiritual. Negara memiliki peran sentral dalam mengelola Candi Borobudur sebagai...
PEMANFAATAN NILAI BUDAYA CANDI BOROBUDUR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
PEMANFAATAN NILAI BUDAYA CANDI BOROBUDUR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
Candi Borobudur adalah salah satu monumen Budha yang terbesar di Indonesia adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan nilai budaya candi Borobudur dal...
KISAH RELIEF FAUNA PADA CANDI BOROBUDUR
KISAH RELIEF FAUNA PADA CANDI BOROBUDUR
Relief candi Borobudur menyimpan data keanekaragaman fauna dalam kebudayaan Mataram kuno. Data kesejarahan tersebut belum dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah. Permasalahan pene...
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
Masyarakat Kota Surakarta sangat majemuk dan multikultur, sering terjadi Radikalisme di Kota Surakarta yang menimbulkan ketegangan dan konflik antar kelompok. Tujuan penelitian ini...


