Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN DEPRESI DAN MALNUTRISI PADA LANJUT USIA: STUDI LITERATUR

View through CrossRef
ABSTRACTBackground: Elderly are susceptible to disease and experience a decrease in body function, and their number is increasing both globally and nationally. Maintaining the elderly in optimal conditions is very important, but malnutrition prevalence in the elderly is high. Malnutrition can be caused by various factors, one of which is depression.Objectives: The aim of this literature study was to review the latest research related to depression with malnutrition in the elderlyMethods: The search for 2011 – 2021 English-language articles were carried out on the PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, DOAJ, and ResearchGate databases using the keyword Depression AND (Nutritional Status OR Malnutrition) AND Elderly and it was found that 13 articles were selected based on inclusion criteria, including articles with elderly subjects aged ≥60 years in the community, a minimum sample of 50 respondents, a cross-sectional or prospective cohort study, analyzed the relationship between variables, and data collection using valid instruments by a trained people.Results: Depression is independently significantly related to nutritional status in the elderly. Depression can reduce appetite. Reduced appetite will cause decrease in food intake and cause a decrease in nutritional status. Depression can also affect food’s choices so that elder chose low nutrtionous food and nutrition requirement can not be reached. Malnutrition can also affect depression due to the lack of certain nutrients that affect neurotransmitter in the brain. The difference in the sample’s characteristics can affect the relationship of the variables.Conclusion: The existence of a relationship between the two variables found in most of the studies indicates that depression is an important factor that can lead to malnutrition in the elderly. However manultrition is a complex problem that need interdisciplinary approach.Keywords: Elderly; Depression; Malnutrition, Nutritional status ABSTRAKLatar belakang: Lansia rentan terhadap penyakit, mengalami penurunan fungsi tubuh dan jumlahnya makin meningkat baik secara global maupun secara nasional. Menjaga kondisi lansia dalam keadaan optimal sangat penting, namun prevalensi lansia dengan malnutrisi cukup tinggi. Malnutrisi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya depresi.Tujuan: Mengkaji penelitian terkini terkait hubungan depresi dan malnutrisi pada lansiaMetode: Pencarian artikel berbahasa Inggris tahun 2013 - 2023 dilakukan pada database PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, DOAJ, dan ResearchGate dengan penggunaan kata kunci Depression AND (Nutritional Status OR Malnutrition) AND Elderly dan ditemukan sebanyak 13 artikel terpilih yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi, yaitu artikel dengan subjek lansia berusia ≥ 60tahun di komunitas, sampel minimal 50 responden, desain cross sectional atau cohort prospective, menganalisis hubungan antar variabel, dan pengambilan data dengan instrumen yang valid oleh orang yang terlatih.Hasil: Depresi secara independen berhubungan signifikan dengan status gizi pada lansia. Depresi dapat mengurangi selera makan. Penurunan pada selera makan akan menurunkan asupan makan, sehingga menyebabkan penurunan status gizi. Depresi juga dapat memengaruhi dalam pemilihan jenis makanan, sehingga lansia memilih makanan yang kurang bernutrisi, akibatnya kebutuhan gizi tidak dapat terpenuhi. Malnutrisi juga dapat memengaruhi kondisi depresi akibat kekurangan zat gizi tertentu yang memengaruhi neurotransmiter di otak. Perbedaan karakteristik sampel dapat memengaruhi keterkaitan variabel.Simpulan: Depresi merupakan dapat mendorong terjadinya malnutrisi pada lansia. Walaupun demikian malnutrisi merupakan suatu permasalahan yang kompleks, oleh karena itu membutuhkan pendekatan secara interdisipliner.Kata Kunci : Depresi; Lansia; Malnutrisi; Status Gizi
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: HUBUNGAN DEPRESI DAN MALNUTRISI PADA LANJUT USIA: STUDI LITERATUR
Description:
ABSTRACTBackground: Elderly are susceptible to disease and experience a decrease in body function, and their number is increasing both globally and nationally.
Maintaining the elderly in optimal conditions is very important, but malnutrition prevalence in the elderly is high.
Malnutrition can be caused by various factors, one of which is depression.
Objectives: The aim of this literature study was to review the latest research related to depression with malnutrition in the elderlyMethods: The search for 2011 – 2021 English-language articles were carried out on the PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, DOAJ, and ResearchGate databases using the keyword Depression AND (Nutritional Status OR Malnutrition) AND Elderly and it was found that 13 articles were selected based on inclusion criteria, including articles with elderly subjects aged ≥60 years in the community, a minimum sample of 50 respondents, a cross-sectional or prospective cohort study, analyzed the relationship between variables, and data collection using valid instruments by a trained people.
Results: Depression is independently significantly related to nutritional status in the elderly.
Depression can reduce appetite.
Reduced appetite will cause decrease in food intake and cause a decrease in nutritional status.
Depression can also affect food’s choices so that elder chose low nutrtionous food and nutrition requirement can not be reached.
Malnutrition can also affect depression due to the lack of certain nutrients that affect neurotransmitter in the brain.
The difference in the sample’s characteristics can affect the relationship of the variables.
Conclusion: The existence of a relationship between the two variables found in most of the studies indicates that depression is an important factor that can lead to malnutrition in the elderly.
However manultrition is a complex problem that need interdisciplinary approach.
Keywords: Elderly; Depression; Malnutrition, Nutritional status ABSTRAKLatar belakang: Lansia rentan terhadap penyakit, mengalami penurunan fungsi tubuh dan jumlahnya makin meningkat baik secara global maupun secara nasional.
Menjaga kondisi lansia dalam keadaan optimal sangat penting, namun prevalensi lansia dengan malnutrisi cukup tinggi.
Malnutrisi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya depresi.
Tujuan: Mengkaji penelitian terkini terkait hubungan depresi dan malnutrisi pada lansiaMetode: Pencarian artikel berbahasa Inggris tahun 2013 - 2023 dilakukan pada database PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, DOAJ, dan ResearchGate dengan penggunaan kata kunci Depression AND (Nutritional Status OR Malnutrition) AND Elderly dan ditemukan sebanyak 13 artikel terpilih yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi, yaitu artikel dengan subjek lansia berusia ≥ 60tahun di komunitas, sampel minimal 50 responden, desain cross sectional atau cohort prospective, menganalisis hubungan antar variabel, dan pengambilan data dengan instrumen yang valid oleh orang yang terlatih.
Hasil: Depresi secara independen berhubungan signifikan dengan status gizi pada lansia.
Depresi dapat mengurangi selera makan.
Penurunan pada selera makan akan menurunkan asupan makan, sehingga menyebabkan penurunan status gizi.
Depresi juga dapat memengaruhi dalam pemilihan jenis makanan, sehingga lansia memilih makanan yang kurang bernutrisi, akibatnya kebutuhan gizi tidak dapat terpenuhi.
Malnutrisi juga dapat memengaruhi kondisi depresi akibat kekurangan zat gizi tertentu yang memengaruhi neurotransmiter di otak.
Perbedaan karakteristik sampel dapat memengaruhi keterkaitan variabel.
Simpulan: Depresi merupakan dapat mendorong terjadinya malnutrisi pada lansia.
Walaupun demikian malnutrisi merupakan suatu permasalahan yang kompleks, oleh karena itu membutuhkan pendekatan secara interdisipliner.
Kata Kunci : Depresi; Lansia; Malnutrisi; Status Gizi.

Related Results

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
Memori merupakan kemampuan untuk menyimpan, mempertahankan, dan mengingat informasi dari pengalaman masa lalu pada otak manusia berperan dalam proses belajar. Banyak hal yang mempe...
Hubungan Inkontinensia Urin Dengan Depresi Pada Usia Lanjut
Hubungan Inkontinensia Urin Dengan Depresi Pada Usia Lanjut
Latar Belakang : Inkontinensia urin adalah salah satu masalah usia lanjut yang memerlukan penanganan yang tepat. Inkontinensia urin merupakan penyebab terjadinya depresi dan isolas...
STUDI INVESTIGASI MALNUTRISI PADA LANSIA
STUDI INVESTIGASI MALNUTRISI PADA LANSIA
Latar Belakang : Lansia (lanjut usia) tahap akhir perkembangan dalam dunia kehidupan manusia yang ditandai dengan kemunduran dari aspek fisik, biologis, psikologis, ekonomi dan sos...
HUBUNGAN KEMAMPUAN ADAPTASI DAN TEMPAT TINGGAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWA BARU
HUBUNGAN KEMAMPUAN ADAPTASI DAN TEMPAT TINGGAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWA BARU
ABSTRACTFirst year student are one of the groups that are prone to depression. This is because the first year student is in a transition period or in a new condition that initially...
KEHAMILAN REMAJA DENGAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU POSTPARTUM
KEHAMILAN REMAJA DENGAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU POSTPARTUM
Depresi  menduduki  peringkat  keempat  penyakit  di  dunia  dan  diperkirakan menjadi urutan kedua pada tahun 2020. Remaja merupakan kelompok penduduk yang perlu mendapatkan perha...
Orang Tua Sebagai Supporting System: Penanganan Anak Remaja Yang Mengalami Depresi
Orang Tua Sebagai Supporting System: Penanganan Anak Remaja Yang Mengalami Depresi
Remaja merupakan masa pencarian jati diri pada sebuah proses kehidupan. Tidak sedikit remaja yang melakukan tindakan-tindakan eksplorasi di fase ini. Tindakan-tindakan tersebut dap...
TINGKAT DEPRESI PADA IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS MOROKREMBANGAN SURABAYA
TINGKAT DEPRESI PADA IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS MOROKREMBANGAN SURABAYA
ABSTRAKDepresi postpartum adalah depresi setelah melahirkan yang berlangsung selama berbulan-bulan dan kadang mereka tidak menyadari bahwa yang sedang dialaminya merupakan penyakit...
PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN KRITERIA LANJUT USIA TELANTAR DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS GEROMBOL
PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN KRITERIA LANJUT USIA TELANTAR DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS GEROMBOL
Lanjut usia telantar berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 2012 adalahseseorang yang berusia 60 tahun atau lebih, karena faktor-faktor tertentu tid...

Back to Top