Javascript must be enabled to continue!
CANDI PRAMBANAN: KEJAYAAN, KERUNTUHAN, DAN KEBANGKITANNYA KEMBALI
View through CrossRef
Pada 8 April 2021 Menteri Agama RI memberikan pernyataan bahwa Candi Prambanan perlu disiapkan untuk menjadi pusat ibadah umat Hindu Nusantara maupun dunia. Untuk itu, diperlukan kajian-kajian penguatan, baik dari filsafat dan theologis, sejarah, ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam hal ini, kajian sejarah tentang tentang keberadaan Candi Prambanan perlu disampaikan. Berkaitan dengan hal tersebut, permasalahan yang akan diangkat dalam tulisan ini adalah: (1) Bagaimana perjalanan sejarah Candi Prambanan, sejak diresmikan sebagai tempat peribadatan pada 856 M, masa kelam saat ditinggalkan, dan kondisi saat ini setelah dipugar kembali? (2) Apa yang perlu dilakukan umat Hindu dalam upaya membangkitkan kembali spirit dari Candi Prambanan? Kajian ini bersifat kualitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui kajian kepustakaan dan dokumen terkait (desk research). Hasil kajian menunjukkan bahwa pada awalnya Candi Prambanan digunakan sebagai tempat ibadah utama Kerajaan Mataram Kuno. Setelah pusat pemerintahan dipindahkan ke Jawa Timur, Candi Prambanan mulai telantar dan rusak karena tidak terawat. Setelah ratusan tahun terbengkalai dan runtuh karena bencana gempa bumi, reruntuhan Candi Prambanan mulai dipugar oleh Pemerintah Hindia Belanda, dan dilanjutkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Sebagai sebuah reruntuhan kompleks percandian yang pada akhirnya berhasil dipugar kembali, maka sudah selayaknya apabila Candi Prambanan dapat dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah umat Hindu. Mengingat Candi Prambanan menjadi salah satu ikon perkembangan peradaban dunia, sehingga harus dikenal oleh masyarakat dunia, maka kegiatan peribadatan umat Hindu yang dilakukan tidak hanya terbatas di lingkup nasional, tetapi juga perlu dikembangkan ke lingkup dunia.
Perkumpulan Organisasi Profesi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Dosen Hindu Indonesia (DHI)
Title: CANDI PRAMBANAN: KEJAYAAN, KERUNTUHAN, DAN KEBANGKITANNYA KEMBALI
Description:
Pada 8 April 2021 Menteri Agama RI memberikan pernyataan bahwa Candi Prambanan perlu disiapkan untuk menjadi pusat ibadah umat Hindu Nusantara maupun dunia.
Untuk itu, diperlukan kajian-kajian penguatan, baik dari filsafat dan theologis, sejarah, ekonomi, sosial, dan budaya.
Dalam hal ini, kajian sejarah tentang tentang keberadaan Candi Prambanan perlu disampaikan.
Berkaitan dengan hal tersebut, permasalahan yang akan diangkat dalam tulisan ini adalah: (1) Bagaimana perjalanan sejarah Candi Prambanan, sejak diresmikan sebagai tempat peribadatan pada 856 M, masa kelam saat ditinggalkan, dan kondisi saat ini setelah dipugar kembali? (2) Apa yang perlu dilakukan umat Hindu dalam upaya membangkitkan kembali spirit dari Candi Prambanan? Kajian ini bersifat kualitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui kajian kepustakaan dan dokumen terkait (desk research).
Hasil kajian menunjukkan bahwa pada awalnya Candi Prambanan digunakan sebagai tempat ibadah utama Kerajaan Mataram Kuno.
Setelah pusat pemerintahan dipindahkan ke Jawa Timur, Candi Prambanan mulai telantar dan rusak karena tidak terawat.
Setelah ratusan tahun terbengkalai dan runtuh karena bencana gempa bumi, reruntuhan Candi Prambanan mulai dipugar oleh Pemerintah Hindia Belanda, dan dilanjutkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Sebagai sebuah reruntuhan kompleks percandian yang pada akhirnya berhasil dipugar kembali, maka sudah selayaknya apabila Candi Prambanan dapat dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah umat Hindu.
Mengingat Candi Prambanan menjadi salah satu ikon perkembangan peradaban dunia, sehingga harus dikenal oleh masyarakat dunia, maka kegiatan peribadatan umat Hindu yang dilakukan tidak hanya terbatas di lingkup nasional, tetapi juga perlu dikembangkan ke lingkup dunia.
Related Results
ANALISIS SWOT DALAM PENCANANGAN CANDI PRAMBANAN SEBAGAI PUSAT RITUAL UMAT HINDU
ANALISIS SWOT DALAM PENCANANGAN CANDI PRAMBANAN SEBAGAI PUSAT RITUAL UMAT HINDU
Pencanangan candi Prambanan sebagai tempat ibadah umat Hindu merupakan harapan besar bagi umat Hindu. Dengan terbitnya Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu ...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Stabilitas Struktur Candi Mendut
Kajian Stabilitas Struktur Candi Mendut ini sangat penting guna mengevaluasi kondisi stabilitas struktur bangunan Candi Mendut sehingga kelestariannya akan terjaga. Berbagai kegiat...
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
FUNGSI DAN NILAI CANDI BOROBUDUR DI ERA GLOBALISASI
Candi Borobudur merupakan bangunan warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki fungsi dan nilai, masyarakat Indonesia sebagai pewaris budaya memiliki tanggung jawab dalam pelesta...
CANDI BOROBUDUR SEBAGAI FENOMENA SAKRAL PROFAN Agama dan Pariwisata Perspektif Strukturalisme Levi Strauss
CANDI BOROBUDUR SEBAGAI FENOMENA SAKRAL PROFAN Agama dan Pariwisata Perspektif Strukturalisme Levi Strauss
Dualisme fungsi Candi Borobudur sebagai salah satu dampak modernitas. Candi Borobudur sebagai tempat praktik keagamaan sekaligus pariwisata. Hal ini menjadi fenomena sosial budaya...
Śivagṛha: religious harmonization and the concept of unity in diversity
Śivagṛha: religious harmonization and the concept of unity in diversity
Prambanan Temple is a Hindu Nusantara Theological Archetype, where the name of the Parabrahman temple becomes Prambanan which means worship of the Supreme God, or the highest templ...
Manik-Manik Kaca Salah Satu Indikator Kejayaan Dan Keruntuhan Perniagaan Pulau Kampai.
Manik-Manik Kaca Salah Satu Indikator Kejayaan Dan Keruntuhan Perniagaan Pulau Kampai.
Salah satu jejak masa lalu di Pulau Kampai yang jumlah dan jenisnya berlimpah adalah manik-manik kaca. Permasalahan pada tulisan ini adalah keterkaitan antara keberlimpahan objek t...
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi dari asumsi bahwa Bima relief Candi Sukuh dan Bima wayang kulit gaya Yogyakarta memiliki kemiripan perwujudan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ia...

